Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Tidak Pernah Berubah


__ADS_3

*Rumah Pak Kyai*


"Bagaimana kabar mu?", tanya paman Hasyim


" Alhamdulillah baik", jawab singkat Farhan.


Sejenak ruangan pun sunyi, tanpa ada perbincangan antara Farhan dan pamannya.


Dan tak lama kemudian bibi Aini keluar dari dapur, ia pun menyuguhkan secangkir teh ke Farhan dan suaminya.


"Kalian berdua ngobrol santai aja,,, bibi mau ke aula dulu. Mau ngawasin pengajian." ucap bibi Aini.


Dan bu Nyai pun pamit kepada suami nya, lalu pergi keluar meninggalkan keponakan dan suaminya.


*Depan Rumah*


Betapa bahagianya bu Nyai saat keponakan nya datang ke Ponpes nya, dan kebahagiaan itu terlukis dengan jelas di wajah nya.


Saat bu Nyai hendak melangkahkan kaki nya, Azizah dan Ani pun datang sambil mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum bu Nyai", ucap salam Azizah dan Ani sambil mencium tangan bu Nyai.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.. Azizah, Ani... Ada perlu apa lagi?", tanya bu Nyai.


" Hmm,,, nggak ada apa apa bu Nyai ", jawab gugup Azizah.


" Dasar kalian berdua. Daripada nggak tau mau apa, mending kita ke aula. Menghadiri pengajian nya Fitri", ucap bu Nyai.


"Iya bu Nyai,,, silakan duluan", jawab Ani.

__ADS_1


Bu Nyai pun perlahan berjalan dan di ikuti oleh Azizah dan Ani...


" Bukannya tadi kamu mau memastikan sesuatu ya zah,, kenapa tiba tiba mau ikut ke pengajian nya Ustadzah Fitri?", tanya Ani dengan suara pelan.


"Husst,,, sebenarnya aku ragu mau memastikan itu... ", jawab Azizah dengan suara pelan.


....


*Rumah Paman Hasyim*


Sudah lama pak Kyai dan Farhan tidak mengobrol, suasana menjadi canggung.


" Kamu pasti lelah karena perjalanan ke sini tadi,, kalau mau istirahat,,, di kamar paman aja", ucap paman Hasyim.


"Tidak usah paman,,, Farhan mau keliling pondok", ucap Farhan.


" Minum teh nya dulu sebelum keluar,,, ", ucap paman Hasyim.


Setelah Farhan meminum 3 teguk teh, ia menaruh kembali cangkir teh tersebut di meja. Lalu mengenakan sorban nya lagi, menutup area hidung dan mulut dengan balutan yang sangat rapat.


"Oh iya, tadi Farhan bertemu dengan salah satu santriwati di Ponpes ini", ujar Farhan sambil membetulkan balutan pada sorban nya.


" Oh ya?, siapa nama nya?", tanya paman Hasyim.


Farhan pun tidak menjawab, ia hanya menatap dingin sang paman sambil membalut sebagian wajah nya.


"Assalamu'alaikum... ", ucap salam Farhan


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,,, ", jawab paman Hasyim.

__ADS_1


Farhan pun perlahan beranjak dari tempat duduknya, menuju pintu dan keluar tanpa menoleh sedikit pun kepada paman nya.


" Huff,,, dasar Farhan, sikapnya nggak pernah berubah. Dingin banget sama paman nya, aku nggak tahu sikap nya kenapa orang lain gimana?,, apakah dingin juga, atau bahkan lebih dingin lagi?", ucap pak Kyai melihat luar jendela.


---------------------


*Aula Utama Pondok*


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


Saat mengetahui bahwa yang datang adalah bu Nyai, para akhwat yang menghadiri pengajian di aula tersebut langsung menghampiri bu Nyai dan mencium tangan beliau.


Para akhwat juga menyadari kehadiran Azizah, salah satu ukhty bercadar yang sangat berprestasi di Ponpes. Mengetahui kepulangan Azizah, para akhwat bercadar itu pun langsung memeluk Azizah. Azizah juga sangat senang bisa bertemu lagi dengan teman teman pondok nya.


"Kakak Azizah udah pulang ke pondok", ucap seorang anak kecil bercadar yang tak lain adalah Masyitah.


"" Ya Allah,,, Masyitah. Udah besar kamu sekarang ", ucap Azizah.


" Iya kakak", jawab Masyitah memeluk Azizah.


"Oh iya kak Azizah. Kak Azizah tadi liat kakak bersorban nggak?", tanya Masyitah.


Tiba tiba saja Azizah terdiam, ia sangat terkejut saat Masyitah bilang ada 'Kakak Bersorban'.


" Hmm,,, kakak bersorban siapa Masyitah?", tanya Azizah.


"Kakak bersorban,, dia orang nya tinggi,, putih,, pake peci hitam,, tapi Masyitah lupa namanya. Terus kakak bersorban itu bilang kalau dia santri lama di sini,, dia udah ada di sini sebelum Masyitah jadi santri di sini", jelas Masyitah.

__ADS_1


Sejenak Azizah terdiam,, dia langsung terbayang akan pemuda bersorban yang ia temui di kereta api.


"Apakah Akhy bersorban itu datang ke Ponpes ini?", tanya Azizah dalam hati.


__ADS_2