
Padahal Pak Kyai baru saja masuk ke dalam dan belum sempat duduk untuk istirahat sejenak, tapi Farhan malah langsung berdiri.
"Astaghfirullah Hal'adzim,,, mau kemana lagi kamu Farhan, nggak capek keliling terus?", tanya Pak Kyai.
"Sepertinya harus cari waktu untuk membicarakan rencana ku kepada paman dan bibi,,, untuk saat ini aku masih bisa mengawasi Wulan", batin Farhan.
" Farhan mau ke masjid dulu ", jawab singkat Farhan.
" Baru jam setengah 11,,,waktu Dzuhur masih lama", ucap Pak Kyai.
"Assalamu'alaikum".
Seperti biasa, Farhan tidak berkata apa apa lagi selain mengucapkan salam dan langsung pergi.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh... ", jawab Pak Kyai dan Bu Nyai.
*Taman Ikhwan*
Rohman, Ustadz Ahmad, dan Ustadzah Fitri sedang duduk bersama sambil mengobrol. Seperti reaksi pada umum nya, Ustadz Ahmad dan Ustadzah Fitri sangat terkejut mendengar cerita Rohman bahwa pemuda bersorban itu adalah keponakan nya Pak Kyai Hasyim dan Bu Nyai Aini.
Seketika, Ustadz Ahmad langsung memperhatikan sikap adik nya. Entah kenapa, Ustadzah Fitri sangat senang tanpa alasan.
" Ternyata pemuda bersorban itu keponakan nya Pak Kyai,,, pasti ilmu agama nya tinggi,,, apalagi kata Ustadz Rohman pemuda bersorban itu adalah santri pertama di Pondok ini", batin Ustadzah Fitri.
Banyak rumor di pondok pesantren tentang kedekatan antara Ustadzah Fitri dan Ustadz Farid, entah cerita itu asli atau tidak, tapi yang pasti untuk saat ini Ustadzah Fitri sangat terpikat dengan keponakan nya Pak Kyai Hasyim.
__ADS_1
"Dasar Fitri,,, sepertinya memang benar kalau adik ku ini suka sama pemuda bersorban itu", batin Ustadz Ahmad.
" Oh iya,,, nama pemuda bersorban itu siapa?", tanya Ustadzah Fitri kepada Rohman.
"Farhan,,, ", jawab Rohman.
" Akhy Farhan", batin Ustadzah Fitri.
*Perbatasan Pondok Ikhwan dan Akhwat*
Terlihat Wulan sedang membawa sajadah sambil berjalan menuju Masjid yang ada di area Pondok Ikhwan, ia berjalan menuju Masjid bersama teman teman nya.
Seperti santri pada umumnya, mereka berjalan sambil mengobrol dan bergurau,,,
"Assalamu'alaikum".
Mereka pun terkejut ada seorang pemuda bersorban yang sedang berdiri di hadapan mereka, tapi ada beberapa dari akhwat itu yang mengenali bahwa pemuda bersorban itu adalah keponakan Pak Kyai Hasyim, tapi mereka tidak mengetahui nama dari pemuda bersorban tersebut.
"Afwan,,, ana mau bicara sebentar sama ukhty Wulan. Dan untuk menghindari fitnah, tolong 1 akhwat temani Ukhty Wulan disini", ucap Farhan.
Mendengar ucapan Farhan, para akhwat pun terkejut. Mereka malah mengira bahwa pemuda bersorban itu menyukai Wulan.
Para akhwat bercadar itu pun langsung meninggalkan Wulan bersama dengan pemuda bersorban, dan seperti ucapan Farhan, ada 1 teman Wulan yang menemani nya tapi ia juga sedikit menjauh.
"Ya Allah,,, ada apa Akhy bersorban menemui aku?", batin Wulan.
__ADS_1
Tanpa berbicara, Farhan langsung memberikan sebuah gelang tasbih kepada Wulan.
Tentu nya hal itu membuat Wulan terdiam dan berdebar debar tanpa alasan.
" Pakai gelang tasbih ini", ucap Farhan.
"Tapi... "
"Pakai!! "
Wulan pun otomatis menolak gelang itu, tapi setelah Farhan memaksa Wulan dengan tatapan tajam, Wulan pun segera mengambil gelang tasbih tersebut dan memakai nya.
"Su sudah Akhy,,, gelang nya sudah saya pakai", ucap panik Wulan.
" Jaga gelang itu baik baik,,, itu gelang dari Rohman,,, Rohman mau memberikan gelang tasbih itu ke kamu, tapi dia tidak berani. Akhirnya Rohman pun memberi amanah ke saya untuk memberikan gelang itu ke kamu", ucap Farhan.
Wulan pun tambah deg degan setelah Farhan memberi tahu bahwa gelang tasbih itu adalah pemberian dari Rohman, pria yang ia kagumi.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Farhan pun langsung pergi tanpa mengatakan apa pun lagi...
"Ya Allah,,, apa benar gelang ini pemberian dari Ustadz Rohman,,, tapi bagaimana Akhy bersorban kenal dengan Ustadz Rohman?", batin Wulan.
__ADS_1