PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Luna Hamil Lagi


__ADS_3

"Hoek.. Hoek... Hoek...!!!"


Ken yang sedang tertidur pulas terkejut mendengar suara derit ranjang yang begitu keras di susul dengan suara muntah-muntah Luna. Pria itu menyibak selimutnya lalu menyusul Luna yang sedang berada di dalam kamar mandi.


Di dalam sana Luna terus saja muntah-muntah, tapi tak ada apapun dalam perutnya yang keluar. "Luna!!" Seru Ken dan segera menghampiri istrinya itu. "Kau kenapa?! Apa kau sakit?!" Tanya Ken memastikan.


Luna menggeleng. "Aku sendiri tidak tau, tiba-tiba aku mual parah ditambah lagi tubuhku yang sedikit lemas. Mungkin karena sedikit kelelahan." Jelasnya.


"Kalau begitu besok pagi kita ke rumah sakit, kau terlihat kurang sehat dan wajahmu sedikit pucat." Ucap Ken yang kemudian di balas anggukan oleh Luna.


"Ayo, sekarang kita tidur lagi." Dia merangkul bahu istrinya, keduanya berjalan beriringan meninggalkan kamar mandi.


-


-


Pagi-pagi sekali Luna meminta salah seorang pelayan di rumah ayahnya pergi ke apotik untuk membeli tes pack.


Luna ingin memastikannya terlebih dulu sebelum pergi ke dokter, karena tanda-tanda yang dia alami saat ini sama persis dengan saat dirinya mengandung si kembar. Meskipun tidak separah ketika hamil mereka berdua.


Luna sengaja tidak makan atau minum apapun terlebih dulu. Supaya hasilnya lebih akurat. Ketika kembali ke kamarnya, Luna mendapati Ken yang masih tertidur pulas. Wanita itu itu menghiraukannya, dia langsung melesat masuk ke dalam kamar mandi.


Dengan tidak sabaran, wanita itu langsung melakukan tes urine, dan betapa terkejutnya Luna saat melihat dua garis merah sejajar pada alat tersebut. Air matanya sampai jatuh saking tak kuasa menahan rasa harunya. Dia hamil lagi, Tuhan memberinya sebuah Miracle.


Wanita itu menyeka air matanya dan keluar dari kamar mandi. Luna sengaja tidak langsung memberi tahu Ken karena ingin memberikan sebuah kejutan kecil pada suaminya. Dia akan memberi tau Ken nanti setelah dia bangun.


"Eo, Ken kau sudah bangun." Kaget Luna saat keluar dari kamar mandi dan mendapati sang suami telah bangun.


"Hn, aku baru saja bangun. Apa kau mual lagi?" Luna menggeleng.


"Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu. Sebaiknya segera mandi. Meskipun ini musim panas, tapi saat pagi hari udaranya lumayan dingin. Cepat mandi, aku akan menyiapkan pakaian untukmu."


"Berlengan!!" Ucap Ken dengan cepat.

__ADS_1


Luna menggeleng. "Tanpa lengan, jika kau memakai yang berlengan bagaimana aku bisa menikmati tribalmu. Bukankah putri kecilmu itu juga menyukai Papanya yang memakai pakaian lengan terbuka!!" Jelas Luna sambil tersenyum lebar.


Dan Ken hanya bisa mendengus. Pria itu tak berkata apa-apa lagi, dilanjutkan bisa-bisa mereka malah terlibat perdebatan. Apalagi dengan sifat Luna yang tak pernah mau untuk mengalah, dan sikap Luna yang terlewat menyebalkan terkadang membuat Ken kesal sendiri.


"Dasar pemaksa!!" Dan Luna hanya terkekeh mendengar cibiran suaminya.


"Pemaksa-pemaksa begini bukankah kau sangat mencintaiku?! Sudah cepat mandi sana, sebelum airnya manjadi dingin." Ucap Luna.


"Iya, iya, dasar bawel!!" Ken mencubit pipi Luna saking gemasnya lalu pergi begitu saja. Dan lagi-lagi Luna hanya terkekeh geli melihat wajah sebal suaminya.


Wanita itu membuka tempat penyimpanan pakaian miliknya dan Ken lalu mengeluarkan sebuah Vest V Neck hitam, singlet putih dan celana jeans berwarna hitam pula. Luna tersenyum lebar dan berkata... "Sempurna!!"


