
...****************...
...*Pondok Darul Musthafa*...
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya keluarga nya Dinda pun telah sampai di Pondok Pesantren Darul Musthafa, mobil yang dikendarai oleh pak Danang pun perlahan masuk ke dalam Pondok, lalu parkir di lahan kosong di dalam Pondok.
...----------------...
Dari dalam aula, bu Nyai pun melihat mobil tersebut. Ia mengira ada tamu yang mendadak datang ke Pondok. Bu Nyai pun bergegas keluar dan mendekat ke arah mobil tersebut.
"Hm,,, siapa yang datang ya?,,,tumben ada tamu yang datang", batin bu Nyai keluar dari dalam aula dan segera memakai selopnya dan perlahan menghampiri mobil tersebut.
Karena memang suasana Pondok sangat ramai, jadi beberapa akhwat pun mendekat ke Bu Nyai untuk bertanya siapa kah yang datang.
"Bu Nyai,,, tamu siapa yang datang?", tanya salah satu akhwat.
" Eh nduk,,, bu Nyai juga ndak tau nduk,,, Pak Kyai juga ndak bilang kalau mau ada tamu", jawab Bu Nyai.
Beberapa saat kemudian pintu belakang mobil pun terbuka, perlahan Dinda pun turun sambil menggendong Syifa.
"Assalamu'alaikum bibi Anjani", ucap salam Dinda berjalan mendekat ke Bu Nyai.
" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,,, Ma Syaa Allah,,, Dinda", jawab bu Nyai terkejut karena yang datang adalah keponakan nya.
"Assalamu'alaikum aunty", ucap salam Syifa dengan senyum di balik niqob.
" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,,, Ya Allah Syifa,,, udah besar kamu", jawab bu Nyai.
"Hihi,,, Syifa masih kecil", ucap Syifa lucu.
Beberapa saat kemudian pak Danang dan istri nya pun juga turun dan bertemu bu Nyai...
" Zaki mana Njani?", tanya pak Danang.
"Oh,,, itu mas Zaki lagi ngurus sedikit masalah sama beberapa santri", jawab bu Nyai.
Bu Nyai pun segera mempersilahkan keluarga tersebut untuk masuk ke dalam dan beristirahat...
" Mama,,, ayah mana?", tanya Syifa langsung teringat oleh Farhan yang ia panggil ayah.
"Hmm,,, Syifa sayaang,,, sekarang kita istirahat dulu yaa,,, nanti kita cari ayah", jawab Dinda menenangkan Syifa.
" Ooh,,, iya mama,,, kita istirahat dulu", ucap Syifa nurut.
__ADS_1
Dari kejauhan, ada beberapa orang bersembunyi di balik pohon besar yang lumayan jauh dari aula dan sedang memperhatikan keluarga nya Dinda yang datang ke Pondok Darul Musthafa.
"Ada mangsa baru"
"Ada perempuan bercadar yang sesuai dengan tipe kita"
"Aku tak peduli dengan perempuan itu,,, aku mau anaknya"
"Apakah kau belum puas dengan yang sekarang?"
"Hentikan omong kosong mu itu"
...****************...
Farhan, Zahra, Pak Kyai yang sedang berjalan menuju Pondok Pesantren tiba tiba terhenti karena Farhan yang mendadak berhenti.
"Ada apa Farhan,,, kenapa berhenti?", tanya Pak Kyai.
Farhan pun mulai merasa ada keanehan yang ada di Pondok Pesantren Darul Musthafa milik paman nya itu, raut wajah Farhan pun perlahan mulai sinis.
" Akhy,,, Akhy Farhan kenapa?", tanya Zahra.
"Nggak apa kok,,, ayo lanjut jalan", jawab Farhan.
" Perasaan ku kok nggak enak ya,,, apa Farhan sudah merasakan nya?. Aku jadi nggak enak kalau masalah ini sampai ketahuan sama Farhan,,, apalagi Farhan yang menyelesaikan nya,,, malu.. ", batin Pak Kyai perlahan berjalan di belakang Farhan dan Zahra.
...****************...
...*Di depan gerbang Pondok Pesantren Darul Musthafa*...
Tanpa ucapan dari Farhan, Zahra pun perlahan melepas pegangan nya dari lengan Farhan. Zahra seperti sudah mengerti dengan situasi yang ia alami saat ini.
Dari dalam Pondok, beberapa teman Zahra yang tadi ada di dekat gudang, kini berlari dari dalam Pondok menghampiri Zahra. Mereka pun langsung memeluk Zahra karena kawatir dengan kondisi nya.
"Zahra,,, kamu nggak apa apa kan?"
"Iya Zahra,,, kamu nggak apa kan,,, kami kawatir banget sama kamu"
"Kamu nggak diapa apain kan sama si cebol itu"
"Teman teman kuu,,, Alhamdulillah aku nggak apa apa,, aku baik baik aja kok", jawab Zahra menenangkan teman teman nya.
Saat mereka berbincang bincang dengan Zahra, salah satu dari akhwat itu menyadari keberadaan si pemuda bersorban.
__ADS_1
" Eh,,, itu pemuda bersorban yang tadi kan?"
"Eh iya,,, hei kamu nggak apa kan?"
"Iya,,, tadi kamu tiba tiba langsung masuk ke dalam gudang,,, pintu nya sampai rusak gitu"
Dengan sikap nya Farhan yang dingin kepada orang lain, ia pun hanya sedikit melirik kepada para akhwat itu lalu mengalihkan pandangan nya.
"Nduuk,,, ini na,,,"
"Husst"
Saat Pak Kyai ingin memperkenalkan Farhan kepada para akhwat tersebut, tiba tiba Farhan menghentikan nya.
Dengan tatapan dingin dari Farhan, Pak Kyai pun seperti menurut dan pamit masuk ke Pondok terlebih dahulu...
"Pak Kyai kenapa?"
"Nggak tau,,, "
"Hei,,, husst,,, malah ngomongin Pak Kyai"
......................
......................
......................
"Zahra!!! "
Dari dalam Pondok terdengar suara yang memanggil nama Zahra dan berlari mendekat...
Terlihat ada sosok pemuda berpeci yang berlari dari dalam Pondok dan berhenti tak jauh di depan Zahra dan teman temannya.
"Hah hah,,, Zahra, kamu nggak apa apa kan,,, katanya kamu di culik sama anak buah nya Rizal?", tanya pemuda tersebut.
" Huff,, Alif,,, aku nggak apa apa kok,,, Alhamdulillah semunya aman", jawab Zahra
"Alhamdulillah kalau gitu,,, tenang aku jadinya", ucap pemuda itu yang bernama Alif".
Dan perlahan pandang Alif tertuju ke pemuda bersorban yang berdiri tak jauh dari Zahra...
" Siapa pemuda bersorban itu?", tanya Alif
__ADS_1