PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Dua Bintang Kecil


__ADS_3

Kesal terlihat pada raut wajah Luna. Bertemu dengan wanita itu benar-benar merusak mood-nya.


Bagaimana tidak, dia berusaha menggoda dan merayu Ken tepat di depan matanya. Untungnya Ken tidak seperti kebanyakan pria yang akan langsung tergoda ketika melihat perempuan cantik.


Ken mendengus geli. Luna terus aja mamanyunkan bibirnya, bahkan setelah mereka tiba di kafe. Luna tetap tidak mau tersenyum sama sekali.


"Sampai kapan kau akan terus memasang wajah jelekmu itu, Luna Zhao?!" geram Ken sambil mencubit pipi Luna.


"Aw, Ken sakit!!" jerit Luna sambil mengusap pipinya yang baru saja di cubit oleh Ken.


"Salahmu sendiri, siapa suruh kau terus memanyunkan bibir mu seperti itu!! Ingat umur, Sayang. Kau bukan bocah berusia 5 tahun lagi!!"


"Jangan salahkan aku, tapi salah kan perempuan yang sok kecantikan itu. Dia benar-benar membuat mood berantakan. Apa dia buta?! Sampai-sampai dia tidak melihat jika kau sudah beristri!!"


Ken menyeringai dan menatap Luna dengan kerlingan nakal. "Cemburu, eh?!" goda Ken lalu membenamkan bibirnya pada bibir Luna. Tanpa pagutan apalagi l*matan.


Ken menangkup wajah Luna dan mengunci biner Hazel nya. "Dengarkan aku, Sayang!! Memangnya Apa yang perlu kau cemburui, bahkan aku tidak mengenal wanita itu meskipun pernah sekali bertemu. Dan apa kau lupa, jika cinta dan hatiku hanya untukmu." Ken menuntun tangan Luna dan meletakkan di dadanya.


"Rasakan ini, Luna. Jantung ini hanya berdetak untukmu, kau hanya perlu mempercayaiku, jika dirimu adalah satu-satunya wanita di dalam hidupku." Ujar Ken mencoba meyakinkan Luna jika tidak ada wanita lain yang bisa mengambil hatinya, apalagi merebut cintanya selain Luna.


Luna menurunkan tangan Ken dari dadanya lalu berhambur kedalam pelukan pria itu.


"Maafkan aku, Ken. Aku tidak pernah meragukan dirimu, apalagi cintamu untukku. Hanya saja aku merasa kesal, saat ada wanita lain yang mencoba untuk menggoda mu." Ujar Luna menyampaikan isi hatinya.


Ken membalas pelukan Luna. "Aku mengerti, itulah kenapa aku selalu berusaha menjaga perasaanmu." Ucap Ken lalu melepaskan pelukannya.


"Sekarang tersenyumlah, kau terlihat jelek jika ngambek begitu. Dan bisakah kita makan sekarang, aku sudah sangat kelaparan, Sayang."


Luna menghela napas panjang. "Baiklah."


-

__ADS_1


-


Wanita itu hanya bisa menunduk. Ketika pria didepannya memarahinya habis-habisan. Jangankan untuk menjawab, menatap matanya saja dia tidak berani. Pria ini terlalu mengerikan untuk dihadapi.


"Dasar bodoh!! Menaklukkan satu pria saja tidak bisa, lalu apa gunanya kecantikanmu jika tidak kau gunakan dengan baik!!" bentak dia itu penuh emosi.


Wanita itu mengepalkan tangannya, dia ingin menangis dan membalas ucapan pria tersebut tapi dia tidak memiliki keberanian. Dia arogan dan sangat tempramental, salah berbicara satu kata saja, bisa-bisa nyawanya melayang.


"Aku akan memberimu satu kesempatan lagi, tapi jika kali ini tetap gagal. Maka kau akan tahu apa akibatnya!! Sekarang pergilah, aku muak melihat wajah bodoh itu!!"


Wanita itu adalah salah satu orangnya. Tapi dia telah gagal mengambil hati seseorang Ken Zhao apalagi membuat dia jatuh ke dalam perangkap yang telah dia persiapkan, Ken memang orang yang sulit dihadapi apalagi diremehkan.


