Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Menghilang


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Farhan yang sedang berjalan santai sambil menikmati suasana Pondok, dan Syifa si gadis kecil bercadar yang berlari lari kecil di depan Farhan kini menjadi pusat perhatian para santri Pondok...


Karena sebagian besar dari para santri santri itu mengetahui bahwa Farhan adalah saudara dari Pak Kyai dan mempunyai anak perempuan, mereka yang berpapasan dengan Farhan dan Syifa pun menyapa dengan ramah. Dan sikap dingin Farhan pun kembali saat menerima sapaan daripada para santri, tapi Syifa tetap menjawab dengan sopan nya dan senyuman di balik niqob yang ia kenakan.


Dari kejauhan, Farhan melihat ada Zahra dan teman temannya sedang duduk bersama di salah satu taman Pondok. Dari jauh Farhan mengamati para santri akhwat itu, mereka sedang mencari suasana yang bagus dengan berkumpul di bangku taman yang ada dibawah pohon besar untuk saling belajar kitab.


Farhan pun hanya tersenyum karena merasa Zahra sekarang sudah aman bersama teman temannya, dan Farhan sendiri juga tidak mengambil jalan yang akan ia lalui dengan Syifa, karena Farhan ingin membawa Syifa ke salah satu taman di Ponpes Darul Musthafa yang akan membuat Syifa senang bermain disana, bukan cuma sekedar taman bunga biasa.


"Jika pemuda bersorban itu lengah,,, akan aku ambil anaknya"


Sejenak, Farhan menghentikan langkah kaki nya dan mulai waspada karena ia mendengar sesuatu dan merasakan ada yang sedang mengawasi dirinya bersama Syifa.


Tapi Farhan sendiri tidak mengetahui dengan jelas siapa yang sedang memperhatikan dirinya dari tempat tersembunyi. Farhan sendiri juga tidak menggunakan ilmu yang ia miliki lebih dari 50 % , karena Farhan mengira bahwa lawan yang ia hadapi di Ponpes Darul Musthafa itu tidak akan membuatnya kesulitan.


Tapi kali ini Farhan baru merasakan bahaya yang akan menyerang Syifa, disisi lain Farhan sendiri juga tidak ingin menggunakan ilmu nya melebihi kadar nya.


"Semoga ini hanya perasaan ku saja", batin Farhan yang sedang waspada melihat sekeliling. Namun tidak akan siapa pun yang mencurigakan yang sedang mengawasinya melainkan hanya para santri yang lalu lalang.


" Ayaaah,,, ayoo,,!! ", Syifa yang jaraknya sudah lumayan jauh dari Farhan pun kembali untuk menjemputnya karena tadi Syifa tidak mendapati sang ayah ada tepat di belakang nya namun jauh di belakang sana.


" Eh Astagfirullah,,, i iya iya,,, ayo ayo,,, dasar Syifa cantik,,, buru buru banget ", ucap gemas Farhan langsung menggendong Syifa sambil mencium pipinya Syifa yang tertutup niqob.


Karena baru ini Syifa mendapatkan ciuman dari Farhan yang sudah ia anggap sebagai ayahnya itu, dibalik niqob nya itu Syifa pun memerah pipinya dan langsung menutup wajahnya karena tersipu.

__ADS_1


"Aaa ayah nyium Syifaa", ucap Syifa menutup wajahnya.


" Hii gadis kecil ku malu", goda Farhan mulai berjalan sambil menggendong Syifa.


.


...****************...


...****************...


Saat Farhan menurunkan Syifa di sebuah taman Pondok, Syifa pun terdiam melihat sesuatu yang baru ia lihat di Pondok...


"Ayah,,, ada kelinci"


Dengan girangnya Syifa berlari ke arah kawanan kelinci tersebut dan hendak memegang satu, tapi bukannya lari karena dikejar para kelinci itu malah melompat lompat dan perlahan mendekat ke arah Syifa.


Dan akhirnya Syifa pun menangkap satu ekor kelinci yang ukurannya lumayan sudah dewasa, sambil duduk di rumput Syifa pun mengelus ngelus kelinci yang ia tangkap itu.


Bukan hanya kelinci satu yang ia tangkap, bahkan kelinci yang lain pun ikut mendekat ke Syifa...


"Alhamdulillah,,, sudah kuduga Syifa akan senang di taman ini karena ada banyak kelinci,, Syifa bisa main sama kelinci kelinci itu karena mereka sudah jinak dan tidak akan lari jika didekati. Maa Syaa Allah,,, seneng banget Syifa main sama kelinci", ucap Farhan.


...****************...


Saat Farhan sedang mengawasi Syifa yang sedang bermain bersama kawanan kelinci itu, ada 1 ekor kelinci yang keluar dari kawanan itu dan malah melompat dan menjauh ke arah belakang Pondok.

__ADS_1


Syifa tentunya tidak sadar bahwa ada kelinci yang menjauh karena sekarang ini Syifa sudah dikerumuni oleh banyak kelinci, tapi Farhan yang mengawasi dari jauh tentu nya melihat ada kelinci yang keluar dari kawanan nya.


Farhan pun berjalan dan mengikuti kelinci tersebut untuk segera ditangkap dan tidak hilang, Farhan pun dengan santai meninggalkan Syifa yang sedang bermain bersama kelinci...


...----------------...


......................


Setelah mengikuti kelinci sampai di dekat pohon besar, Farhan pun segera menangkap kelinci tersebut dengan perlahan karena kelinci nya juga tidak akan lari.


"Hufff,,,, dasar kelinci,,, keluyuran nya jauh banget,,, sekarang kita balik,,, jangan sampai kamu hilang terus dimakan hewan buas dekat hutan itu", ucap Farhan menggendong kelinci tersebut.


...................


Tapi,,, kini raut wajah Farhan tiga tiba menjadi dingin tanpa ekspresi...


Saat Farhan kembali,,, suasana taman kini sangat sepi,,, seekor kelinci pun tidak ada,,, yang ada hanya bulu bulu putih milik kawanan kelinci tadi, bahkan Syifa juga sudah tidak ada di taman tersebut...


Dan tiba tiba aura Farhan mulai keluar sedikit demi sedikit,,, dan aura itu semakin menekan dan mencekam...


"Dimana Syifa?!", ucap Farhan.


Saat Farhan mendekat ke arah tengah taman, dimana tadi Syifa sedang duduk di situ bertambah marah lah Farhan ketika ia melihat bahwa ada sebuah gelang tasbih berukuran kecil rusak.


Entah apa yang terjadi, tiba tiba pupil mata Farhan sedikit berubah warna menjadi merah, dan juga aura yang dikeluarkan Farhan hampir 40 %...

__ADS_1


__ADS_2