PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Biarkan Aku Mengejar Cintamu!!!


__ADS_3

Malam sudah semakin larut, namun Luna masih tetap terjaga dan sulit untuk menutup matanya.


Gadis itu menyibakkan selimutnya, dengan hati-hati ia beranjak dari samping Daniel. Luna takut jika gerakannya malah akan membangunkan bocah laki-laki itu.


Saat ini Luna berada di kamar Daniel, bocah berusia 6 tahun itu merengek minta ditemani olehnya. Dan Luna tidak bisa menolaknya, apalagi saat melihat mata Daniel yang berkaca-kaca.


Dan dengan kaki tel@njang, Luna berjalan ke arah balkon.


Dinginnya angin malam langsung menyambutnya di sana, ketika dia menginjakkan kakinya di lantai balkon. Lalu pandangannya bergulir pada langit yang ditaburi jutaan manik-manik.


Malam ini langit terlihat lebih cerah dari malam-malam sebelumnya, bulan tampak berpendar indah di singgasananya. Memanjakan jutaan manusia di sebagian bumi yang dinaungi.


Sepasang Biner mata Luna memicing saat tanpa sengaja ia melihat siluet seorang pria tengah duduk sendiri di taman belakang. Tak terlihat wajahnya, hanya punggung tegaknya yang tersembunyi dibalik kemeja hitamnya.


Namun bukan berarti Luna tidak tahu siapa pria itu. Penasaran apa yang tengah Ken lakukan di sana sendiri yang di tengah malam seperti ini, Luna pun memutuskan untuk menghampirinya.


-


Perhatian Ken teralihkan dari sang malam saat mendengar derap langkah kaki seseorang yang datang. Ia menoleh dan mendapati Luna berjalan menghampirinya.


Kemudian Ken mengulurkan tangannya dan menuntun Luna untuk duduk di sampingnya. "Ini sudah larut malam Kenapa belum tidur?" tanya Ken pada gadis disampingnya.


"Aku tidak bisa tidur, mungkin karena belum terbiasa dengan tempat asing."


"Apa kau merasa tidak nyaman di sini?" tanya Ken lagi.


Luna menggeleng. "Tempat ini sangat nyaman, hanya saja aku perlu menyesuaikan diri." jawab Luna.


"Aku mengerti, dan akan ku buat kau senyaman mungkin selama berada di sini."


Luna memicingkan matanya. "Heh, kenapa kau begitu yakin bisa membuatku nyaman selama di sini? Apa kau berani menjamin nya?" ucap gadis itu meremehkan.


Kan menyeringai. "Kau menantangku, Nona?!"

__ADS_1


"Menurutmu?"


"Heh, berani sekali kau menantangku, Luna William. Untuk itu kalau perlu dihukum!!"


Mata Luna membelalak. "Tunggu dulu!! Dihukum Bagaimana maksudmu? Omo!! Jangan bilang jika kau ingin menghabisi ku, lalu memutilasi tubuh ku dan membuang jasad ku ke semak-semak?! Astaga membayangkannya saja sudah membuatku merinding." ujar Luna.


"Kau terlalu banyak berpikir, Luna Zhao!!" Ken melingkarkan kedua lengannya di pinggang Luna sehingga membuat tubuh gadis itu menempel dengan tubuh Ken.


Sepasang Biner manik hazel itu membelalak sempurna. Lagi-lagi Ken menciumnya tanpa aba-aba dan dengan sesuka hatinya. Luna mencoba memberontak tapi tidak bisa, lagi-lagi ia kalah tenaga.


Satu tangan Ken lalu berpindah ke tengkuk Luna, bersamaan dengan lidahnya yang memasuki mulut gadis itu. "Sial, sejak kapan aku jadi menyukai lidahnya yang terasa hangat didalam mulutku." Jerit batin Luna. 


Lidahnya mengecap isi mulut Luna dan mengajak lidahnya menari, bukan tarian lemah lembut seperti dansa atau bahkan balet, melainkan seperti krump dance yang berirama cepat, agresif dan menuntut.


Sesaat kemudian dia melepas bibirnya untuk memandang paras ayu Luna, dan mengembalikan lagi bibirnya ke bibir ranum tipis itu untuk mengecupinya selama beberapa saat sebelum melepaskannya lagi


Kemudian Ken menyentuhkan keningnya ke kening Luna, tanpa melepaskan lengannya dari tubuh gadis itu. Ia semakin mengeratkan pelukannya dan Luna dapat merasakan hasratnya yang menempel di perutnya.


