
*Hari ke 2 di Ponpes Miftahul Huda*
Pagi itu Farhan sedang berjalan jalan sendiri keliling keliling pondok, kali ini ia berkunjung ke daerah pondok ikhwan.
Farhan pun langsung menjadi pusat perhatian lagi bagi para ikhwan yang baru melihat Farhan, karena baru pertama kali melihat sosok pemuda bersorban, para ikhwan pun mengira bahwa pemuda bersorban itu adalah santri baru.
Saat berkeliling di area pondok ikhwan, Farhan banyak menemui para ikhwan yang sedang beraktivitas. Mulai dari yang mencuci dan menjemur baju, menyapu halaman pondok, dan ada juga yang latihan silat pagi itu.
"Daerah Pondok ikhwan lebih tentang daripada pondok akhwat", batin Farhan.
" Assalamu'alaikum ikhwan ", dan kali ini ada yang memberikan salam kepada Farhan.
" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh ", jawab salam Farhan berbalik badan.
Saat berbalik badan dan melihat siapa yang memberi salam kepada nya, Farhan melihat sosok pemuda tampan berpeci dan mengenakan celana hitam panjang seperti dirinya.
__ADS_1
" Apakah ikhwan ini santri baru disini?", tanya pemuda itu. Tapi Farhan hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
"Oh bukan santri baru, apakah ikhwan ini santri lama yang main ke Pondok?", tanya pemuda itu lagi.
" Apakah antum Ustadz di Ponpes Miftahul Huda ini?", Farhan langsung balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan dari pemuda itu.
"Apa?. Hmm,,, bisa dibilang begitu,,, saya adalah guru yang mengajar di Ponpes Miftahul Huda ini", jawab pemuda itu.
" Ada berapa Ustadz yang mengajar di Ponpes ini?", tanya Farhan lagi.
"Pasti ada Ustadz yang menjadi favorit di Ponpes ini,,, ada berapa orang?", tanya Farhan lagi.
" Ustadz yang terfavorit dan terpopuler ya?. Hmm,,, ada yang nama nya Ustadz Ahmad, Ustadz Rendy, Ustadz Andi, dan Ustadz Farid", jawab pemuda tersebut.
"Apakah antum bagian dari mereka?", tanya Farhan lagi.
__ADS_1
" Saya nggak berani menjawab apakah saya juga termasuk yang terpopuler seperti mereka, bisa dibilang saya adalah asisten dari ke 4 Ustadz tadi. Kalau misalkan salah seorang dari mereka nggak bisa hadir untuk mengajar, saya yang menggantikan nya", jawab jelas si pemuda.
"Bagaimana dengan Rohman?", tanya Farhan untuk terakhir kalinya.
" Senior Rohman?. Huff,,, dia dulu juga salah satu Ustadz terfavorit di Ponpes ini,,, tapi sekarang entah kenapa dia seperti udah nggak di anggap oleh para santri, entah itu para ikhwan atau para akhwat", jelas sang pemuda.
Tiba tiba saja raut wajah Farhan yang tadinya senyum kepada pemuda itu, sekarang menjadi raut wajah seram. Aura menekan dari Farhan pun keluar, ia menyerngitkan dahinya sambil menatap tajam kepada pemuda itu. Tentunya sang pemuda sangat tertekan dan ketakutan dilihat begitu oleh Farhan, ia tidak berani menatap mata Farhan.
"Terima kasih, Assalamu'alaikum", Farhan pun langsung pergi dari situ.
" Wa'alaikumussalam,,, Huh huh. Ya Allah,,, siapa akang tadi?, tatapan nya serem banget, Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah", ucap pemuda itu sambil mengelus dada.
*Aula Pondok Akhwat*
Pagi ini ada banyak yang sedang latihan khadroh di aula, termasuk Azizah dan Ani. Azizah bermain di bagian darbuka, sedangkan Ani bermain di bagian rebana.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian Alimah juga datang ke aula tersebut. Tak hanya Azizah, bahkan Alimah juga termasuk pemain darbuka yang skil nya juga tinggi.