
"Hm, jadi dia adalah suamimu. Omo!! Tunggu, kau bilang apa tadi? KEN ADALAH SUAMIMU?!"
Luna menutup kedua telinganya karena pekikan keras sang kakak. Luna sudah bisa menebak jika kakaknya ini akan memberikan respon yang berlebihan setelah otaknya memproses apa yang dia katakan selama beberapa detik.
Pria itu 'Aiden' memang sedikit lamban dalam memproses sesuatu. Itulah kenapa dia tidak langsung tanggap pada apa yang Luna katakan.
"Luna, bisakah kau mencubit Kakak? Rasanya Kakak masih belum percaya jika kalian berdua menikah. Kakak tau betul Ken itu pria seperti apa, dan mana mungkin patung es berjalan seperti dia bisa tertarik pada wanita, apalagi sampai jatuh cinta dan kemudian menikah. Rasanya itu sangat mustahil!!"
Luna mengangkat bahunya. "Terserah Kakak mau percaya atau tidak. Tapi aku dan Ken benar-benar sudah menikah. Dan jika Kakak tidak percaya, lihat ini." Luna menunjukan sebuah foto dimana dia, Ken dan Daniel tengah tersenyum bersama ke arah kamera.
Aiden menggeleng. "Oh astaga, mimpi apa aku semalam. Sampai-sampai aku mendapatkan berita yang begitu menghebohkan. Tidak bisa, ini tidak bisa dibiarkan. Tao, aku harus memberitahunya jika si patung es telah menikah." Ujar Aiden berapi-api.
Mendengar apa yang Aiden katakan. Membuat Luna menjadi sedikit tertarik untuk mengetahui Ken itu pria yang seperti apa. Sepertinya mereka saling mengenal dengan sangat baik.
Luna meletakkan kedua lengannya di atas meja kerja Aiden. "Kak, memangnya Ken itu pria seperti apa?" Tanya Luna dan membuat perhatian Aiden kini teralihkan sepenuhnya padanya.
"Ken, ya? Dia itu pria paling dingin yang pernah aku kenal dalam hidupku. Arogan dan bermulut tajam. Dia juga tidak akan segan-segan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi jalannya."
"Saat masih duduk di sekolah menengah akhir, dia pernah terlibat perkelahian dengan kelompok gangster. Dia tidak terima melihat Kakak dan Tao dibuat babak belur oleh mereka. Sedikitnya 7 nyawa melayang sia-sia di tangan Ken dan puluhan luka-luka hingga patah tulang."
"Mungkin terdengar mustahil Ken yang hanya sendiri bisa mengalahkan puluhan gangster, tapi itulah yang terjadi. Dan Kakak adalah saksinya. Ken itu sadis, tapi setia kawan."
"Dan jujur saja Luna, Kakak merasa tenang tapi juga cemas mengetahui kau memiliki hubungan dengannya. Tapi Kakak yakin dia pasti bisa melindungi mu dengan baik." Tutur Aiden panjang lebar.
Luna terdiam selama beberapa saat. Seketika dia teringat pada perkelahian Ken semalam, dia begitu bringas dan sadis. Luna seperti melihat sosok iblis dalam diri Ken ketika dia sedang berkelahi.
__ADS_1
"Apa yang kau lamunkan?" Tegur Aiden dan segera menyadarkan Luna dari lamunan panjangnya. Gadis itu mengangkat wajahnya dan menggeleng.
"Tidak ada. Kak, sepertinya aku sudah terlalu lama di sini. Aku pergi dulu ya," Luna bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Bahkan dia tidak menghiraukan teriakan Aiden yang memintanya untuk berhenti.
Aiden mendesah berat. "Huft, dasar gadis ini. Padahal aku ingin bertanya soal Ken. Aku kan juga ingin bertemu dengan bocah itu. Sepertinya aku harus ikut Luna. Yakk!! LUNA WILLIAM, TUNGGU KAKAK!!"
🌺
🌺
Luna dan Aiden tiba di mansion Zhao. Keduanya berjalan beriringan memasuki bangunan megah nan mewah itu. Beberapa pelayan memperhatikan mereka berdua, mungkin mereka bertanya-tanya sisakan pria yang datang bersama Nona Mudanya itu.
