PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Aku Sangat Bahagia


__ADS_3

Daniel begitu menikmati kebersamaannya bersama Luna dan Ayahnya. Keinginannya untuk menjadikan Luna sebagai Ibu sambungnya menjadi kenyataan. Ternyata mereka sudah saling mengenal dan telah menikah diam-diam.


Dan di sini mereka sekarang...


Daniel mengajak mereka berdua pergi ke taman bermain. Senyum tak pudar sedikitpun dari wajah menggemaskan bocah laki-laki itu. Dia terlihat begitu bahagia dan menikmati kebersamaannya bersama ayah dan ibu sambungnya.


Saat ini Daniel sedang menaiki wahana komedi putar dengan ditemani Luna, sedangkan Ken memperhatikan mereka dari kejauhan. Sesekali bocah itu melambaikan tangan pada sang ayah sambil tersenyum lebar.


Ken pun tak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum, melihat senyum di wajah dua orang yang paling berarti dalam hidupnya.


Iya dan Luna memang belum lama saling mengenal, namun tak bisa dipungkiri jika gadis itu telah berhasil menempati ruang kosong di dalam hatinya. Ya, Ken telah jatuh cinta pada Luna sejak pertama kali melihat senyum manis di bibirnya.


"Papa," daniel langsung berlari menghampiri Ken Setelah turun dari wahana komedi putar. Dengan Luna berjalan santai dibelakangnya.


"Kau menikmatinya?" tanyakan Seraya membawa bocah laki-laki itu dalam gendongannya.


Daniel mengangguk. "Sangat, apalagi ada kakak cantik yang menemaniku. Dan apakah Papa tahu betapa bahagianya aku saat ini? Aku sangat bahagia sekali, karena akhirnya Kakak cantik menjadi mamaku." ujar bocah itu dengan polosnya.


Ken tidak berkata apa-apa. Dia hanya terus memandangi Daniel, Ken tidak tahu bagaimana perasaan Daniel jika suatu saat nanti ia dan Luna harus berpisah. Pasti baca ini akan hancur, mengingat seberapa besar rasa sayang Daniel untuk Luna.


Luna menepuk bahu Ken, membuat perhatian pria itu teralihkan. Tatapan mata Luna seolah bertanya 'Ada apa?' Ken yang mengerti arti tatapan Luna segera menggeleng.


"Sudah siang sebaiknya kita pulang." ucap Ken yang kemudian dibalas anggukan oleh Luna.


.


.


Keheningan menyelimuti kebersamaan Luna dan Ken. Tak kata-kata pun keluar dari bibir keduanya, keduanya sama-sama diam dalam keheningan. Ken yang memandang ke depan, fokus pada jalanan. Dan luna yang terus menatap keluar.


Sesekali Ken menatap gadis disampingnya. Luna yang menyadari tatapan itu lantas menoleh, dan membuat mata berbeda warna mereka saling bersirobok.


"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu." ucap Ken mengakhiri keheningan.


"Tentang apa?" Luna menjawab.


"Tapi tidak disini, nanti saja setelah kita sampai di rumah. Dan ini ada hubungannya dengan kontrak nikah kita." ujar Ken.

__ADS_1


"Sepertinya serius?"


"Ya."


Setelah perbincangan singkat itu, tidak ada lagi percakapan di antara mereka berdua. Keduanya kembali diam dalam keheningan. Luna menutup matanya meskipun ia tidak tidur. Sedangkan Ken kembali fokus pada jalanan.


-


"Apa ganti rugi?!"


Tuan William menoleh dan menatap Delon dengan tatapan bertanya. "Ganti rugi Apa maksudmu? Memangnya kerugian apa yang kau peroleh dari batalnya rencana pernikahanmu dengan Luna?" tanya Tuan William meminta penjelasan.


"Banyak!! Apa Paman tidak ingat berapa banyak uang yang sudah aku Keluarkan untuk mempersiapkan pertunangan itu? Bukan hanya kerugian materi yang aku alami, tapi juga rasa malu. Putrimu telah melemparkan kotoran ke muka keluarga Brian. Dan kalian berdua sebagai orang tuanya harus bertanggung jawab!!!"


"Tidak bisa!! Bukan hanya keluarga Brian yang mengalami kerugian, tapi keluarga William juga. Kau pikir hanya keluarga Brian yang mengalami kerugian besar?! Lihatlah jumlah yang telah kami keluarkan untuk mempersiapkan pertunangan kalian!!" Anna melemparkan sebuah tagihan pada Delon.


