
Ilona menyeka air matanya lalu berhambur ke dalam pelukan Ken. "Aku merindukanmu, Ken." bisik ilona lirih.
Alih-alih membalas pelukan wanita itu. Ken malam mendorong Ilona, dan melepaskan pelukan wanita itu secara paksa. Dorongan keras Ken membuat Ilona tersungkur di lantai.
Wanita itu mengangkat wajahnya dan menatap Ken tidak percaya. "Ken, kenapa kau mendorongku? Aku sangat merindukanmu, dan begini kah caramu bersikap padaku?"
"Memangnya kau berharap aku bersikap seperti apa padamu? Menyambutmu, memelukmu sambil mengatakan Aku merindukanmu? Jangan terlalu berharap, apalagi bermimpi terlalu tinggi. Kau dan aku sudah berakhir, terima saja kenyataan. Jika kau dan aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi!!"
"Ken, kenapa kau kejam sekali padaku? Aku tahu aku salah, kembali untuk memperbaiki semuanya. Beri aku satu kali kesempatan lagi, aku akan memperbaiki sikapku, dan aku akan menyayangi Daniel. Memperlakukannya seperti Putra aku sendiri. Jadi aku mohon berikan aku satu kali kesempatan."
"Sudah Terlambat, sudah tidak ada tempat untukmu lagi. Pergilah aku masih banyak kerjaan,"
"Tapi, Ken~"
"Keluar!!" Ken menarik Ilona lalu mendorong wanita itu, hingga dia tersungkur di depan pintu ruang kerja Ken.
BLAM!!
Bantingan keras pada pintu membuat Ilona nyaris terkena serangan jantung. Pintu di depannya kembali tertutup rapat.
Ilona mengepalkan tangannya. Ken baru saja mempermalukan dirinya, dan kini dirinya menjadi pusat perhatian, orang-orang menatapnya dengan pandangan mencibir dan mencemooh.
"Tetap di sana, dan jangan pergi ke mana pun!!"
Pintu itu kembali terbuka, dan terlihat Ken yang keluar dari pintu tersebut Lalu melewati Ilona begitu saja. Bahkan Ken tidak menghiraukan teriakannya, ilona tidak tahu dengan siapa dia sedang bertelepon, tapi Ken terlihat sangat cemas dan panik.
"Mungkinkah itu, Daniel? Jangan-jangan terjadi sesuatu pada bocah sialan itu!!" Gumam Ilona.
Tau ada kesempatan bagus, tentu saja Ilona tidak menyia-nyiakannya begitu saja. Wanita itu segera berdiri dan menyusul Ken yang sudah meninggalkan kantornya. Ilona akan menggunakan kesempatan ini untuk menarik kembali perhatian Ken.
__ADS_1
🌺
🌺
"Tetap di sana, dan jangan pergi ke mana pun!!"
Klik...
Luna memutuskan sambungan teleponnya. Ken akan segera datang, dari reaksi dan cara bicaranya, pria itu sangat panik dan cemas saat ia mengatakan jika dirinya mengalami kecelakaan.
Untung saja luka yang Luna alami hanya luka ringan saja. Keningnya sedikit memar, tapi tidak sampai berdarah. Dan juga cedera ringan pada pergelangan kaki kanannya. Bahkan dia masih bisa mengemudi sendiri, hanya saja Luna ingin melihat Bagaimana reaksi Ken saat tahu dirinya mengalami kecelakaan.
Sungguh diluar dugaan Luna. Ken begitu panik, bahkan dia rela meninggalkan pekerjaannya padahal ini masih jam kerja.
Dan alasan lain meminta Ken datang, untuk memancing kedatangan mantan istri suaminya itu. Jika Wanita itu sudah datang, bisa dipastikan dia akan langsung menemui Ken, dan wanita itu akan mengikuti kemanapun Ken pergi.
Ckit...
"Luna," seru Ken seraya menghampiri gadis itu. "Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kau bisa sampai mengalami kecelakaan? Apa kau terluka, di mana lukanya? Bagaimana kalau kita ke rumah sakit sekarang?"
Kepanikan terlihat jelas dari raut wajah Ken. Ken menangkup wajah Luna, memastikan apa ada luka di wajahnya. Tapi tidak ada selain luka memar di keningnya. Lalu Ken juga memeriksa bagian tubuh lainnya, dia juga tidak menemukan luka berarti selain memar pada pergelangan kaki kanannya yang sedikit membengkak.