Keduanya berjalan beriringan menaiki tangga menuju kamar Ken yang berada di lantai dua. Luna telah menceritakan apa yang menimpa Ken semalam pada Aiden.
"Luna, kau dari mana saja dan kenapa dari pagi ponselmu tidak bisa dihubungi, apa kau tau jika aku sangat mencemaskan mu!!" Saat tiba di dalam kamar Ken, Luna langsung diserbu beberapa pertanyaan oleh pria itu.
Ken memicingkan matanya. "Ingin bertemu denganku?" Luna mengangguk. "Siapa?" Tanya pria itu penasaran.
"Aku!!" Sahut Aiden dari arah pintu.
Mata Ken membelalak saat Aiden tiba-tiba berlari kearahnya dan kemudian memeluknya."Huaaa..!! Bocah Iblis, akhirnya aku bisa menemukanmu!!! Huhuhu, pergi kemana saja kau selama ini? Apa kau tau betapa frustasinya aku karena tidak bisa menemukanmu." Aiden memulai dramanya. Drama menggelikan yang membuat Luna ingin muntah.
Sadar mereka membutuhkan waktu untuk berbincang dan melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Luna pun memutuskan untuk meninggalkan mereka. Dan Ken tidak menahan ataupun menghentikannya.
Selepas kepergian Luna, keheningan menyelimuti kebersamaan mereka berdua. Baik Ken maupun Aiden sama-sama diam dan tidak ada yang mau bicara.
__ADS_1
"Jika kau datang kemari hanya untuk diam seperti orang bodoh, sebaiknya kau pergi saja!!"
Sontak Aiden mengangkat wajahnya. "Dasar Iblis, kenapa mulutmu tetap saja tajam seperti silet. Apa begini sikapmu setelah tidak berjumpa dengan sahabat lamamu?!"
Ken memutar jengah matanya. "Ck, Raja Drama!!" Dia mencibir dan membuat Aiden mempoutkan bibirnya.
"Bagus hanya kau saja, jika Tao juga ada di sini. Bisa-bisa aku mati berdiri karena kalian selalu menyudutkan ku. Bagaimana, apakah kalian masih berhubungan baik?" Tanya Aiden memastikan.
Ken mengangguk. "Mungkin akhir bulan ini Panda itu akan datang kemari, dia bilang merindukan kita berdua." Ucap Ken.
"Aku juga sangat merindukannya. Aku rindu masa lalu. Begitu indah dan penuh warna, dimana kita masih bisa hidup bebas dan menggila. Apakah semua itu masih bisa terulang kembali?" Aiden membayangkan hal indah yang terjadi dimasa lalu.
"Tentu saja bisa, kita hanya perlu melakukannya. Apa sulitnya, tapi setelah Panda itu kembali."
"Ide yang bagus. Oya, Ken. Aku lupa ingin menanyakan hal ini padamu. Bagaimana kau dan Luna bisa bertemu kemudian memutuskan untuk menikah secara kontrak?"
Ken menatap Aiden yang tampak serius menatapnya dan mendesah berat. "Apa kau ingat aku pernah bercerita padamu dan Tao, saat aku masih remaja, aku memiliki tetangga yang sangat jahil dan menyebalkan?! Meskipun dia selalu membuatku kesal, tapi dia juga yang membuatku nyaman. Akhirnya kami dekat dan bersahabat baik. Sebenarnya..." Ken mengambil jeda dalam kalimatnya.
Ken kembali menatap Aiden dengan serius."Dan Luna adalah gadis kecil itu. Aku pernah berjanji akan menikahinya ketika dia berusia 20 tahun. Saat dia datang padaku malam itu, aku tau itu adalah dia. Tapi yang membuatku tak mengerti, kenapa dia bisa tidak mengenaliku. Setelah aku menyelidikinya. Aku menemukan satu fakta, Luna pernah mengalami kecelakaan dan hilang ingatan!!" Ujar Ken panjang lebar.
"Lalu alasan kenapa kau menikahinya secara kontrak?"
Ken mengangkat bahunya. "Tidak ada, aku hanya ingin menahan dia tetap di sisiku. Aku tidak ingin Luna pergi, dan saat kontrak nikah kami berakhir, aku akan menikahinya secara resmi." Ujar Ken memaparkan.
"Dasar gila!!"
__ADS_1
-
Bersambung.