
...****************...
...*6 Hari Kemudian*...
Sudah hampir 1 minggu Farhan meninggalkan Pondok, selama hampir seminggu ini Farhan berada di rumah ibu Murni, ibu nya Ukhty Wulan. Selama berada di rumah ibu Murni, Farhan selalu membantu ibu Murni melakukan pekerjaan nya, mulai dari menyapu rumah, memberi makan ayam, dan membersihkan kandang ayam, hal kecil itu semua tidak membuat Farhan lelah dan mengeluh, ia malah senang bisa membantu ibu Murni.
Karena Farhan dari kecil sudah tidak mempunyai seorang ibu, Farhan sudah menganggap ibu Murni sebagai ibu kandung nya sendiri. Pernah suatu malam Farhan menangis di dalam kamar saat hendak tidur, karena Farhan merindukan pelukan hangat dari sang ibu yang melahirkan nya, tapi kesedihan itu tidak Farhan perlihatkan kepada ibu Murni, karena Farhan tidak mau melihat ibu Murni bersedih setelah bahagia karena akan bertemu dengan anak nya. Farhan tidak mau membuat ibu Murni sedih karena masalah pribadi nya...
......................
Sore itu Farhan dan ibu Murni sedang duduk bersama di teras rumah setelah memberi makan ayam...
"Hmm,,, nak Farhan!! "
"Iya ibu,,, ada apa? "
"Hmm,,, besok kita ke Pondok kan?"
"Iya ibu,,, besok pagi kita berangkat ke Pondok "
"Udah nggak sabar ketemu sama Wulan"
"Besok Wulan pasti seneng banget ibu dateng ke Pondok"
"Huff,,, beruntung Wulan masih punya ibu... ", entah mengapa kali ini Farhan tidak bisa menahan kesedihan nya di hadapan ibu Murni. Air mata nya tidak bisa berhenti keluar,,, sangat jelas saat ini ibu Murni sedsng melihat Farhan sedang menangis.
__ADS_1
Saat Farhan telah berbicara demikan,,, ibu Murni langsung mengetahui bahwa Farhan sudah tidak memiliki ibu, ibu Murni juga ikut bersedih. Dan langsung saja ibu Murni mendekat ke Farhan dan memeluknya.
"Udah nak Farhan,,, udah besar kok masih nangis", ucap Ibu Murni memeluk Farhan.
" Kamu boleh kok,,, anggap ibu Murni sebagai ibu kandung mu sendiri ", ucap ibu Murni membuat Farhan berhenti menangis sejenak dan membersihkan air mata nya.
" Ibu Murni beneran mau jadi ibu angkat saya?", tanya Farhan. Dan ibu Murni mengangguk sambil tersenyum.
"Lagian Wulan pasti senang dapat kakak laki laki", ucap ibu Murni.
" Memang nya kenapa bu?", tanya Farhan.
"Sejak kecil Wulan juga sudah nggak punya ayah,,, dia selalu bilang kalau pengen punya kakak laki laki sebagai pelindung nya", jelas ibu Murni.
"Nak Farhan mau kan jadi kakak laki laki nya Wulan?", tanya ibu Murni.
Beberapa saat kemudian Farhan pamit kepada ibu Murni untuk masuk ke dalam dan segera mandi,,,
...****************...
...*Ponpes Miftahul Huda*...
Di sebuah taman di pondok akhwat ada Ukhty Wulan sedang duduk bersantai sambil melihat gelang tasbih yang selalu ia pakai kemana pun ia pergi.
" Ya Allah,,, Hamba sedang mengagumi salah satu ciptaan - Mu yang spesial Ya Allah,,, yaitu Ustadz Rohman... "
__ADS_1
Tiba tiba Ukhty merasakan sesuatu yang membuat nya teringat akan ibu nya,,,
"Kenapa tiba tiba aku merasakan ada ibu di sini?. Ya Allah,,, Wulan kangen banget sama ibu,,, kapan ya Wulan bisa ketemu sama ibu?", batin Ukhty Wulan.
Ukhty Wulan pun mengambil mukena dan sajadah yang ada di samping nya, lalu berdiri dan mulai berjalan menuju Masjid Pondok.
......................
Di salah satu taman di pondok ikhwan terlihat Ustadz Rohman sedang duduk bersantai sambil melihat matahari sore.
"Ya Allah,,, udah lama Hamba mengagumi Ukhty Wulan,,, kalau Hamba selalu memikirkan nya itu adalah hal yang tidak baik,,, jika Hamba merindukan Ukhty Wulan dan ingin bertemu dengan nya, mungkin itu hanya nafsu. Namun jika merindukan Ukhty Wulan dan mendoakan nya,, itu adalah cara Hamba mencintai Ukhty Wulan"
"Apa sebaiknya aku temui ibu nya Ukhty Wulan ya untuk ta'aruf dan melamar Ukhty Wulan segera,,, ", batin Ustadz Rohman tersenyum.
Sangking serius nya menghayal,,, Ustadz Rohman bahkan tidak mengetahui kehadiran dari sahabat nya yang sekarang sudah duduk di samping nya.
"Hayo Rohman mikirin apa? ", ucap keras Ustadz Syafi'i menyadarkan Ustadz Rohman dari menghayal nya.
" Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah,,,, dasar Syafi'i,,, bikin kaget aja,,, untung aku nggak punya penyakit jantung ", ucap Ustadz Rohman.
"Lagian kamu senyum senyum sendiri,,, menghayalin apa sih kamu,,, Wulan ya", pertanyaan dari Ustadz Syafi'i jelas membuat Ustadz Rohman salting.
" Haha,,, kamu ngomong apa sih Syafi'i,,, ayo ke Masjid,,, udah mau Maghrib ini", Rohman pun langsung berdiri dan segera pergi menuju Masjid.
"Dasar Rohman,,, jelas banget muka nya merah waktu aku bilang tentang Wulan"
__ADS_1
"Rohman,,, tunggu!!!".