Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Dimana Aku Bisa Bertemu Denganmu Lagi?


__ADS_3

Pemuda bersorban dan gadis bisu itu dengan terkejut langsung melihat ke arah pintu yang di buka dari dalam rumah, ternyata yang membuka pintu adalah seorang ibu dan bapak yang melihat gadis bisu bercadar sedang memegang tangan seorang pemuda bersorban.


"Alimah,,, kamu sama siapa itu?", tanya sang ibu yang tak lain adalah ibu dari si gadis bisu bercadar.


Sang gadis pun langsung melepaskan pegangan tangan nya dari si pemuda bersorban, ia langsung menghampiri ibu dan bapaknya lalu mencium tangan beliau berdua.


" Nak,,, ayo masuk", ucap sang bapak.


Entah apa yang terjadi, si pemuda bersorban tidak menolak undangan dari sang bapak. Sejenak sang pemuda bersorban terdiam, lalu menganggukkan kepala nya mengartikan bahwa ia menerima undangan dari sang bapak untuk masuk ke dalam rumah.


Lalu perlahan sang pemuda mendekat dan mencium tangan ibu dan bapak tersebut, lalu setelah sang bapak dan ibu masuk terlebih dahulu lalu di ikuti oleh gadis bisu itu baru sang pemuda bersorban ikut masuk ke dalam.


*Di dalam rumah*


Saat ini bapak dan sang pemuda bersorban saling duduk berhadapan, tanpa adanya pembicaraan.


Tak lama kemudian, sang ibu keluar dengan membawa dua cangkir teh dan di ikuti oleh anak gadis nya.


"Silahkan di minum teh nya", ucap sang bapak.


Tapi sang pemuda bersorban hanya mengangguk...


" Baiklah nak,,, bagaimana kamu bisa bersama dengan anak saya?", tanya sang bapak.


Setelah sekian lama menundukkan kepala, akhirnya sang pemuda bersorban pun perlahan mengangkat kepala nya dan perlahan menatap mata sang bapak, dan mulai menceritakan awal ia bertemu dengan gadis bisu bercadar.


*Setelah beberapa menit bercerita*

__ADS_1


"Ya Allah,,, kamu nggak apa apa kan Alimah?", tanya sang bapak setelah mendengar cerita dari pemuda bersorban.


Alimah pun menjawab dengan bahasa isyarat,,,


" Alhamdulillah kalau kamu baik baik aja"


"Terima kasih nak,, karena kamu sudah menyelamatkan anak saya daripada preman preman itu", ucap bapak kepada pemuda bersorban.


" Sama sama pak,,, ", jawab singkat pemuda bersorban.


" Lalu kamu ini mau kemana dan hendak kemana?", tanya sang bapak.


"Saya mau merantau,,, ", lagi lagi sang pemuda bersorban menjawab dengan singkat.


" Di daerah ini,, Shalat Maghrib nya jam berapa?", tanya pemuda bersorban.


Karena merasa urusan nya sudah selesai, sang pemuda bersorban pun izin pamit kepada bapak dan ibu.


" Minumlah teh nya dulu nak,, walaupun satu teguk", ucap bapak.


Pemuda bersorban itupun menurut dengan ucapan sang bapak, ia melepaskan balutan sorban nya dan melingkarkan sorban nya di leher.


Saat melihat wajah di balik sorban itu, betapa terpana nya sang gadis bisu bercadar. Wajah sang pemuda bersorban itu sangat tampan, putih bersih. Gadis bisu bercadar tidak sekalipun berkedip melihat wajah dari pemuda bersorban itu.


"Ya Allah,,, apakah anak gadis ku ini suka sama pemuda bersorban itu?. Kalau di lihat, pemuda bersorban itu seumuran sama anak ku", ucap sang ibu yang melihat anak nya tidak berkedip memandangi pemuda bersorban.


Dan setelah meminum 3 teguk teh manis yang ada di cangkir, sang pemuda bersorban kembali memakai sorban nya kembali dan membalut nya dengan kencang.

__ADS_1


" Apakah balutan nya tidak terlalu kencang nak, apakah kamu tidak kesulitan bernafas?", tanya bapak.


"Saya sudah terbiasa,,,", jawab singkat sang pemuda bersorban.


Sang bapak pun hanya tersenyum melihat sikap dingin sang pemuda bersorban...


*Teras rumah*


" Baiklah bapak dan ibu, terima kasih karena sudah mau mengundang saya untuk masuk ke dalam, saya mohon pamit", ucap pemuda bersorban.


"Baik nak, hati hati di jalan", ucap bapak.


"Nak,,, berapa umur mu?", tanya ibu.


" Umur saya 15 tahun", jawab pemuda bersorban.


"Emang benar pemuda bersorban ini seumuran sama anak ku,,, ", ucap Ibu dalam hati.


Saat pemuda hendak berbalik badan, si gadis bisu bercadar langsung menghentikan nya...


" Ada apa lagi,, wahai ukhty bercadar?", tanya pemuda bersorban.


Si gadis bisu bercadar pun menjawabnya menggunakan bahasa isyarat, tapi entah kenapa kali ini sang pemuda bersorban tidak dapat memahami apa yang di maksud oleh si gadis bisu bercadar.


"Nak,,, Alimah bertanya, kapan dia dan kamu bisa bertemu kembali?", ucap si ibu membantu menjawab.


" Huff,,, saya tidak bisa memastikan kapan kita bisa bertemu kembali wahai ukhty. Tapi ukhty bisa pergi ke Pondok Pesantren Miftahul Huda, itu Ponpes milik paman saya. Jika ukhty mondok di sana, In Syaa Allah kita bisa bertemu lagi atas Izin Allah", jawab pemuda bersorban tersenyum kepada gadis bisu bercadar.

__ADS_1


Setelah itu sang pemuda bersorban pun pamit pergi, setelah mendengar jawaban dari pemuda bersorban itu, Alimah si gadis bisu bercadar langsung bertekad untuk mondok di Ponpes Miftahul Huda demi bisa bertemu lagi dengan pria idaman nya.


__ADS_2