PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Utuhnya Sebuah Keluarga.


__ADS_3

Ken menghentikan mobilnya dihalaman sebuah rumah sederhana yang terletak di pinggiran kota London.


Dari kejauhan, Ken, Luna dan Hanny melihat seorang anak laki-laki berusia dua tahun yang sedang di siksa oleh perempuan muda, anak laki-laki itu di jewer dan dimaki-maki oleh perempuan itu. Sedangkan anak laki-laki itu hanya bisa menangis, memangnya apa yang bisa dilakukan oleh anak berusia 2 tahun selain menangis?!


"Mama, Sean disiksa lagi. Huaaa... Dia dipukul lagi oleh wanita jahat itu," tangis Hanna pecah melihat saudara laki-lakinya di siksa seperti itu.


"Hanny, memangnya siapa dia?" Tanya Luna memastikan. Wajahnya terlihat panik dan cemas, bahkan jantungnya berdegup kencang.


"Dia saudala kembalku. Namanya Sean, hampir setiap hali kami selalu dipukul dan disiksa oleh Bibi Mallin," jelas Hanny sambil terisak dalam pelukan Luna.


Tangan Ken terkepal kuat. Matanya berkilat tajam. Jika dia adalah kembaran Hanny, itu artinya Sean adalah putranya. Ken turun dari mobilnya begitu pula dengan Luna yang membawa Hanny dalam gendongannya.


"Sean.... Huaaa..."


Tangis Hanny kembali pecah. Gadis kecil itu menangis sambil berteriak memanggil nama saudara kembarnya. Dan teriakan Hanny langsung menyita perhatian perempuan tersebut. Matanya melotot dan menatap Hanny dengan marah.


"Gadis kecil merepotkan. Berani sekali kau pergi padahal aku memintamu menunggu. Kemari kau, biarkan aku memberimu pelajaran!!"


Grepp...


Tangan wanita itu di tahan oleh Ken. Wanita itu meringis kesakitan karena cengkraman Ken yang terlalu kuat. "Brengsek, siapa kau?! Berani sekali kau ikut campur urusan keluargamu!! Kau bosan hidup ya?! Rocky, cepat keluar dan habisi pria ini!!!"


Orang yang dipanggil pun keluar. Terlihat seorang pria berkulit hitam bertubuh tinggi besar menghampiri mereka bertiga. Dia berjalan sambil meregangkan otot-otot jarinya.


"Siapa kalian, dan kenapa gadis kecil itu ada pada kalian berdua. Kembalikan dia padaku, maka aku akan membiarkan kalian pergi dari sini hidup-hidup. Hanny, kemari kau!!"


Hannya ketakutan dan semakin membenamkan wajahnya di pelukan Luna. Sedangkan Sean bersembunyi di belakang mobil milik pasangan kejam itu. Anak laki-laki itu terlihat sangat ketakutan. "Hanny, takut. Mama, Hanny tidak mau kembali pada meleka, Huaa..."


"Tenang, Nak. Mama pasti akan melindungi-mu," bisik Luna menenangkan.


"Luna, bawa Hanny dan Sean ke mobil. Aku akan membereskan orang-orang ini dengan segera." Ken melirik Luna dari ekor matanya. Wanita itu mengangguk.


Kemudian Luna menghampiri Sean yang tampak ketakutan itu. "Jangan takut, Nak. Mama ada di sini untuk melindungi-mu. Ayo, ikut Mama dan saudaramu," Luna kemudian menuntun Sean dan membawa bocah itu masuk ke dalam mobil.


"Marlin, apa yang kau tunggu?! Cepat halangi wanita itu membawa anak-anak." Perintah Rocky pada sang istri.

__ADS_1


"Aku tau,"


"Hanny, pergi ke mobil bersama Sean ya. Mama mau membereskan orang jahat ini dulu." Hanny mengangguk.


Kemudian dia membawa Sean masuk ke dalam mobil milik Ken. Meskipun kebingungan, tapi Sean menurut saja. Yang penting dia aman. Karena orang-orang yang datang bersama Hanny terlihat baik.


Luna dan Ken yang diliputi emosi dan kemarahan menghajar pasangan suami istri itu tanpa ampun. Mereka berdua benar-benar hilang kesabaran, apalagi Luna. Luna menghajar wanita bernama Marlin itu hingga dia terkapar tak berdaya. Wajahnya babak belur, gigi-giginya rontok.


Tidak sampai di situ saja, Luna juga mematahkan lengan dan kakinya. Luna benar-benar menjelma menjadi iblis yang sangat mengerikan.