Dan Luna sudah membayangkan bagaimana tampan dan Cool-nya Ken dalam balutan pakaian pilihannya tersebut.


Lima belas menit kemudian. Ken keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk saja. Dia menghampiri Luna yang sedang tersenyum lebar padanya, lalu pandangan Ken bergulir pada pakaian yang ada di atas tempat tidur, dia mendengus berat.


"Kenapa hanya di lihat saja, cepat pakai dan setelah ini aku ingin memberikan sebuah kejutan untukmu." Ucapnya.


"Setelah kau berganti pakaian, oke!! Jadi cepat pakai bajunya dan aku akan menunggumu di sini!!"


Dan Ken hanya bisa pasrah dengan sikap menyebalkan dan pemaksa istrinya ini. Tapi Ken juga tidak bisa menolaknya apalagi sampai membuat Luna kecewa.


Luna tak beranjak sedikit pun, dia terus memperhatikan Ken yang sedang memakai pakaiannya. Sudut bibir wanita itu tertarik ke atas, persis seperti yang dia bayangkan. Ken terlihat sangat sempurna dengan pakaian itu.


Kemudian Luna bangkit dari duduknya dengan membawa sebuah benda tipis ditangannya. Luna menatap Ken sambil tersenyum lebar, dia menunjukkan benda itu pada suaminya.


"Selamat, Tuan Zhao. Kita akan memiliki anak lagi," ucap Luna berkaca-kaca.


Wajahnya saat ini telah terarah pada wajah Ken yang juga menatapnya, memandangnya dengan senyum tipis yang mengembang. Ia kemudian menunjukkan testpack yang tadi pagi digunakannya pada suami tampannya ini


Ingin meledak rasanya dada Ken saat mengambil benda yang diserahkan Luna padanya. Tangannya gemetar dan matanya tampak berkaca-kaca. Ada dua garis merah sejajar di tengah benda tersebut. Raut wajah pria itu yang selalu dingin menunjukkan kegembiraan sekarang.


"Luna, ini?"

__ADS_1


Luna mengangguk. "Ya, aku hamil," kata Luna sambil tersenyum simpum.


Lalu Ken meletakan benda itu di meja rias, dengan tidak sabaran Ken meraih tengkuk Luna lalu membenamkan bibirnya pada bibir wanita itu.


Dil*matnya dengan penuh perasaan bibir mungil itu. Ia tidak tahu harus berkata apa sekarang, semua perasaan senang, takjub, gembira bercampur menjadi satu. Ken sangat bahagia sampai-sampai dia tidak bisa berkata-kata lagi.


-


-


Suasana pagi yang semula tenang dan hening seketika menjadi gaduh karena ulah Marcello yang sedang mengerjai paman-pamannya. Dan yang menjadi korbannya kali ini adalah Devan.


Dengan jahilnya, Marcell memberikan krim hitam di tangannya ketika Devan sedang mencuci muka. Dan parahnya dia tidak melihat apalagi memeriksa cermin setelah cuci muka. Alhasil wajahnya menjadi hitam seperti p*ntan panci yang gosong.


"A..Ada apa dengan kalian semua?! Kenapa kalian menatapku seperti itu?!" Heran Devan penuh kebingungan.


"Hahaha!! Paman, sebaiknya lihat dirimu sekarang. Astaga, kenapa wajah tampan mu berubah menjadi begitu menggelikan?!" Seru Daniel.


"Menggelikan bagaimana?! Jelas-jelas aku ini sangat tampan dan penuh pesona." Ucapnya penuh percaya diri.


Salah seorang pelayan menghampiri Devan dengan sebuah cermin kecil. Dan pelayan itu adalah orang yang kemarin terlibat permainan hebat dengannya. "Tuan bisa memeriksanya sekarang, apakah Tuan masih tetap setampan yang dimaksud atau tidak?!" Ucap pelayan itu.


Devan mengambil cermin itu. Kedua matanya membelalak dan... "SETAN!!" dia berteriak histeris lalu melempar cermin tersebut ke lantai. Sangat menggelikan karena Devan terkejut melihat mukanya sendiri.


Pria itu pun langsung melesat pergi ke kamarnya untuk mencuci mukanya. Sedangkan orang-orang yang ada di sana langsung tertawa terbahak-bahak.


Sedangkan Marissa yang juga menyaksikan semua hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala melihat kejahilan saudara kembarnya.


-


-


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2