Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Permainan Telah Usai


__ADS_3

...****************...


"Aku sudah muak dengan adegan yang penuh pura pura ini,,,mari bertarung dengan serius kali ini!!!", ucap Ustadz Syafi'i kepada Ustadz Rendy.


" Ikhwan ini memang susah di tebak,,, kadang tersenyum, kadang tertawa tidak jelas,, dan sekarang ia ingin bertarung serius,,, barusan aku sudah serius melawan nya sampai ia tidak bergeming dan hanya bisa menangkis,,, apakah tadi ia benar benar belum serius?", batin Ustadz Rendy.


*~WWUUSSSHHH~*


*BUUGHH*


Dan kali ini Ustadz Syafi'i benar benar serius menyerang, ia langsung meluncurkan serangan yang kuat kepada Ustadz Rendy. Karena Ustadz Syafi'i menyerang mendadak, maka Ustadz Rendy pun sedikit terkejut dan refleks untuk menahan serangan tersebut.


Baru satu serangan dari Ustadz Syafi'i, Ustadz Rendy sudah mundur lumayan jauh dan menampakkan bekas garis pada tanah di lapangan.


Kali ini Ustadz Syafi'i benar benar tanpa ekspresi, tatapan nya sangat tajam kepada Ustadz Rendy. Dan kali ini Ustadz Syafi'i pun siap mengeluarkan jurusnya untuk pertama kali menghadapi Ustadz Rendy.


"Huh huh,,,, serangan barusan sangat mengerikan,,, aku bahkan tidak melihat ikhwan tadi maju dan menyerang ku!! ", batin Ustadz Rendy.


" Baiklah kalau begitu,,,!!"


Dan mulailah pertarungan sengit antara Ustadz Syafi'i dan Ustadz Rendy, para santri pun semakin bersemangat dan menonton pertandingan tersebut sambil bersorak untuk Ustadz mereka dan penantang baru yaitu Ustadz Syafi'i.


...----------------...


"Ya Allah,,, kenapa aku merasa kalau Ustadz Syafi'i beda ya auranya,,, lebih serem deh,,, tapii,,, masih suka juga sih serem serem gitu", batin Ustadzah Rinjani.


" Itu yang aku tunggu tunggu dari kamu Syafi'i,,, udah lama nggak liat Syafi'i brutal gitu,,, wk", ucap Ustadz Rohman.


"Astaghfirullah,,, aku kira Syafi'i udah mau nyerah karena kecapean,,, ternyata cuma akting aja,,, mulai brutal dia nya", batin Bu Nyai tersenyum kecil.

__ADS_1


...****************...


...*Kediaman Pak Kyai*...


Setelah Farhan menjelaskan semuanya kepada paman nya dan kepada Pak polisi atas laporan nya, serta Farhan juga sudah mengumpulkan bukti bukti untuk menjebloskan Ustadz Rendy ke penjara, maka Pak Kyai pun tidak bisa apa apa lagi karena memang Ustadz Rendy yang bersalah.


Tanpa berlama lama lagi, Farhan dan paman nya pun mengajak para polisi untuk menuju lapangan dan segera mengamankan tersangka. Mereka pun segera bergegas...


......................


Baru beberapa serangan, kini telah nampak dengan jelas bahwa Ustadz Rendy telah babak belur di wajah nya itu, sedangkan Ustadz Syafi'i masih berdiri kokoh dengan kuda kuda nya, dan tak lupa tatapan tajam nya.


"Huh huh huh,,, apakah aku akan kalah hari ini?,,, tidak tidak,,, aku adalah Ustadz terpopuler nomor 1 dan terkuat di Ponpes Miftahul Huda ini,,, mana mungkin aku kalah dengan seorang ikhwan baru di Pondok", batin Ustadz Rendy.


" Sudahlah,,,menyerah saja,,, kamu sudah mencapai batasnya,,, jika dilanjutkan lagi, kamu akan mendapatkan luka yang lebih serius dari yang sekarang ini", ucap Ustadz Syafi'i.


"Omong kosong macam apa itu,,, mana mungkin saya kalah dari ikhwan baru seperti antum,,, mari kita bertarung lagi!", jawab Ustadz Rendy memasang kuda kuda.