Luna mencoba bergerak, menggesekan tubuhnya yang menempel di tubuh Ken dan pria itu mengerang. "Kau membuatku gila, Luna William." Bisiknya lirih. Ia mengecupi tepian wajah Luna hingga mencapai cuping telinganya.


"Hentikan, Ken. Kau membuat sekujur tubuhku mati rasa!!"


"Apa kau menikmatinya, Sayang?" Ken menyeringai. "Aku tidak ingin kau pergi, Luna. Dan aku juga tidak ingin kontrak nikah ini berakhir. Akan ku buat kau jatuh cinta padaku, dan biarkan sekarang aku mengejar cintamu!!"


Luna terpaku mendengar setiap kata yang keluar dari bibir Ken, sekarang dia bingung harus menjawab apa. Karena menurut Luna masih terlalu awal untuk meyakini perasaannya.


Karena Luna tidak percaya dengan cinta pada pandangan pertama, dan bukan maksud Luna meragukan Ken. Hanya saja terlalu tiba-tiba.


Ken memeluk tubuh Luna sambil menyandarkan dagunya pada bahu kanan Luna. "Aku bersungguh-sungguh dengan apa yang aku katakan, Luna. Kau boleh tidak mempercayainya, tapi aku pasti akan membuktikannya."


"Ini sudah larut malam, Ken. Sebaiknya kita masuk." Luna bangkit dari duduknya dan meninggalkan Ken begitu saja.


"Aku memang seorang bajingan, tapi aku selalu bersungguh-sungguh dengan perasaanku!! Dan jangan panggil aku, Ken Zhao, jika tidak bisa meluluhkan hatimu!!!"

__ADS_1


-


Kehangatan menyelimuti kebersamaan Luna dan Daniel. Gadis itu baru saja selesai memandikan Daniel dan saat ini sedang mengganti pakaiannya.


Luna tersenyum lebar. "Sekarang Daniel sudah tampan dan harum," ucap Luna memperhatikan bocah laki-laki itu.


"Kakak cantik, terus terang saja Daniel tidak suka Kakak cantik jadi istri papa!! Pokoknya setelah Daniel dewasa, daniel akan merebut Kakak cantik dari papa. Lalu Daniel akan menikahi kakak cantik, kakak cantik harus jadi istri Daniel!!!"


"Kalau bermimpi jangan terlalu tinggi, Bocah!!" sahut seseorang dari belakang.


Ken menghampiri Luna dan Daniel lalu mengangkat tubuh mungil bocah laki-laki itu dan menjauhkan dia dari Luna. "Hei, bocah!! Sebaiknya menjauh dari istri Papa!!"


"Yakk!! Papa, apa-apaan kau ini? Uhh, cepat turunkan aku." Daniel terus meronta dan meminta sang Ayah untuk menurunkannya.


Lalu Ken menurunkan Daniel di atas sofa di sudut kamar. "Anak kecil tidak boleh dekat-dekat dengan orang dewasa, kau harus menjaga jarak dari Kakak cantik, mengerti!!!"


"Uhh, dasar Papa Iblis, sama anak sendiri tidak mau ngalah!!" gerutu Daniel sambil melipat tangannya, bocah itu membuang muka ke arah lain.


Luna menghela nafas panjang. "Ada apa denganmu, Ken Zhao?! Kenapa kau begitu kekanakan? Dan sebagai seorang ayah, seharusnya kau mengalah pada putramu!!"


"Bukankah aku sudah bilang, aku akan mengalah untuknya dalam hal apapun. Kecuali dirimu, aku tidak bisa membagi istriku dengan siapapun termasuk Daniel!!" tegas Ken.


Luna memutar mata Jengah. Berbicara dengan Ken lama-lama membuat Kepalanya pusing sendiri, kemudian ia menghampiri Daniel dan membawa bocah laki-laki itu ke dalam gendongannya.


"Sayang sebaiknya sekarang Kakak Cantik menyuapimu, sudah biarkan saja papamu yang kekanakan itu!!" Luna pergi begitu saja, dan meninggalkan Ken sendiri di kamar Daniel.


Dan sementara itu...


Daniel yang merasa menang terlihat menjulurkan lidahnya pada saat Ayah. Dia mengejek Ken, karena Luna lebih memilih dirinya. Sementara Ken hanya bisa mendengus berat. Dan ia hanya bisa merelakan luna lebih memilih Daniel daripada dirinya.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2