PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Nyaris Tertabrak


__ADS_3

"Jangan berharap terlalu banyak kau bocah, karena Luna tidak akan berani macam-macam padaku!!" sahut seseorang dari arah belakang.


Kedua mata Daniel membelalak. Dia menoleh dan?! "PAPA?!" Daniel berteriak sekencang-kencangnya karena kemunculan Ken yang begitu tiba-tiba. Bocah laki-laki itu tidak menduga jika ayahnya akan muncul di sana.


Sedangkan Luna terkekeh geli melihat wajah menggemaskan Daniel. Seperti seekor kucing yang sedang tertangkap basah mencuri ikan, itulah yang dialami Daniel saat ini.


"Papa, kau seperti hantu. Tanpa suara tiba-tiba saja muncul dan mengejutkanku," bocah itu menggerutu.


"Jadi ini yang kau lakukan saat dibelakang, Papa?! Berani sekali Kau memprovokasi, Luna. Supaya dia marah pada Papa?"


Daniel memanyunkan bibirnya. "Salah papa sendiri, kenapa begitu menyebalkan. Papa tidak pernah mau mengalah soal Kakak cantik denganku." ujar bocah itu tak mau kalah.


"Astaga cukup kalian berdua!!" luna berdiri di antara mereka berdua dan menghentikan perdebatan antara ayah dan anak itu. Ini tempat umum, bisa tidak kalian tidak usah ribut. Jika ingin ribut, nanti saja saat di rumah!!"


Yang mendekati Luna lalu menarik pinggang Gadis itu hingga lunas jatuh ke dalam pelukannya. "Baiklah Nyonya muda, aku akan mendengarkan apa katamu!!" ucap Ken sambil menarik gemas ujung hidung mancung Luna.


"Ken, apa yang kau lakukan lepaskan aku lihat kita menjadi pusat perhatian," ucap Luna setengah berbisik.


"Aku tidak peduli, malahan aku ingin menciummu di sini."


"Jangan macam-macam atau Aku akan membunuhmu!!" ancam Luna bersungguh-sungguh, sedangkan Ken hanya terkekeh mendengar ancaman gadisnya ini.


Sementara itu...


Albert yang tidak suka melihat Luna dipeluk oleh pria lain didepan matanya langsung berdiri dan menarik Luna menjauh dari Ken.


"Tuan, kau ini siapa?! Kenapa datang-datang malah main peluk calon kekasih orang?! Luna, kau tenang saja aku akan melindungimu dari pria kurang ajar ini!!" ucap Albert sambil mendekap tubuh Luna.


Bukannya berterima kasih, luna malah mendorong Albert ingat pelukan itu terletak. "Kau kurang ajar!! Kalau sudah bosan hidup ya, main peluk istri orang sembarangan!!" bentak Luna.


Dan ucapan Luna langsung menarik perhatian Chia dan Sunny. "Nona William, kau berhutang penjelasan pada kami!!" ucap Chia yang kemudian dibalas anggukan oleh Sunny.

__ADS_1


Luna menghela nafas panjang. "Sepertinya tidak ada gunanya aku tetap menyembunyikan hal ini dari kalian. Sebenarnya aku sudah menikah, dan Tuan Muda Zhao ini adalah suamiku!!" ucap Luna.


Sontak kedua mata mereka berdua membelalak saking kagetnya. "Tunggu, kau bilang siapa?! Tuan Muda Zhao, putra bangsawan pewaris Zhao Empire?!" Luna mengangguk.


Sunny Dan Chia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Itu artinya mereka telah menjodohkan istri orang dengan pria lain.


Dan rasa-rasanya saat ini mereka dalam masalah besar, bagaimana tidak karena orang yang mereka singgung adalah Ken Zhao. Pemilik dari Zhao Empire.


"Tuan Zhao, kami sungguh-sungguh minta maaf. Kami sungguh tidak tahu jika gadis bar-bar ini ternyata sudah bersuami, dan ternyata anda adalah suaminya," ucap Sunny penuh Sesal.


"Tidak masalah, lagipula kalian tidak tahu. Dan Bisakah sekarang aku bergabung bersama kalian?" Ken menatap Sunny dan Chia bergantian. Keduanya mengangguk.


"Lalu bagaimana dengan ku?! Aku tidak mau pria itu bergabung di sini, aku yang lebih dulu ada di sini!! Dan Luna, aku ingin dia!! Kau, meskipun kau suaminya aku akan tetap merebut dia darimu!!"


