Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Apakah Rasanya Tidak Enak?


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam kamar itu Farhan pun ditemani oleh bibinya, Dinda, dan Syifa untuk beristirahat. Walau bagaimana pun mata Farhan sulit sekali untuk di tutup karena ia sudah terlanjur bangun.


Bahkan sekarang pun Farhan sedang berselenden bukan berbaring, dan Syifa dengan gemas nya selalu menempel ke Farhan dan memeluk nya erat takut sang ayah akan bersikap 'nakal' lagi dan pergi keluar tanpa izin.


"Bibi,,, tadi siapa yang bikin teh?", Farhan pun bertanya kepada sang bibi tentang teh yang ia minum tadi sambil menunjuk ke arah cangkir teh yang telah kosong.


" Dinda yang bikin", jawab sang bibi melirik ke Dinda.


Dinda yang saat ini sedang duduk di samping kanan Farhan pun perlahan menunduk malu dan berkata...


"Apakah teh nya nggak enak mas?,,, maaf kalau teh buatan Dinda nggak enak dan nggak seperti buatan nya bibi"


Dinda pun seperti merasa bersalah karena mengira Farhan tidak suka dengan teh yang ia buatkan.


"Ayaah,,, maafin mama kalau teh nya nggak enaak", Syifa pun juga ikut meminta maaf kepada Farhan supaya Farhan tidak marah kepada Dinda.


Farhan pun hanya tersenyuk lalu tertawa kecil sambil mengambil cangkir teh yang kosong itu,,,


" Kalau teh nya nggak enak,,, nggak mungkin teh nya habis. Walau teh nya nggak enak,,, saya juga nggak akan tega untuk buang,,, mubazir ", ucap Farhan menjelaskan tentang teh itu.


" Rasa nya enak kok,,, rasanya bahkan lebih enak sedikit dari buatan bibi Anjani ", ucap Farhan.


" Tolong buatkan saya teh lagi", lanjut nya.


Sambil perlahan melihat ke arah Farhan, wajah dibalik cadarnya itu memasang wajah bahagia dan senyum lebar. Bagaimana tidak, seorang pemuda memuji teh buatan nya.


Setelah almarhum suami dan ayah nya sendiri, tidak ada laki laki yang Dinda pernah buatkan teh. Tapi baru kali ini Dinda membuatkan teh untuk Farhan dan itu mendapat penilaian yang bagus dari Farhan.


Setelah menerima cangkir teh kosong dari Farhan, Dinda dengan hati senang langsung bergegas keluar kamar dan menuju dapur untuk membuat teh lagi untuk Farhan.

__ADS_1


"Alhamdulillah,,, yeaah ayah nggak marah sama mamaa", ucap Syifa memeluk Farhan dengan erat dan penuh kasih sayang.


Farhan pun juga membalas pelukan dari Syifa, Farhan memeluk tubuh mungil Syifa yang sekarang hampir naik ke tubuhnya, tapi Farhan tidak marah soal itu melainkan Farhan malah senang. Entah apa yang terjadi, rasa sakit yang menyerang nya tadi seperti nya sudah tidak terasa lagi, sekarang wajah Farhan tidak menunjukkan bahwa dirinya sedang kesakitan melainkan wajah bahagia saat dipeluk oleh Syifa.


"Ma Syaa Allah,,, bahagia banget kalian ya hm,,, dasar" ucap bibi Anjani sambil menggeleng.


"Oh iya Farhan,,, kamu belum makan kan,,, bibi ambilin makan dulu ya,,, habis itu kamu minum obat,,, terus istirahat", ucap bibi nya, dan Farhan pun hanya mengangguk menandakan setuju dan tidak menolak.


...****************...


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya makan siang dan teh pesanannya Farhan pun telah tiba di kamar.


Dinda pun menaruh makanan dan teh tersebut dimeja kecil yang ada di sebelah kiri Farhan, lalu setelah itu segera duduk kembali di kasur bagian kanannya.


