
Sang Penguasa hari telah meninggalkan singgasananya sejak beberapa jam yang lalu, lalu terbenam menuju peraduannya. Posisinya kini digantikan oleh Sang Penguasa malam.
Sang Penguasa malam berpendar indah di atas singgasananya, dengan ditemani jutaan manik-manik langit yang tampak elok bak jutaan berlian yang berkelap-kelip.
Jam dinding telah menunjuk angka 21.00 malam, di sebuah kamar yang tidak bisa dikatakan biasa-biasa saja, terlihat seorang gadis berdiri di depan cermin kamar mandi.
Setelah mencuci muka dan mengganti pakaiannya dengan gaun tidur, ia pun melangkah keluar. Sesekali Gadis itu menguap karena rasa kantuk yang tidak tertahankan.
Sekujur tubuhnya terasa lelah, dan Luna ingin tidur lebih awal. "OMO!!!" namun Setibanya di luar, dia dikejutkan dengan keberadaan Ken yang saat ini tengah berbaring di tempat tidurnya. Pria itu masih memakai pakaian yang sama.
"Apa kau sengaja memakai gaun tidur itu untuk menggodaku, Nona William?" Ken menyeringai.
"Sembarangan, apa kau pikir aku ini adalah wanita murahan?! Apa yang sedang kau lakukan di tempat tidurku?! Turun dari sana dan keluar!!" pinta Luna menuntut.
"Jika aku tidak mau bagaimana? Lagipula rumah ini milikku, begitupun dengan seluruh isinya, termasuk kamar ini." Ken bangkit dari posisi berbaringnya lalu menghampiri Luna. "Dan juga dirimu!!"
Ken menarik lengan Luna hingga gadis itu jatuh ke dalam pelukannya. Ken, apa yang kau lakukan? Lepaskan?!" pinta Luna menuntut.
Tubuhnya berbenturan dengan dada bidang dan yang tersembunyi dibalik singlet dan vestnya. Pelukan Ken pada pinggangnya membunuh jarak diantara mereka.
Tubuh Luna seakan membeku saat jari-jari besar Ken membelai wajah cantiknya. Mata kirinya terkunci pada sepasang Hazel milik Luna. Dan tatapan itu membuat Luna seakan terbius. Tidak bisa Luna pungkiri, jika Ken memang sangatlah tampan.
"Sampai kapan kau akan terus terpesona padaku, istri kecilku?" lagi-lagi kan menyeringai melihat wajah memerah Luna.
Luna mendorong Ken dengan keras hingga pelukan itu terlepas. "Jangan sembarangan!! Memangnya siapa juga yang terpesona padamu?! Kau terlalu percaya diri Tuan Muda Zhao!!" ujar Luna menimpali.
"Kenapa kau masih saja mengingkarinya?! Akui saja jika kau terpesona padaku,"
"Kau terlalu percaya diri, Tuan Zhao!! Keluarlah, aku lelah dan ingin istirahat!!" Luna beranjak dari hadapan Ken dan meninggalkannya begitu saja.
"Aaahhh..." Luna memekik kencang saat Ken menarik lengannya dan membanting tubuhnya ke atas tempat tidur."Ken, apa yang kau lakukan?! Menyingkir dari atas tubuhku!!" pinta Luna menuntut.
__ADS_1
"Aku menolaknya!! Kau pikir bisa lari dariku begitu saja, hm?!" ucap Ken menyeringai.
Kemudian Ken mengangkat tubuh Luna bridal style, dan membaringkan tubuh gadis itu dalam posisi yang benar. Lalu Ken ikut berbaring di sampingnya.
"Ke..Kenapa kau ikut berbaring di sini juga?!" luna menetapkan Ken panik.
"Jangan banyak tanya, diamlah dan biarkan aku tidur!! Aku tidak ingin berdebat denganmu apalagi mengganggumu, aku cuma ingin tidur!! Dan malam ini aku akan tidur di sini bersamamu!!" tutur Ken panjang lebar.
Kali ini Luna diam. Kemudian Gadis itu merubah posisinya, iya menghadap Ken yang juga menghadap padanya. Lalu jari-jari lentik Luna menyibak poni yang menutupi bagian mata kanan Ken.
"Di sini hanya ada kita berdua, kenapa tidak kau lepaskan saja perbannya? Aku yakin kau tidak nyaman dengan perban itu sepanjang waktu." luna menyentuh perban menutup mata kanan Ken.