Yang menatap Albert dingin. "Silakan saja jika kau ingin perusahaan ayahmu bangkrut!! Asal kau tahu saja, Zhao Empire adalah penanam saham terbesar di perusahaan itu. Dan jika aku mencabut semua saham yang aku tanam di sana, sudah bisa dipastikan jika perusahaan itu akan gulung tikar!!"


"Kau!!" Albert menunjuk Ken tepat di depan mukanya. "Arrrkkhh!! Sialan kau!!" teriaknya dan pergi begitu saja.


🌺


🌺


Usai dari kafe, mereka tidak langsung pulang. Luna ingin mengatakan ingin mengambil barang-barang berharganya yang masih tertinggal di rumah ayahnya.


Setibanya di sana, luna disambut oleh seorang wanita yang wajahnya bak Pinang dibelah dua dengan ibunya. Ya wanita itu adalah bibinya, saudari kembar ibunya, game orang yang sekarang menjadi ibu tirinya.


"Luna," seru wanita itu menghampiri Luna dan langsung memeluknya. Akhirnya kau pulang juga, Nak. Semua orang mencemaskanmu, apalagi ayahmu. Dia sempat sakit karena merindukanmu." ucap wanita itu.


Luna menyeringai sinis. "Benarkah, kenapa aku merasa ragu. Bagaimana bisa Ayah egois seperti dia merindukan putrinya?! Dan Bibi jangan terlalu senang dulu, aku pulang hanya sebentar. Aku hanya ingin mengambil barang-barang berharga peninggalan mendiang ibuku." ujar Luna, memberitahu maksud kedatangannya.


Wanita itu menggeleng. "Kau terlambat, Luna. Semua barang-barang milik mendiang ibumu sudah tidak ada lagi di sini." mimik wajah perempuan itu berubah sedih.

__ADS_1


Luna mengangkat wajahnya dan menatap sinis wanita di depannya. "Apa maksudmu?!" dia meminta penjelasan.


"Ayahmu, dia sudah membakar semua barang-barang peninggalan mendiang ibumu!!" jawab wanita itu dengan mimik wajah yang sama.


Luna menatap wanita itu tak percaya. "Apa?! Kau bilang apa, papa membakar semua barang-barang milik mama?!" wanita itu mengangguk. "LALU KENAPA KAU MEMBIARKANNYA?! Kau tahu kan, jika hanya barang-barang itu yang aku miliki untuk mengenangnya?!" teriak Luna dengan mata berkaca-kaca.


"Bibi sudah berusaha menghentikannya, tapi papamu tetap bersikeras dan tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan. Menurut dia, tidak ada gunanya lagi mengenang masa lalu, dan Sudah saatnya melupakan yang sudah tiada."


"Brengsek!! Dasar bajingan tua!! Berani sekali dia membakar semua barang-barang milik mendiang ibuku, aku tidak akan pernah memaafkannya, TIDAK AKAN PERNAH!!!"


Luna yang dikuasai emosi berlari meninggalkan kediaman ayahnya sambil berlinangan air mata. Dia ingin membuat perhitungan dengan sang ayah.


Ken yang melihat Luna berlari sambil menangis segera turun dari mobilnya dan menyusul gadis itu. Ken tidak tahu apa yang terjadi di dalam sana, yang membuat Luna sampai menangis.


Gadis itu berlari ke arah jalan raya, tanpa melihat kanan kiri Luna langsung menyeberang. Hingga tanpa sadar ada Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi bergerak ke arahnya. Ken yang baru tiba di sana langsung membelalakan matanya.


"LUNA, AWAS!!"


Tanpa membuang banyak waktu, Ken berlari dan langsung menerjang tubuh Luna. Membawanya ke tepi jalan, terlambat sedikit saja, entah hal buruk apa yang terjadi pada Luna.


PLAK!!!


Ken mendorong Luna dan langsung menamparnya. Dia marah, kesal, emosi melihat Luna yang begitu ceroboh. "Apa kau sudah gila?! Apa kau sadar dengan apa yang baru saja kau lakukan?! Nyaris saja kau kehilangan nyawa Luna!!" Bentak Ken penuh emosi.


Luna tidak mengatakan apa-apa. Gadis itu hanya memandang Ken dengan mata berkaca-kaca. Ken mendesah berat, dengan cepat ia membawa Luna ke dalam pelukannya.


"Maaf,"


-


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2