Sejenak Farhan mengambil sepiring nasi itu lalu mulai mengamati. Melihat wajah Farhan yang seperti nya menatap aneh makanan nya, sang bibi dan Dinda pun sedikit panik.


"Ke kenapa mas,,, ada yang salah sama lauknya?", tanya Dinda.


Dinda dan bibi Anjani pun saling tunjuk, lalu saling pandang...


" Kita berdua yang buat Farhan", jawab bibi Anjani.


"Ada sambel pindang, oseng pare, dan bakwan jagung", ucap Farhan.


" Iya,,, itu kan makanan kesuksesan kamu Farhan", ucap sang bibi.


"Bibi yang buat oseng pare nya,,, Dinda yang buat sambel pindang sama bakwan jagung nya,,, tadi bibi udah cobain,,, enek banget,,, sekarang kamu coba,,, ", lanjut bibi Anjani .


Setelah membaca doa makan, Farhan pun mulai menyendok nasi dan lauk nya, lalu perlahan masuk ke dalam mulu dan mengunyah nya perlahan...


......................

__ADS_1


Tiba tiba raut wajah Farhan menjadi dingin, dan aura dingin itu juga mempengaruhi bibi dan Dinda. Syifa sendiri juga sedikit merasa canggung melihat Farhan yang memasang wajah dingin tanpa ekspresi sesaat setelah nasi dan lauk nya ke dalam mulut, apalagi yang dimakan adalah sambel pindang buatan Dinda.


Soal teh mungkin memang hal biasa karena teh manis, semua orang pasti bisa membuat nya. Beda lagi jika soal makanan, jika rasanya sudah tidak enak maka nafsu makan pun juga hilang. Dinda sangat takut jika makanan yang ia buat tidak enak dan Farhan marah.


Lalu secara perlahan Farhan melihat ke arah Syifa yang saat ini masih memegang lengannya, Syifa pun juga menatap mata sang ayah dengan imut.


"Syifa udah makan", tanya Farhan.


" Beluum ", jawab pelan Syifa.


Setelah menyuruh Syifa membaca doa makan, Farhan pun menyendok sedikit nasi beserta sedikit sambel pindang lalu perlahan menyuapkan nya ke Syifa. Syifa pun perlahan membuka cadar bagian bawah supaya sendok tersebut masuk dan Syifa bisa memakan nasi yang disuapi oleh sang ayah.


Kini ekspresi Syifa pun sama seperti saat Farhan selesai mengunyah nasi tadi, melihat hal itu Dinda semakin merasa bersalah karena mengira masakan nya tidak enak.


Tapi tiba tiba...


"Mamaa,,, pindang nya enaakk!! ", Syifa pun langsung memasang wajah senang dan senyum lebar karena masakan mama nya sangat enak.


Dinda pun tentu nya terkejut mendengar sang buah hati mengatakan bahwa masakan nya sangat enak. Sebelumnya Dinda memang sering masak di rumah nya sendiri,,, tapi baru kali ini ia membuat sambel pindang.


"Be beneran enak sayang?", tanya Dinda ke Syifa untuk memastikan.


"Iya mamaa,,, sambel pindang nya enak,,, enak banget", jawab Syifa senang.


" Alhamdulillah Ya Allah,,, "ucap syukur Dinda lega.


" Tapi,,, kenapa tadi mas Farhan masang wajah tanpa ekspresi gitu,,, kayak rasa dari sambel pindang nya aneh?", tanya Dinda ke Farhan.


"Nggak apa,,, sengaja biar kamu kaget,, ", ucap Farhan menyuapkan nasi ke mulut nya.


" Ih mas Farhan,,, apa sih,,, bikin orang takut aja,, Dinda kira rasa nya nggak enak", ucap Dinda kesal karena merasa dijahili oleh Farhan.

__ADS_1


Bibi Anjani dan Syifa pun tertawa karena hal itu...


__ADS_2