Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Perbandingan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena siang itu keadaan memang sepi dan tidak ada orang dirumah selain dirinya, Farhan pun mulai menutup mata dan tertidur.


Sejak tadi ia sedang berpikir keras dan mencari strategi untuk melanjutkan rencana nya untuk besok, dan karena suasana sepi, hening, dan tenang dengan kondisi jendela kamar terbuka otomatis angin sepoi sepoi masuk melalui jendela itu, membuat mata Farhan merasakan ngantuk lalu tertidur.


Siang itu tubuh dan batinnya Farhan benar benar sedang beristirahat, ia sangat nyenyak dalam tidur nya. Bahkan didalam dimensi nya, Farhan juga tertidur pulas. Si kembaran pun hanya tersenyum melihat nya lalu memberikan sedikit demi sedikit energi kepada Farhan.


......................


...*Jam 14.00 WIB*...


Akhirnya jam 2 siang Pak Kyai dan Bu Nyai pun sudah pulang ke rumah, dan mereka sedang duduk bersantai di ruang depan.


"Kamu keliatan nya capek banget mas?,,, habis darimana?", tanya Bu Nyai tersenyum kepada suaminya itu..


Dalam posisi berselendenkan sofa yang empuk itu, Pak Kyai menghela nafas panjang dan perlahan melihat ke arah istrinya yang sedang tersenyum kepadanya. Melihat sang istri tersenyum manis kepada nya, Pak Kyai pun ikut tersenyum pula dan sedikit hilang rasa lelah nya yang tadi ia tunjukkan dengan wajah lesu dan lemas.


"Hufff,,,, hmm tadi habis merundingkan dan sedikit melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus kasus para santri akhwat", jawab Pak Kyai tersenyum.


"Ooalah,,, yang kelima santri itu ya?", tanya Bu Nyai langsung paham. Dan Pak Kyai hanya membalas dengan anggukan dan senyuman.


" Uuuh sayaang,,, capek ya,,, sini aku pijitin", Bu Nyai pun langsung duduk disamping suaminya yang terlihat sangat letih itu dan langsung memijit pelan lengannya lalu kepalanya.

__ADS_1


...****************...


Farhan yang sedaritadi sudah bangun dari istirahat nya kini dengan santai sedang membaca buku novel favorit nya. sesekali matanya melirik ke arah pintu dan mendengar suara paman dan bibinya yang sedang bermesraan di ruang depan. Farhan pun acuh tak acuh dengan hal itu, ia kembali fokus membaca buku nya.


Tak berapa lama tiba tiba Farhan berhenti membaca buku, memberi pembatas lalu menutup dan menyimpannya. Sejenak Farhan terdiam, ia sedikit kepikiran dengan lokasi lokasi yang tadi pagi ia selidiki. Farhan pun segera beranjak dari kasur nya dan segera keluar menuju ruang depan.


......................


Sejenak ruang depan pun menjadi hening seketika saat Farhan saling bertatapan dengan paman dan bibinya yang sedang pijit pijitan. Walau bagaimana pun mereka berdua juga ada rasa malu dan sungkan, Pak Kyai dan Bu Nyai pun langsung menata sikap dan mengatur posisi duduk yang enak dan nyaman. Tapi Farhan menatap mereka dengan acuh tak acuh, Farhan langsung duduk di sofa yang ada di seberang sofa yang diduduki paman dan bibinya.


"Farhan?,,, kamu baru bangun tidur ya,,, pasti belum makan siang ya,,, maaf ya bibi baru pulang,,, sekarang bibi aman masak makan siang", ucap Bu Nyai langsung berdiri.


" Duduk", saat sang bibi berdiri dan hendak pergi ke dapur, tiba tiba Farhan menyuruh nya duduk kembali.


Dengan sedikit gugup, Bu Nyai pun perlahan duduk kembali tapi tidak berani menatap keponakan nya itu...


"Kenapa Farhan?,,, kamu mau bibi masakin apa siang ini?", tanya Bu Nyai berusaha untuk tenang dan mengajak Farhan berbicara.


Farhan pun tidak mengatakan apapun dan langsung meletakkan sebuah berkas yang ada di dalam map biru itu di atas meja.


" Besok pagi panggil kelima akhwat itu untuk menemui Farhan disini", ucap Farhan setelah meletakkan berkas itu.


Pak Kyai pun secara perlahan mengambil berkas itu dan melihat isi nya, termasuk Bu Nyai... Mereka berdua terkejut melihat berkas itu, mereka bingung dari mana Farhan bisa mendapatkan nya.

__ADS_1


"Farhan,,, dari mana kamu dapat berkas berkas ini?", tanya Pak Kyai melihat dengan teliti berkas berkas itu.


Farhan hanya diam dan tidak mengatakan apapun, lalu ia berdiri dan hendak masuk ke kamar nya lagi. Tapi baru beberapa langkah Farhan pun berhenti dan mengatakan...


" Farhan mau bertemu dengan Ustadzah Indah besok malam ba'da Isya'..."


Ucapan Farhan itu pun membuat sang bibi marah...


"Nggak,,, kalau kamu mau menyelesaikan kasus kelima akhwat itu,,, bibi akan panggilkan besok pagi,,, atau sekarang juga boleh. Tapi bibi nggak mau kamu berurusan dengan orang hina itu", ucap Bu Nyai marah.


" Kalian lebih parah daripada paman Hasyim,,, Farhan telah menemukan dan menyelesaikan kasus yang serupa di Pondok beliau, Ponpes Miftahul Huda. Itu pun tidak sampai 3 kasus, tapi disini bahkan sampai lima dan digantung", ujar Farhan tanpa melihat ke arah paman dan bibinya itu dan malah mengeluarkan aura menekan.


"Anda belum melihat kebenarannya,,, tapi anda sudah marah kepada Ustadzah Indah dan mencabut jabatannya sebagai Ustadzah. Dia adalah korban ilmu gaib... Jika anda tidak mau membawa Ustadzah Indah besok,,, saya juga tidak mau lagi membantu untuk menyelesaikan kasus ini dan akan segera pergi dari sini".


Dan ucapan Farhan itupun membuat paman dan bibi nya merinding ketakutan, mereka belum pernah merasakan aura menakan dari Farhan, mereka hanya sering melihat sikap Farhan yang dingin tanpa ekspresi dan bahkan cuek kepada orang disekitar nya. Tapi baru kali ini mereka berdua melihat sosok Farhan yang berbeda.


Bibi nya yang tadi marah pun sekarang malah ketakutan dan hampir menangis, terlihat air mata sudah berlinang dimatanya.


"Ba baik Farhan,,, bibi akan bawa dia kesini besok malam", ucap sang bibi gemetar, Pak Kyai pun juga tidak berani menjawab ucapan Farhan.


Apa yang diucapkan Farhan hampir semuanya benar, banyak sekali kasus tidak senonoh yang digantung dan tidak terselesaikan. Bahkan mereka lebih buruk daripada saudara mereka, yaitu Pak Kyai Hasyim.


Farhan pun kembali berjalan dan langsung menuju ke kamarnya...

__ADS_1


__ADS_2