
Ken Zhao. Adalah seorang duda beranak satu. Putra tunggal dan satu-satunya pewaris tunggal dari Zhao Empire. Dia dan mantan istrinya berpisah karena Ilona tidak tahan jika setiap hari harus mengurus bayi, apalagi itu bukan darah dagingnya dengan Ken.
Ilona meminta agar Ken memilih antara dirinya dan Daniel, dan tentu saja Ken lebih memilihi Daniel. Ilona sangat membenci anak kecil. Apalagi ketika mendengar suara tangisnya atau ketika Daniel buang air besar. Itulah kenapa dia tidak pernah mau memiliki anak.
Sebenarnya Ken bukanlah Putra tunggal dan satu-satunya pewaris dari Zhao Empire. Dia memiliki seorang kakak. Tapi dia meninggal dalam sebuah kecelakaan sekitar 5 tahun yang lalu. Saat usia Daniel baru menginjak usia 1 tahun.
Dan sejak saat itu, Ken telah berjanji pada mendiang kakak dan kakak iparnya bahwa ia akan menjaga anak mereka dan menjadikan anak itu sebagai prioritas utamanya.
Dan sejak perpisahannya dengan Ilona, Ken sama sekali tidak memikirkan akan mencari ibu untuk Daniel. Baginya, hidup berdua dengan bocah itu sudah lebih dari cukup.
Hidup menduda cukup lama bukan berarti ia merasakan kesepian. Ia justru bersyukur karena sudah diberikan teman, yaitu Daniel. Meskipun Daniel bukan darah dagingnya tapi Ken sangat menyayanginya. Meskipun tak jarang dia bersikap dingin dan acuh, tapi Daniel tetap menjadi yang utama bagi Ken.
Daniel diberikan kasih sayang yang melimpah oleh ayahnya sehingga ketidakhadiran sang ibu pun tidak terasa ganjil di rumah itu. Dan memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa sayangnya pada sang putra.
Selama menikah dan hidup satu atap dengan Ilona, tak sedikit pun rasa cinta untuknya. Karena pernikahan mereka bukan dilandasi oleh Cinta, melainkan karena balas Budi. Ken pernah diselamatkan oleh mendiang Ayah Ilona ketika dia mengalami kecelakaan, mereka tidak meminta imbalan apa-apa dan ingin agar Ken mempersunting putrinya, dan Ken menurutinya.
Dan sejak perpisahannya dengan Ilona, tak sekalipun Ken berpikir untuk menikah lagi. Kesibukannya sebagai single parents dan CEO di perusahaan telah menyita waktunya. Waktunya hanya untuk Daniel dan pekerjaan saja. Lagipula, ia memang sudah tidak berniat untuk jatuh cinta.
Namun, keyakinannya runtuh saat ia bertemu kembali dengan sosok gadis yang berasal dari masa lalunya. Sosok yang sebenarnya sudah sangat lama menempati hatinya. Tiba-tiba muncul di hadapannya setelah lebih dari 10 tahun lamanya.
Dan karena alasan yang tidak masuk akal, kemudian Ken mengajukan sebuah pernikahan kontrak dengan gadis itu, yang pastinya adalah Luna.
Tokk.. Tokk.. Tokk...
Ketukan pada pintu menyita perhatian Ken dari tumpukan dokumen yang ada di atas meja kerjanya. Pria itu mengangkat kepalanya dane dapati pria berkacamata berjalan menghampirinya sambil membawa dokumen yang kemudian dia serahkan pada Ken.
"Presdir, ini beberapa dokumen yang Anda pinta." Ucap pria berkacamata itu. "Ada beberapa dokumen yang perlu Anda periksa dan segera ditandatangani."
"Hn, setelah aku menyelesaikan beberapa dokumen sialan ini. Lalu bagaimana dengan pengawasan mu selama beberapa hari ini? Apa pria itu masih mengirim orang-orangnya untuk mengawasi Luna?" Ken mengangkat kembali wajahnya, dan menatap serius pria di depannya.
__ADS_1
Pria itu menggeleng. "Tidak, Tuan. Sepertinya peringatan keras dari Anda membuatnya sangat ketakutan, dan sekarang dia sedang mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari dan menemukan keberadaan istrinya." Jelas pria itu.
"Pastikan keberadaan wanita itu jangan sampai bocor, aku tidak ingin jika rencana ku sampai gagal!!"
"Baik, Tuan. Saya mengerti."
"Kau boleh pergi."