Dan memangnya wanita mana yang bisa terima dan tidak marah saat melihat anaknya, buah hati yang dia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa malah di siksa oleh orang lain.


"Luna, cukup." Seru Ken menahan Luna. "Dia sudah sekarat,"


"Tidak, Ken. Biarkan aku menghabisi wanita ini. Dia yang sudah membuat anak-anakku hidup sengsara sejak kecil. Biarkan aku menghabisinya!!"


"Kau sudah memberikan balasan yang pantas untuknya. Tidak perlu di lanjutkan lagi, yang penting anak-anak sudah selamat. Sebentar lagi polisi akan tiba di sini, masih banyak anak-anak dan wanita di dalam sana. Mereka adalah gembong sindikat dari jual beli manusia untuk dijadikan budak."


"Kita harus ke rumah sakit. Kita perlu lakukan tes DNA pada Sean untuk memastikan dia anak kita atau bukan, dan juga memastikan di tubuh mereka tidak ada luka dalam."


"Hanya untuk memastikannya saja. Agar kita lebih yakin lagi."


Luna mengangguk. "Baiklah."


Awalnya mereka datang ketempat ini karen Hanny terus saja merengek minta diantarkan pada saudaranya. Luna dan Ken pikir itu adalah orang yang sudah memperlakukannya dengan baik.


Tapi siapa yang menduga, jika saudara yang dimaksud adalah saudara kembar. Luna dan Ken berharap jika Sean benar-benar saudara kembar Hanny yang masih hilang.


-


-


"Ken, bagaimana hasilnya?" Luna menghampiri Ken yang baru saja keluar dari ruang dokter.


Pria itu menyerahkan hasil tes itu pada Luna. Dan hasilnya 99.99% cocok, yang artinya Sean memang putranya. Rasanya Luna masih tidak percaya jika ternyata kedua buah hatinya masih hidup. Luna menghampiri Sean yang sedang makan ice cream bersama Hanny.

__ADS_1


Tanpa banyak berkata-kata. Luna langsung membawa Sean ke dalam pelukannya dan menangis sejadi-jadinya. Sedangkan bocah laki-laki itu hanya bisa terdiam, dia bingung kenapa Luna sampai menangis histeris seperti itu.


"Bibi, kenapa? Apa ada orang yang menyakitimu?"


"Putraku, akhirnya Mama menemukanmu juga, Kan. Sean, kau adalah putra Mama yang selama ini hilang."


"Putramu? Lalu bagaimana dengan Hanny? Dia apa anakmu juga?"


Luna mengangguk. "Kau dan Hanny adalah anak Mama, Nak. Kalian salah anak kembar Mama yang hilang setelah dilahirkan. Mama pikir kalian telah tiada, tapi siapa yang menduga jika Tuhan akhirnya mempertemukan kita dan menyatukan kita kembali." Tutur Luna.


Bocah laki-laki itu pun menangis lalu berhambur ke dalam pelukan Luna sambil berteriak memanggilnya. "MAMA...!!"


"Anakku."


Ken juga tidak kuasa menahan air matanya. Dia terharu, kemudian Ken bergabung bersama istri dan kedua buah hatinya. Kini keluarganya telah utuh, dan hari ini juga Ken akan meminta Devan untuk membawa Daniel ke London.


Kabar baik ini tidak boleh di lewatkan begitu saja. Semua orang harus ikut merasakan kebahagiaan yang dia rasakan saat ini.


Ponsel milik Ken tiba-tiba berdering menandakan ada panggilan masuk. Ken meninggalkan Luna dan kedua buah hatinya untuk menerima panggilan tersebut.


"Ada apa, Tao?"


"Bos, kau dimana? Datanglah ke alamat yang ku kirimkan padamu. Kami berhasil menangkap dalang dibalik kecelakaan yang menewaskan keluargamu."


"Masalah itu aku serahkan padamu dan Felix. Aku tidak peduli bagaimana kalian akan menghabisinya. Aku tidak ingin merusak kebahagiaan keluargaku, apalagi meninggalkan Luna dan anak-anakku."


"Kami mengerti, Bos. Kalau begitu percayakan saja pada kami, oke."


Kemudian Ken memutuskan sambungan telfonnya begitu saja. Akhirnya masalahnya berhasil di selesaikan. Selanjutnya Ken akan menjalani hidup tentram dan damai bersama istri dan ketiga buah hatinya di sebuah tempat yang nyaman dan penuh keharmonisan.


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2