
*Masjid Pondok*
"Waah,,, Ustadzah, ada kakak bersorban lagi adzan", ucap Masyitah.
" Iya Masyitah, itu kakak bersorban yang Masyitah lihat tadi kan?", ucap Bu Nyai.
"Iya Ustadzah, itu kakak bersorban yang Masyitah lihat. Ya Allah, suara kakak bersorban bagus banget", ucap Masyitah.
*Tempat Shalat Akhwat*
Saat ini baru Bu Nyai, Fatimah, dan Masyitah yang baru datang dari bagian Akhwat. Saat ini Fatimah terdiam melihat pemuda bersorban yang sedang melantunkan adzan yang merdu. Karena posisi shof akhwat ada di bagian belakang shof ikhwan, maka akhwat yang ada di belakang bisa melihat ke daerah shof ikhwan.
"Fatimah, Masyitah, kalian wudhu dulu ya", ucap Bu Nyai.
" Iya Ustadzah ", jawab Masyitah, ia pun langsung berlari keluar dan menuju tempat wudhu.
Tapi Fatimah masih berdiam diri melihat pemuda bersorban yang sedang adzan, ia terpana dengan suara merdu sang pemuda bersorban.
" Hei Fatimah "
"I iya Ustadzah?!"
__ADS_1
"Kamu kenapa, kok ngalamun?"
"Hmm,, ng nggak Ustadzah, ya udah Fatimah wudhu dulu", Fatimah pun bergegas menuju tempat wudhu.
" Ya Allah,,, sepertinya keponakan ku ini akan menjadi pusat perhatian", ucap Bu Nyai.
*------------------------*
Alimah beserta murid murid nya, Azizah dan juga Ani yang baru sampai di Masjid, mereka bergegas masuk ke dalam Masjid untuk melihat siapa yang sedang melantunkan adzan.
*Tempat Shalat Akhwat*
"Assalamu'alaikum Ustadzah"
"I itu siapa yang adzan Ustadzah?", tanya Alimah melihat seorang pemuda bersorban yang sedang adzan.
" Iya Ustadzah,, itu siapa yang adzan,, suara nya bagus banget ", tambah Azizah.
" Husst", Bu Nyai pun mengisyaratkan untuk diam.
Mereka pun menuruti Bu Nyai untuk diam...
__ADS_1
Sejenak, Alimah dan Azizah langsung memandang pemuda bersorban yang sedang melantunkan adzan di depan sana (daerah ikhwan).
"Hmm,,, aku kayak pernah ketemu sama pemuda bersorban itu, tapi dimana ya?", ucap Alimah dalam hati.
" Ya Allah,,, apa benar itu pemuda bersorban yang aku temui di kereta, apakah benar pemuda bersorban itu ada di Ponpes Miftahul Huda ini? ", ucap Azizah dalam hati.
Tiba tiba saja wajah di balik cadar nya Alimah sangat bahagia dan berseri seri,,, setelah beberapa menit, Alimah mengenali suara itu, suara pemuda bersorban yang dulu pernah menolong nya.
" Ya Allah,,, udah 5 tahun sejak hari itu, Alhamdulillah Engkau mempertemukan aku dengan hamba mu yang spesial itu Ya Allah".
"Walaupun pun suara agak beda, tapi aku yakin dia adalah pemuda bersorban yang dulu pernah menyelamatkan aku".
Kebahagiaan Alimah terlihat jelas oleh Azizah, Bu Nyai, dan murid murid nya...
" Alimah,, kamu kenapa kok girang banget? ", tanya Bu Nyai.
" Hmm,, ng nggak kenapa kenapa kok Ustadzah", jawab gugup Alimah.
Alimah pun mengajak murid murid nya untuk segera ke tempat wudhu.
"Hmm,,, walaupun jarak nya jauh,, tapi warna sorban nya masih kelihatan dari sini. Kalau dilihat, baju pemuda yang sedang adzan itu kayak baju yang di pakai sama pemuda bersorban yang aku temui di kereta".
__ADS_1
" Ya Allah,,, ternyata benar itu Akhy bersorban. Nggak nyangka kalau dia ada di Pondok ini".
Azizah juga baru menyadari kalau pemuda yang sedang adzan itu adalah pemuda bersorban yang ia temui di kereta saat menuju perjalanan pulang menuju Ponpes Miftahul Huda. Azizah pun bergegas pula menuju tempat wudhu, di ikuti oleh Ani.