Pria itu lantas membungkuk lalu meninggalkan ruangan Ken begitu saja. Tak berselang lama setelah pria berkaca mata itu keluar. Pintu ruangan Ken kembali di buka dari luar, terlihat seorang wanita berambut pendek seleher meliukkan tubuhnya menghampiri Ken yang sedang sibuk dengan tumpukan dokumen di depannya.
"Lama tidak bertemu, mantan suamiku!!"
Sontak Ken mengangkat wajahnya dan menatap wanita yang berdiri menjulang dihadapannya. "Ilona?!"
🌺
🌺
Tapp...
Luna menghentikan langkahnya saat melihat dua pelayan yang sedang berbincang tak jauh dari taman. Samar-samar Luna mendengar mereka membahas dirinya dan seorang wanita bernama Ilona.
Mereka membandingkan antara dirinya dan wanita itu. Dan mengatakan jika Ilona lah yang lebih pantas menjadi pendamping Ken dibandingkan dirinya.
"Kau benar, meskipun Nyonya Ilona sangat angkuh dan sombong tapi aku lebih suka dia yang menjadi nyonya kita. Dibandingkan perempuan itu, dia yang lebih pantas bersanding dengan, Tuan."
"Jujur saja aku sangat menyayangkan perpisahan mereka. Hanya karena Nyonya tidak mau mengurus Tuan Muda kecil, Tuan Muda langsung menceraikannya. Apakah itu adil untuk Nyonya. Lagipula kenapa juga Tuan Muda harus memberikan perhatian pada anak yang jelas-jelas bukan darah dagingnya!!"
"Itu karena Tuan Muda kasihan pada Tuan Muda kecil, dia kan sudah jadi yatim piatu sejak kecil. Oiya, apa kau sudah melihat Instagram Nyonya Ilona? Dia mengatakan akan kembali ke negeri ini dan memperbaiki apa yang pernah rusak."
__ADS_1
"Omo!! Jangan bilang jika dia ingin kembali pada, Tuan Muda?! Itu adalah berita yang sangat bagus. Aku akan mendukungnya, dan bisa aku pastinya perempuan itu akan terdepak dari rumah ini setelah Nyonya Ilona kembali."
"Sudah-sudah, jangan mengosip lagi. Ayo kita kembali bekerja." Perempuan berambut pendek itu lantas mengangguk.
Rasa tidak nyaman mulai memenuhi perasaan Luna setelah mendengar obrolan mereka berdua. Bukan karena mereka berdua membandingkan dirinya dan mantan istri Ken. Tapi tentang kabar jika wanita itu akan kembali untuk memperbaiki hubungannya dengan Ken.
Rasa takut mulai memenuhi dada Luna. Apakah Ken akan meninggalkannya setelah mantan istinya itu kembali, apakah Ken akan melupakan semua janji yang pernah dia ucapkan?! Memikirkan saja membuat Luna begitu ketakutan.
Gadis itu meletakkan semua bunga yang ada di pelukannya lalu pergi ke halaman depan. Dan selanjutnya, mobil sport milik Luna meninggalkan mansion mewah milik suaminya. Luna hendak pergi ke kantor Ken dan menemui pria itu.
Luna harus memastikannya. Memastikan bagaimana perasaan Ken yang sebenarnya, apakah pria itu benar-benar mencintainya atau hanya berpura-pura saja. Dan Luna tidak akan memaafkan Ken jika sampai pria itu hanya mempermainkan dirinya.
"Sial!! Kenapa ponselku malah terjatuh?!"
Luna mencoba mengambil ponselnya sambil sesekali menatap ke depan, memastikan jika fokusnya masih pada jalanan. Gadis itu tersenyum saat tangannya berhasil menggapai ponselnya. Dan disaat bersamaan, sebuah mobil pengangkut barang melaju dengan kecepatan kencang.
TIN...
TIN...
TIN...
Kedua mata Luna membelalak. Gadis itu langsung banting setir ke kanan untuk menghindari kecelakaan fatal terjadi. Tapi sialnya mobil yang dia kendarai malah menabrak pohon disisi jalan. Dan bagaimana nasib Luna saat ini belum diketahui.
-
-
Bersambung.
__ADS_1
Please, tinggalkan Like komennya setelah membaca 🙏🙏🙏 Karena satu like dan koment kakak² sekalian sangat berarti buat Author. Jujur saja Author sedih banget ni karya peminatnya dikit banget 🤧🤧🤧