" Jangan sombong dulu ikhwan,,, pertarungan baru di mulai,, ", ucap Ustadz Rendy.


" Matamu baru dimulai!! ", batin Ustadz Syafi'i kesal.


Langsung saja tanpa aba aba lagi Ustadz Syafi'i langsung menerjang ke arah Ustadz Rendy, tentu nya dengan kondisi nya yang sekarang Ustadz Rendy sudah tidak bisa bergerak lagi.


"Apakah aku benar benar akan kalah hari ini?!", batin Ustadz Rendy yang sudah pasrah dengan keadaan.


...****************...


" CUKUP SYAFI'I!!!"

__ADS_1


Tiba tiba ada seseorang yang berteriak dan meminta Ustadz Syafi'i untuk menghentikan serangan nya, tak lain itu adalah Farhan yang sudah datang dengan beberapa polisi yang siap menangkap Ustadz Rendy.


Para santri pun juga terkejut kenapa ada beberapa polisi yang datang ke Pondok mereka,,,


"Sudah cukup untuk hari ini,,, silakan kamu kembali ke tenda dan beristirahat,,, hutang mu ke Rohman sudah lunas,,, kamu telah berhasil mengalahkan Rendy!! ", ucap Farhan.


Sejenak Ustadz Syafi'i tidak bergerak dan hanya menundukkan kepala,,,


" Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah,,, hampir lepas kendali...Hufff,,, baiklah,,, sudah cukup untuk kali ini,,,, saya cuma mau bilang sama kamu,,, jangan pernah lagi memfitnah orang yang tidak bersalah,,, semoga kamu bisa sadar setelah ini", ucap Ustadz Syafi'i


Ustadz Syafi'i pun melihat ke tenda Bu Nyai dan melihat Rohman sedang berjalan menuju tengah lapangan, Ustadz Syafi'i pun tersenyum dan berlari menuju Ustadz Rohman,,, mereka pun berpelukan.


"Terima Syafi'i,,, " ucap Ustadz Rohman menangis di pelukan Ustadz Syafi'i.


"Husst,,, nggak usah nangis juga Rohman,,, malu di liat para santri,,, ", jawab Ustadz Syafi'i yang juga berlinang air mata.


......................


Para polisi itu pun segera mengamankan Ustadz Rendy yang sedang terduduk tak berdaya di tengah lapangan dengan banyak luka di wajah. Kali ini Ustadz Rendy mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang telah ia lakukan selama di Pondok.


Pak Kyai pun menghampiri istri nya yang masih ada di tenda,,, tanpa ragu Pak Kyai langsung memeluk istri nya itu di hadapan para santri yang duduk di dekat tenda mereka.


"Ya Allah,,, aku merasa bersalah pada Rohman,,, Rohman adalah anak yang baik,,, dia aku rawat dari kecil,,, ia juga sudah sangat dekat dengan Farhan sejak kecil,,, tapi setelah munculnya Rendy,,, aku jadi gelap hati karena gampang dengan tuduhan yang tertuju kepada Rohman,,, sampai aku marah, mencabut gelar Ustadz dari Rohman dan menghukum nya untuk membersihkan gudang yang ada di tengah hutan sana", batin Pak Kyai merasa bersalah.


Ada


Disisi lain, Ukhty Wulan menangis sejadi jadi nya. Ia tidak pernah menyangka kalau Ustadz Rendy akan di tangkap oleh polisi dan mendapatkan hukuman. Ibu Murni pun tidak mengerti dengan sikap anaknya itu yang tiba tiba menangis dan langsung memeluknya.


Tapi ibu Murni juga tidak menanyakan hal itu,, ia pun memeluk anak perempuan nya itu dengan penuh kasih sayang...

__ADS_1


"Permainan telah usai,,, aku akan berada di Ponpes Miftahul Huda untuk beberapa hari lagi,,, lalu setelah itu aku akan pergi ke Ponpes milik paman Zaki dan bibi Anjani", batin Farhan melihat Ustadz Rendy yang dibawa oleh para polisi.


__ADS_2