Delon menerima tagihan itu dan benar apa yang Anna katakan. Bahkan jumlah lebih besar dari pengeluaran yang keluarga Brian keluarkan.


"Bagaimana, Tuan Muda?! Kau sudah melihatnya bukan?! Inilah kerugian yang sudah kami keluarkan. Dan bisakah sekarang kau pergi dari sini?!"


-


Ken menghentikan Mobil mewahnya di halaman sebuah Mansion mewah yang memiliki 3 lantai. Ken turun dari mobilnya diikuti Luna yang kemudian berdiri di sampingnya.


Seorang pria setengah baya kemudian menghampiri mereka berdua. "Bawah Daniel masuk." Pinta Ken pada pria itu.


"Baik, Tuan Muda."


"Ayo masuk," Luna mengangguk. Keduanya berjalan beriringan memasuki Mansion mewah tersebut.


Terlihat beberapa pelayan membungkuk ketika Luna dan Ken lewat didepan mereka. Berbagai pertanyaan memenuhi pikiran para pelayan-pelayan itu, mereka bertanya-tanya siapakah wanita yang berjalan bersama Ken.


Kemudian ia menghentikan langkahnya, begitupun dengan Luna. "Dia adalah Luna, dan nyonya muda di rumah ini. Aku harap kalian bisa bersikap baik padanya!!"


"Baik, Tuan Muda."


Ken mengantar Luna ke kamar mendiang yang orang tuanya."Untuk sementara kau bisa tidur dikamar ini. Ini adalah kamar mendiang yang orang tuaku. Kau bisa menempatinya mulai sekarang."

__ADS_1


Sontak Luna menoleh dan menatap Ken yang berdiri di sampingnya. "Bukankah kita sudah menikah, aku pikir kita akan berbagi kamar." ucap Luna sambil mengunci sepasang manik hitam milik Ken.


"Aku tau kau masih belum terbiasa dengan hal ini, aku akan memberimu waktu, sampai kau benar-benar siap untuk berbagi kamar dengan ku. Kau pasti lelah, sebaiknya istirahat saja,"


"Ken, tunggu." Seru Luna seraya menahan lengan pria itu. "Hal penting apa yang ingin kau bicarakan denganku?"


"Lain kali saja kita membahasnya, aku rasa ini belum waktunya." Ken menepuk kepala coklat Luna sambil tersenyum tipis."Istirahatlah, aku tahu Kau pasti lelah setelah menemani Daniel bermain."


Kemudian Ken beranjak dari hadapan Luna dan pergi begitu saja. Meninggalkan Gadis itu sendiri di kamar super megah tersebut.


Luna berjalan menuju balkon, semilir angin senja yang berhembus lirih langsung menyambutnya di sana.


Sepasang Biner Hazel nya dimanjakan dengan puluhan bahkan ratusan pohon mawar, yang tumbuh subur di taman belakang kediaman Ken.


"Sepertinya tempat ini tidak buruk juga." ucap Luna sambil mengurai senyum tipis di bibir merah mudanya.


Hidupnya baru saja dimulai, mulai hari ini statusnya bukan lajang lagi, melainkan seorang Istri. Meskipun pernikahannya dan Ken hanya sebatas pernikahan kontrak, tapi ia dan pria itu kini tinggal di bawah atap yang sama.


-


Tokk.. Tokk..


Ketukan pada pintu mengalihkan perhatian Ken. Pria itu menoleh dan mendapati seorang pria setengah baya berjalan menghampirinya. Pria itu kemudian membungkuk pada sang Tuan Muda.


"Ada apa, Paman?"


"Tuan Muda, mengenai Nona itu. Sebenarnya siapa dia, dan kenapa Anda membawanya kemari?"


"Dia Luna, gadis yang aku nikahi beberapa hari lalu. Daniel sangat menyukainya, jadi aku pikir tidak ada salahnya mengabulkan keinginan kecilnya itu. Sejak kecil Daniel tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu, dan dia bisa mendapatkan semua itu dari Luna."


"Sepertinya dia adalah kandidat yang paling tepat untuk menjadi menantu dalam keluarga Zhao. Dia terlihat baik dan lembut. Tuan Muda, saya berdoa pernikahan Anda kali ini semoga bertahan selamanya."


"Ya, itu juga yang aku harapkan. Luna, dia membuatku jatuh cinta sejak pertama melihat senyumnya. Dan aku akan membuatnya terus berada di sisiku, selamanya!!!"


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2