PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Ilona Kena Mental


__ADS_3

Luna yang sedang berbaring nyaman di kamar merasa terganggu dengan keributan yang terjadi di luar. Penasaran siapa yang membuat ribut pagi-lagi begini, dia pun memutuskan untuk keluar dan melihatnya.


Dari lantai dua kediaman Zhao. Luna melihat keberadaan wanita yang pastinya adalah Ilona. Dia sedang berbicara dengan Daniel, sepertinya wanita itu mencoba meracuni pikiran bocah polos tersebut.


"Untuk itu Daniel harus menjauhi istri muda, Papa. Kau tau tidak, jika ibu tiri itu sangat kejam dan jahat. Dia memang baik di awal tapi lihat saja nanti, pasti berubah menjadi singa betina yang suka memakan orang. Lihat saja nanti, bagaimana dia akan memperlakukanmu."


Daniel menyentak tangan Ilona dari bahunya lalu berkacak pinggang. "Justru kaulah yang orang jahat. Mana ada mama kandung yang menelantarkan anaknya sendiri. Jika aku anak kandungmu, berarti kamu selingkuh dengan papa kandungku. Aku memang anak Papa Ken, tapi dia bukan Papa kandungku. Tapi dia Pamanku, dia mau menjadi Papaku agar aku tidak sedih karena tidak memiliki, Papa."


"Dan kau!! Kau itu wanita jahat. Sukanya menindas anak kecil. Bahkan kau juga menindas kakak cantik, jangan kamu pikir aku anak kecil maka kau bisa mencuci otakku apalagi mempengaruhiku. Dan bagaimana bisa kau mengakui jika dirimu adalah istri Papa, sedangkan foto pernikahanmu dan Papa saja tidak ada!!" Ujar Daniel panjang lebar.


"Daniel, Kau?!"


Ilona benar-benar kena mental sekarang. Niatnya mau menghancurkan Luna melalui Daniel, dia pikir bocah itu bisa dikendalikan dengan sangat mudah. Tapi dugaannya salah. Daniel benar-benar tidak bisa di cuci otaknya.


Dan sementara itu...


Ken, Nenek Zhao dan Luna menyeringai puas. Mereka sama-sama tidak menyangka jika anak sekecil Daniel bisa memiliki lidah setajam pisau. Luna terlebih lagi, dia mendapatkan hiburan gratis dan menyenangkan di pagi hari begini.


Dan rasanya tidak cukup jika hanya Daniel saja yang membuat wanita ular berkepala domba itu terkena mental. Ia juga harus mengambil peran.


"Aduhh..."


Suara Luna yang cukup keras menyita perhatian Ken dan yang lain. Mereka menoleh pada sumber suara. Mata Ken sontak membelalak melihat Luna yang duduk bersimpuh di lantai. "Luna!!" Serunya lalu menghampiri Luna.


"Sayang, kau kenapa?" Ken menatap Luna cemas.


"Uhh, aku tadi dengar ribut-ribut jadi memutuskan untuk keluar. Tapi aku sangat kesulitan untuk berjalan. Kau sih yang semalam bermain terlalu kasar, jadinya istri tercintamu ini tidak bisa berjalan. Untuk itu kau harus menggendongku." Luna merengek manja pada Ken.

__ADS_1


Dia sengaja ingin membuat Ilona semakin panas dan kesal. Makanya Luna sampai meninggikan suaranya dengan sengaja ketika membahas mengenai apa yang dia lakukan dengan Ken semalam.


"Dasar kau ini. Aku pikir kau kenapa, membuat cemas saja. Sekarang kau ingin kemana? Kembali ke kamar atau turun dan sarapan bersamaku, Nenek dan Daniel?" Tanya Ken memastikan.


Luna tidak menjawab dan hanya menunjuk ke bawah. Ken menganggu mengerti, lalu dia membopong Luna dan membawanya menuruni tangga. Tangan wanita itu bergelayut manja pada leher Ken dengan kepalanya bersandar pada dada bidang pria bermarga Zhao tersebut.


"Nah, itu baru pasangan yang sempurna." Ucap Nenek Zhao melihat kecocokan Ken dan Luna.


"Daniel setuju dengan, Nenek Buyut. Jika dilihat-lihat mereka memang cocok dan serasi. Kali ini Daniel akan mengalah dan memberikan Kakak cantik pada Papa," ujar bocah itu menyahuti.


Melihat semua orang yang berada di kediaman keluarga Zhao sangat menyukai Luna membuat Ilona kesal Setengah Mati. Bahkan nenek Zhao juga terlihat menyukainya. Sifat yang ditunjukkan sangat berbanding balik, ketika dirinya masih menjadi istri Ken.


Perhatian Ken, cara dia memperlakukan Luna. Membuat Ilona sangat kesal dan marah, karena selama dia menjadi istrinya, tak sekalipun kan bersikap manis apalagi hangat dan seperhatian itu pada dirinya. Ken selalu bersikap dingin dan acuh, seolah-olah ia bukan bagian dari keluarga Zhao.