"Kali ini kau boleh menang, tapi lihat saja bagaimana aku akan menghabisi mu, seperti aku menghabisi keluargamu!!"


-


-


Sejak awal Ken sudah curiga jika wanita itu bukankah istri dari pria yang dihabisi beberapa hari yang lalu. Ken telah menyelidiki latar belakang keduanya. Dan mereka sama-sama masih lajang, yang artinya hubungan suami istri di antara mereka berdua adalah palsu.


Lagipula Ken bukanlah orang bodoh yang mudah untuk ditipu dan diperdaya. "Tao, aku memiliki tugas baru untukmu. Jika kali ini kau berhasil dalam tugasmu, aku akan menaikkan gajimu menjadi dua kali lipat!!"


Mendengar jika gajinya akan dinaikkan dua kali lipat. Membuat mata Tao langsung berbinar senang. "Memangnya tugas apa, Bos?" tanya Tao begitu bersemangat.


Ken melemparkan selembar foto ke atas meja."Aku ingin kau mendekati wanita ini, dan galih informasi sebanyak-banyaknya tentang paman ketiga-ku. Aku tidak mau tahu bagaimana caramu melakukannya, aku hanya ingin hasil akhirnya!!" tegas Ken.


"Itu adalah hal yang sangat mudah, Bos. Masalah seperti ini, aku adalah ahlinya!!" jawab Tao begitu percaya diri.


"Bagaimana denganku, Bos? Masa hanya Tao yang diberi tugas dan naik gaji, aku juga mau!!" Felix tak mau kalah.


"Aku juga sudah mempersiapkan tugas untukmu. Malam ini pergilah ke club' malam yang ada di alamat ini, temukan seorang pria bernama Jhoni Ming. Semua informasi tentang pria itu ada di sini. Kau tinggal membaca dan memahaminya."

__ADS_1


"Kali ini kau pergi ke sana bukan sebagai Felix Nam, tapi sebagai Felisha!! Dan ini adalah atribut yang harus kau kenakan ketika menemui pria hidung belang itu!!"


Felix membuka bingkisan yang Ken berikan padanya dan kedua matanya langsung membelalak sempurna setelah melihat apa isi di dalamnya. "Bos, Ini!!!"


"Gaji mu akan aku naikkan tiga kali lipat jika kau berhasil menyelesaikan tugas yang aku berikan. Tapi jika kau gagal, maka aku akan memotong gaji mu sebesar 20%. Jadi gunakan kesempatan yang kau miliki ini dengan baik!!"


Ken bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Meninggalkan dua orang itu di dalam ruangan pribadinya. Ken Ken kembali ke kamarnya karena mungkin saja Luna sedang menunggunya.


-


-


Ken menutup kembali pintu kamarnya lalu menghampiri Luna yang sedang duduk termenung di ambang jendela sambil menatap bulan purnama yang berpendar indah di atas sana. Pria itu membuka kemejanya dan meletakkan asal lalu menghampiri sang dara.


"Kenapa belum tidur?" Ken melingkarkan kedua tangannya untuk memeluk Luna.


"Aku masih belum mengantuk, apa pekerjaanmu sudah selesai." Ken mengangguk."Ken, lihatlah dia bintang kecil di sana. Bukankah mereka sangat indah dan bercahaya terang? Mereka seperti perwujudan anak kita yang saat ini telah bahagia di Surga."


Ken menatap mata Luna yang tampak berkaca-kaca. Lalu dia membawa wanita itu untuk bersandar pada dada bidang miliknya yang tersembunyi di balik singlet putihnya.


"Jangan melihatnya, jika itu hanya membuatmu merasa sesak. Mereka sudah bahagia di Surga, jadi untuk apa kau masih terus mencemaskan mereka?! Ini sudah larut malam, sebaiknya kita tidur dan aku tidak ingin mendengar kata tidak!!"


Luna mengangkat wajahnya dari pelukan Ken dan menatap langsung ke dalam iris matanya yang penuh ketegasan tersebut. Luna tidak berani membantah dan dia hanya mengangguk, mengiyakan perintah suaminya.


"Baiklah."


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2