"Tidak perlu, Ken. Aku tidak apa-apa, hanya luka kecil saja. Kau tidak perlu berlebihan seperti ini,"
"Berlebihan bagaimana, jelas-jelas aku sangat mencemaskan mu. Sebaiknya kita ke rumah sakit saja, aku takut kau mengalami luka dalam."
Lagi-lagi Luna menggeleng. "Tidak perlu, Ken!! Kenapa kau keras kepala sekali!!" ucap Luna menekan kalimatnya. "Ahh." gadis itu memekik keras, dan refleks memeluk leher Ken. Ketika pria itu mengangkatnya bridal style.
Tiba-tiba sebuah taxi berhenti di depan mereka. Sosok wanita berambut pendek menghampiri mereka berdua. "Ken, siapa perempuan itu? Kenapa kau menggendongnya?! Cepat turunkan dia, aku tidak suka melihat dia menempel padamu!!" Ucap wanita itu yang pastinya adalah Ilona.
__ADS_1
Luna pun memanfaatkan situasi tersebut untuk semakin menempel pada Ken. Posisinya saat ini sangat menguntungkan. Sepertinya membuat wanita itu kesal akan sangat menyenangkan.
"Enak saja meminta Ken untuk menurunkanku. Sebenarnya Bibi ini siapa? Dan kenapa seenaknya saja memerintah suamiku. Terserah dong Ken mau menggendongku atau tidak, itu adalah haknya. Lagipula aku tidak bisa berjalan karena kakiku cidera,"
"Tunggu!! Apa kau bilang? Suami, kau mengakui Ken sebagai suamimu?! Apa-apaan kau ini hah?!" Bentak Ilona penuh emosi. "Ken, jelaskan padaku. Apa benar perempuan ini adalah istrimu?!"
Ken tidak memberikan jawaban apa-apa. Pria itu mencium bibir Luna di depan mata Ilona, bukan hanya sekedar mencium saja, tapi juga *****@* dan memagutnya. Meskipun sedikit terkejut dengan apa yang Ken lakukan. Namun Luna cepat mengerti apa yang Ken inginkan, gadis itu bekerja sama dengan sangat baik.
Luna menangkup wajah Ken dan *****@* bibirnya. Membuat seringai tercetak semakin lebar di bibir pria bermarga Zhao tersebut. Sedangkan Ilona yang merasa terbakar cemburu tak lantas tinggal diam. Dia segera memisahkan mereka dengan cara menarik Luna dan Ken secara bersamaan.
"Kalian sudah gila ya?! Bisa-bisanya berciuman di tempat umum. Dan kau wanita jal@ng, berani sekali kau menggoda suamiku!!!"
Luna meletakkan sebelah tangannya di telinga."Bibi, apa yang kau katakan? Aku tidak mendengarnya, bisakah kau mengulanginya lagi? Kau bilang Ken apa?" Tanya Luna pura-pura tak mendengarnya.
"KEN ADALAH SUAMIKU!!!"
"Dasar halu. Jelas-jelas sudah di ceraikan masih saja mengaku sebagai istrinya. Aku ini adalah istrinya yang sah. Ini buktinya, ini adalah cincin pernikahan kami. Mau bilang apa kau sekarang?" Luna menatap Ilona dengan pandangan meremehkan.
Lalu pandangan Luna bergulir pada Ken yang juga menatap padanya. "Sayang, ayo pulang. Kepalaku tiba-tiba pusing dan kakiku berdenyut terus." Ucap Luna dengan nada manja. Kepalanya bersandar pada dada bidang Ken yang tersembunyi di balik kemeja hitamnya.
Ken mencium kening Luna lalu mengangguk."Baiklah, ayo kita pulang. Aku akan menghubungi bengkel supaya mobilmu segera di perbaiki."
"Aku ingin mobil baru, kemarin aku melihat ada mobil sport keluaran terbaru dan belum ada yang memilikinya. Bisakah aku jadi yang pertama memilikinya. Apalagi itu di desain khusus untuk wanita." Rengek Luna manja.
"Tentu saja, Sayang. Apapun untukmu." Jawab Ken dan membuat senyum di bibir Luna mengembang semakin lebar. Lalu pandangannya bergulir pada Ilona yang tampak marah. Gadis itu menjulurkan lidahnya dan mencibir wanita tersebut.
"Kalian berdua keterlaluan. Lihat saja aku akan membalas kalian!!"
-
__ADS_1
-
Bersambung.