Ilona pikir, kehidupannya akan berubah total setelah menjadi istri Ken. Dia akan menguasai seluruh harta dan kekayaan yang Ken memiliki, bukannya salah. Jangankan menguasai seluruh hartanya, bahkan dia juga tidak bisa menjadi nyonya besar di keluarga suaminya.


Semua rencana yang ia susun bersama ayah dan ibunya, benar-benar gagal total. Untungnya kan tidak pernah tahu, jika ayah Ilona lah dalang dibalik kecelakaan yang menimpa Ken waktu itu.


Kemudian kan menurunkan Luna. Sambil meringis menahan nyeri di paha dalamnya, Luna mendekati Ilona. Seringai tampak di bibir merah mudahnya.


"Kakak Ilona, apa yang membuatmu datang kemari sepagi ini. Apa kau ingin menumpang sarapan di sini? Kebetulan sekali, pelayan kami memasak banyak hari ini. Jika kau tidak keberatan, bagaimana jika kau Ikut sarapan bersama kami saja?"


"Sarapan satu meja denganmu!! Aku tidak sudi, lagi pula Siapa yang datang untuk meminta sarapan?!"


Luna bersidekap dada dan menatap Ilona meremehkan. "Jika kau datang bukan untuk ikut sarapan lalu untuk apa? Bukankah datang ke kediaman orang lain, selalu membuat onar dan keributan adalah kebiasaan seorang pengemis tak berotak."


"Aku pikir Kakak Ilona adalah salah satunya. Ternyata aku salah ya? Upps, maaf. Sepertinya aku berbicara keterlaluan ya, maaf Kakak Ilona. Jangan dimasukkan ke dalam hati ya, karena aku hanya asal bicara saja." Luna menyeringai. Ucapan Luna membuat Ilona semakin kesal dan marah.

__ADS_1


Kedua tangan Ilona terkepal kuat. Iris hitamnya berkilat tajam, dia rasa Luna benar-benar sudah keterlaluan. Ilona mengangkat tangannya dan...


Plakk...


Tangan Ilona ditahan oleh Ken sebelum menyentuh wajah Luna. Wanita itu tersungkur ke lantai, setelah tamparan keras Ken mendarat mulus di pipinya. Buru-buru nenek Zhao memeluk Daniel supaya bocah laki-laki itu tidak melihat kekerasan yang dilakukan ayahnya.


"Aku sudah muak dengan kelakuanmu, sebaiknya pergi sekarang sebelum kesabaran ku semakin habis. Jangan pernah kembali atau kau akan menanggung akibatnya!!"


"Ken, kau~" ilona menghentakkan kakinya kesal. Lalu pandangannya bergulir pada Luna. "Ini masih belum berakhir. Aku pasti datang kembali untuk menghancurkanmu, tidak akan kubiarkan kau bahagia bersama Ken!! Ingat itu baik-baik!!" ilona menunjuk Luna dan pergi begitu saja.


Pagi hari yang seharusnya tenang dan damai berubah ricuh karena kedatangan Ilona. Wanita itu membuat onar dan keributan di kediaman Zhao.


Mungkin banyak yang bertanya-tanya bagaimana Daniel tahu jika Ken bukanlah Ayah kandungnya. Ken telah memberitahu Daniel jika dia bukanlah Ayah kandungnya melainkan pamannya. Ken tidak ingin merahasiakan apapun dari bocah itu, karena lebih baik Daniel tahu kebenaran itu dari dirinya daripada orang lain.


Awalnya Daniel sangat terpukul, ketika mengetahui jika dirinya sudah tidak memiliki orang tua lagi. Tapi Ken meyakinkan pada bocah laki-laki itu, jika dia masih memiliki dirinya. Orang yang akan menjadi Ayah Daniel, menggantikan kedua orangnya yang telah bahagia di surga.


"Cih, dasar ular betina itu. Apa dia tidak lelah mencari masalah dengan kita. Ken, sepertinya dia sangat terobsesi untuk kembali padamu. Sebaiknya kita lebih berhati-hati lagi, dia cukup berbahaya." ucap Luna.


Nenek Zhao mengangguk. "Nenek sependapat dengan Luna. Ken, kau harus segera mengambil tindakan sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan."


"Kalian berdua tenang saja, aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi wanita itu. Sebaiknya kita sarapan sekarang, sebelum makanannya menjadi dingin." Ujar Ken.


"SETUJU!! Kebetulan sekali daniel juga sudah sangat lapar," sahut bocah itu sambil memegangi perutnya.


Luna terkekeh geli. Dengan gemas dia mencubit pipi gembil Daniel. "Dasar kau ini!!" lalu keempatnya berjalan menuju meja makan. Sarapan mereka harus tertunda karena kedatangan Ilona yang sangat tidak diharapkan.


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2