Lalu Ken mengangkat tangannya. Jari-jari besarnya menggenggam jari lentik Luna. "Aku tidak apa-apa, biarkan tetap seperti ini. Karena ini lebih baik, aku tidak ingin terlihat seperti monster didepanmu."
"Memangnya aku pernah mengatakan jika kau seperti monster?" luna mempoutkan bibirnya.
"Kau terlalu cerewet. Tidurlah, jika kau tidak ingin aku menunggangimu detik ini juga!!"
"Kalau begitu cepat tidur, aku juga sangat lelah."
Merasakan jantungnya berdegup kencang saat tangan besar Ken memeluk tubuhnya dengan hangat. Wajahnya yang memerah berhadapan dengan dada bidang Ken yang tersembunyi dibalik singlet dan Vestnya.
Luna dapat merasakan detak jantung Ken yang berdetak normal, sangat berbanding balik dengan detak jantung yang saat ini berdegup kencang. Dan Luna berharap semoga Ken tidak mendengarkan detak jantung yang seperti habis lari maraton.
🌺
🌺
Cicit suara burung gereja yang bertengger di atas pohon menandakan jika pagi telah tiba. Membangunkan para manusia kelelahan dari tidur nyenyaknya agar tidak melewatkan momen indah yang tercatat pagi ini.
Sang surya telah membumbung tinggi di angkasa, sinarnya yang agung telah sampai di ujung Cakrawala. Gadis itu mengerjapkan matanya saat merasakan silau cahaya mentari pagi masuk ke dalam retina matanya.
__ADS_1
Luna membuka matanya,dia baru saja bangun dari tidur nyenyaknya. Lalu pandangannya bergulir pada sosok tampan yang tengah berbaring di sampingnya.
Jika saja ia tidak mengingat kenapa pria itu satu ranjang dengannya, mungkin Luna sudah berteriak saat ini. Luna memperhatikan wajah Ken yang tampak tenang, dia terlihat seperti bocah jika sedang tertidur pulas seperti ini.
Luna menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis. Jari-jari lentiknya menyusuri setiap inci wajah Ken, dan berlama-lama di bibirnya. Bibir itu adalah bibir yang selalu menciumnya dengan sesuka hati. Bibir yang selalu mengucapkan kata-kata manis.
"Dasar Iblis, entah sihir apa yang sebenarnya kau gunakan untuk menjeratku. Kau membuatku bimbang, Ken Zhao..."
Tak ingin membuat Ken terbangun. Dengan gerakan pelan, Luna beranjak dari berbaringnya lalu pergi ke kamar mandi. Dan tak lama setelah kepergian Luna, mata kiri Ken terbuka. Pria itu mengurai senyum tipis. Perlahan tapi pasti, dia pasti bisa menggenggam tangan hati Luna.
🌺
🌺
"Kakak Cantik, pagi ini kau sangat cantik. Aku semakin menyukaimu dan ingin secepatnya menikahimu."
Luna yang baru saja tiba di meja makan langsung disambut oleh gombalan Daniel. Bocah laki-laki itu lagi-lagi melemparkan sebuah rayuan padanya. Bukannya tersanjung, Luna malah terkekeh geli.
Dengan gemas Luna menyentil kening Daniel dan membuat bocah itu meringis kesakitan. "Dasar kau ini, berhentilah mengatakan hal-hal tak masuk akal seperti itu, Daniel Zhao. Kau masih terlalu kecil untuk memikirkan sebuah pernikahan." Ujar Luna menasehati.
"Aku bersungguh-sungguh, Kakak Cantik!! Aku sungguh ingin menikahimu saat dewasa nanti." Tegas Daniel.
"Sebaiknya berhenti mengatakan omong kosong, Bocah!! Dia istri Papa, dan sampai kapanpun kau tidak bisa menikahinya!!" Tiba-tiba Ken muncul dan menginterupsi obrolan mereka berdua.
"Ck, kenapa Papa selalu muncul disaat yang tidak tepat. Mengganggu momen berhargaku dengan kakak cantik saja!!" Daniel mempoutkan bibirnya.
"Dasar bocah, berani kau bicara seperti itu padaku!! Sepertinya kau perlu di beri sedikit pelajaran, hari ini kau tidak boleh main kemana pun. Belajar membaca dan mengenal huruf, membaca belum lancar saja sudah memikirkan pernikahan!!"
"PAPA!! KENAPA KAU SANGAT KEJAM!!!"
-
__ADS_1
Bersambung.