Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Panik


__ADS_3

"Ck,,,orang bodo* itu pasti sedang panik sekarang,,, tapi dia juga tidak akan bisa kabur dari Ponpes Miftahul Huda,, aku bisa tenang", batin Farhan memasang senyum licik dibalik sorban nya.


"Dan untuk kalian para serangga,,, harus mengganti kerugian yang dialami oleh ibu Murni,,, jika kurang sepeser pun,,, kalian akan menerima akibatnya", ancam Farhan kepada para preman.


" Ba baik baik,,, saya akan ganti rugi.... Besok saya akan ke sini lagi untuk memberikan uang ganti rugi", ucap pemimpin preman.


"Jangan nunggu besok,,, saya orang nya nggak sabaran,,, aku akan tunggu sampai nanti sore,,, jika kalian tidak datang membawakan uang ganti rugi nya,,, aku akan cari kalian sampai ke ujung dunia sekalipun,,, paham?! ", ancam Farhan lagi.


" Ba baik mas,,, saya akan datang lagi nanti sore,,, saya pamit dulu. Assalamu'alaikum ", ucap pemimpin preman langsung lari dari situ bersama dengan anak buah nya.


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh... ", jawab dingin Farhan.


*Di dalam rumah ibu Murni*


" Ya Allah,,, gimana keadaan anak bersorban itu?. Apakah dia bisa melawan para preman itu?", ibu Murni sangat kawatir dengan keselamatan Farhan yang sedang berhadapan dengan para preman.


"Suasana diluar juga sunyi,,, apa yang terjadi diluar?,, apakah para preman itu sudah pergi?", saat ibu Murni ingin pergi mengecek keadaan diluar, di saat yang sama pintu rumah terbuka.

__ADS_1


" Ya Allah,,, kamu nggak apa apa kan nak?", ibu Murni pun menghampiri Farhan yang baru saja masuk.


"Alhamdulillah saya baik baik saja ibu,,, ibu nggak usah kawatir", jawab Farhan.


Ibu Murni sangat senang bisa bertemu kembali dengan pemuda bersorban itu, Ibu Murni teringat kejadian dulu waktu ia menitipkan anak perempuan nya kepada pemuda bersorban itu.


Dengan sangat senang ibu Murni langsung menjamu Farhan dengan sangat ramah, semua makanan dan cemilan yang ada dirumah nya ia keluarkan semua untuk disuguhkan kepada Farhan.


Tapi Farhan sendiri juga sangat sungkan kepada ibu Murni, padahal Farhan tidak pernah bertemu dan komunikasi dengan ibu Murni, tapi ibu Murni malah menjamu nya dengan sangat ramah.


*Ponpes Miftahul Huda*


"Astaghfirullah Hal'adzim,,, kenapa orang bodo* ini,,, ma maksud nya kenapa Ustadz Rendy pingsan disini"?, ucap Ustadz Andi.


" Ya Allah,,, sudah kuduga,,, kalau ketemu sama orang ini, pasti nyusahin. Nggak ada santri yang lewat lagi,,, terpaksa harus aku yang bawa orang ini ke aula", ucap Ustadz Andi berusaha menggendong Ustadz Rendy.


Karena tadi Ustadz Rendy tertekan dengan aura menekan milik Farhan ia tidak bisa bergerak dan kembali bertekuk lutut, tapi ia bersikeras melawan aura itu dan akhirnya ia pun pingsan karena aura menekan itu sangat kuat.

__ADS_1


*Aula Utama Pondok Akhwat*


"Assalamu'alaikum,,, "


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


Tiba tiba ada salah seorang akhwat yang datang ke aula dengan terburu buru, ia pun langsung menghampiri Ustadzah Rini yang berkumpul bersama ketiga Ukhty terpopuler.


"Ustadzah,,, tadi saya lihat Ustadz Andi lagi gendong Ustadz Rendy yang pingsan menuju aula,,, ", ucap akhwat bercadar tersebut.


" Astaghfirullah Hal'adzim,,, kenapa Ustadz Rendy bisa pingsan?", tanya Ustadzah Rini.


"Nggak tau Ustadzah,,, "


"Ya udah para Ukhty,,, kalian lanjut latihan, saya mau ke aula Ikhwan dulu", ucap Ustadzah Rini.


" Na'am Ustadzah ", jawab ketiga Ukhty.

__ADS_1


" Ya Allah,,, kenapa aku gemetar ya mendengar nama Ustadz Rendy?"


"Tapi aku sedikit senang karena Ustadz Rendy pingsan,,, tapi nggak tau kenapa", batin Ukhty Wulan.


__ADS_2