
...****************...
Dengan santai nya, Farhan berjalan mendekat ke arah pimpinan para preman tersebut yang bernama Rizal.
"Pak Kyai,,, si siapa pemuda bersorban itu,,, apa tidak sebaiknya kita halangi dia untuk ribut sama Rizal?"
Salah satu ikhwan pun mulai kawatir jika sesuatu terjadi kepada Farhan, karena ikhwan itu mengira bahwa Farhan adalah seseorang yang kebetulan lewat di kampung tersebut dan tidak sengaja kena konflik dengan anak buah nya Rizal.
"Ndak apa,,, kalian nonton aja,,, ", jawab Pak Kyai tersenyum.
" Farhan,,, benar saja anak ini main ke Pondok,,, mungkin juga karena ingin mencari tahu petunjuk tentang keberadaan ayah nya yang menghilang entah kemana?", batin Pak Kyai.
"Sekalinya datang langsung mau cari ribut,,, tapi aku tidak kawatir tentang itu", lanjut Pak Kyai.
......................
......................
Saat ini Farhan sudah berdiri dihadapan Rizal si ketua preman, Farhan menatap Rizal dengan tatapan dingin.
" Aku tidak peduli dengan identitas mu yang merupakan seorang ketua preman,,, itu cuma mainan anak anak,,, sebaiknya kamu pergi dari sini ", ucap Farhan tanpa basa basi dan langsung memgusir Rizal.
__ADS_1
*Hahaha!!!*
Tentunya hal tersebut membuat Rizal dan anak buah nya tertawa terbahak bahak, karena mereka meremehkan Farhan karena dia hanya seorang diri dan mereka ada banyak orang, tapi jumlah orang belum tentu bisa menggambarkan kekuatan masing masing.
"Haduuh,,, Pak Kyai,,, apakah ini santri baru mu di pondok,,, lucu banget dia. Tapi sebaiknya Pak Kyai ajarin dia tata krama yang baik,,, kasih tau dia siapa yang tidak boleh disinggung atau kalau tidak, akibatnya akan sangat fatal", ancam Rizal kepada Pak Kyai.
" Tarik ucapan mu itu nak,,, sebaiknya kamu yang hati hati sekarang ", jawab Pak Kyai tersenyum.
" Apa mak,,,, "
"BBUUAGHH!! "
Dan tiba tiba pukulan keras dari Farhan pun mendarat tepat di wajah Rizal, dan itu membuat Rizal mengeluarkan darah dari hidung dan mulut nya, lalu pingsan di tanah.
" Kalau kalian tidak segera membawa dia pergi dari sini,,, jangan salahkan aku untuk melakukan tindakan lebih lanjut!!! ", ucap Farhan kepada para preman lain.
Para anak buah Rizal pun langsung berlari mendekat ke arah bos nya yang terkapar di tanah, dan langsung membawa nya pergi masuk ke dalam mobil....
...----------------...
" Ada apa itu,,, kok rame banget orang disana?"
__ADS_1
Dari kejauhan, ada mobil melintas di jalan depan gudang. Mobil tersebut adalah mobil keluarga nya Dinda yang hendak pergi ke Pondok.
Dinda pun melihat segerombolan orang orang berpakaian serba hitam naik ke mobil dengan buru buru, tapi ia tidak melihat keberadaan Pak Kyai dan Farhan karena tertutup para preman tersebut.
"Semoga nggak terjadi apa apa", batin Dinda.
...----------------...
...*Setelah para preman pergi*...
Farhan pun menghampiri Pak Kyai dan mencium tangan beliau selaku paman nya,,,
" Assalamu'alaikum paman Zaki", ucap Farhan.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,,, Farhan", jawab Pak Kyai.
Sang paman pun langsung memeluk Farhan dengan erat, Pak Kyai sudah lama tidak bertemu dengan keponakan nya tersebut.
" Paman masih terlihat muda ya", ucap Farhan.
"Apa sih,,, dasar bujang", jawab Pak Kyai.
__ADS_1
" Baiklah,,, para ikhwan,,, silakan kalian balik terlebih dahulu ke Pondok,,,", ucap Pak Kyai kepada santri nya.
"Nggeh Pak Kyai", jawab para santri.