Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Kalahkan Dia Untukku


__ADS_3

...****************...


Karena merasa hari semakin siang dan kondisi lapangan juga mulai ramai karena hampir di mulai pertandingan antarguru. Farhan yang daritadi bermain bersama Masyitah pun mengajak nya pergi ke lapangan karena Farhan tidak mau terjadi sesuatu kepada Masyitah apabila jalan jalan sendiri di Pondok.


...----------------...


...*Lapangan Besar Pondok*...


Dan pertandingan pun telah selesai, prediksi Rohman tidak salah karena yang menang memang murid didik dari Ustadz Rendy. Semua memberikan tepuk tangan dan memberikan selamat kepada Ustadz Rendy karena telah melatih para murid murid nya dengan baik dan dapat menjadi juara pertama lagi di pertandingan Pondok.


Penyerahan penghargaan kepada murid yang mendapatkan juara satu, dua, dan tiga nanti setelah pertandingan antarguru, penghargaan akan diserahkan secara bersamaan. Para murid yang selesai bertanding dipersilahkan duduk di tenda nya masing masing dan bisa menonton dengan santai guru mereka bertanding satu persatu.


......................

__ADS_1


Pertandingan antarguru akan segera dimulai, keempat Ustadz terpopuler sudah siap dengan baju silat mereka dan juga Ustadzah Rinjani juga sudah siap untuk bertanding dan kini masing masing guru silat sedang bersiap dan perlahan menuju ke tengah lapangan.


Kelima guru silat itupun mendengarkan penjelasan dari wasit yang memimpin jalannya pertandingan, wasit tersebut adalah salah satu Ustadz sepuh Pondok yang masih aktif dalam kegiatan apapun di Ponpes Miftahul Huda.


Kelima guru silat telah mengambil nomor urut mereka, dan pertandingan pertama akan ditampilkan oleh pertarungan antara Ustadz Farid melawan Ustadz Rendy. Ketiga guru silat lainnya yang belum mendapatkan giliran pun dipersilahkan untuk menuju tenda nya masing masing untuk menyaksikan pertandingan dan sambil menunggu nama mereka dipanggil untuk pertandingan selanjutnya.


...****************...


...*Tempat Persembunyian*...


"Seperti nya bisa,,, karena Ustadz Rendy adalah juara bertahan selama tiga kali berturut-turut di pertandingan Pondok setiap tahunnya,,,, dan dengar dengar dia akan meraih juara untuk keempat kalinya", jelas Rohman


"Apakah menurut mu tidak ada yang bisa mengalahkan Ustadz itu?", tanya Syafi'i

__ADS_1


"Hmm,, pasti ada,, tapi orang itu bukan aku,, ilmu ku masih kurang kalau untuk mengalahkan Ustadz Rendy", jawab Rohman.


" Kalau menurut mu,,, apakah aku ini bisa mengalahkan Ustadz itu?", tanya Syafi'i.


Sambil menghela nafas, Rohman perlahan melihat ke arah Syafi'i sambil tersenyum...


"Aku yakin,,, sahabat ku ini kuat,,, Syafi'i, aku yakin kamu pasti bisa mengalahkan Ustadz Rendy,,, untuk aku", ucap Rohman.


Sejenak Syafi'i memandang wajah Rohman, Syafi'i melihat ketulusan dari senyuman Rohman kepada dirinya, Rohman belum pernah memberikan senyuman penuh harap itu, Syafi'i tahu betul apa yang dirasakan oleh Rohman ketika dirinya tidak ada di Pondok.


Syafi'i pun langsung memeluk erat Rohman,,,


"Rohman,,, aku tau kamu adalah sahabat ku yang paling baik,,, tenang saja Rohman, aku pasti akan mengalahkan Ustadz itu untuk kamu,,,, pasti Ustadz itu juga yang sudah buat kamu sedih kan", ucap Syafi'i.

__ADS_1


" Ustadz Rendy,,,, kamu sudah membuat sahabat ku menderita selama bertahun tahun,,, dan kamu tidak merasa bersalah sedikit pun,,, baru kali ini aku melihat Rohman bergitu berharap kepada ku,,, aku tidak akan mengecewakan sahabat ku ini,,, aku akan mengembalikan senyum nya lagi,,,, tunggu saja kau Ustadz Rendy ", batin Syafi'i penuh amarah.


__ADS_2