
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Perjalanan Farhan pun berjalan lancar tanpa ada halangan apapun, Farhan bahkan diserbu para penumpang dan mendapatkan pertanyaan pertanyaan seputar agama karena mereka mengira Farhan memang adalah Ustadz dari sebuah Pondok Pesantren.
Farhan juga tidak bisa berkutik jika dirinya diserbu oleh sebutan 'Ustadz' dari para penumpang itu, Farhan hanya tersenyum sambil menjawab berbagai pertanyaan dari para penumpang.
Para penumpang juga sangat senang bisa mendengarkan penjelasan dari Farhan yang mereka sebut dengan Ustadz, mereka menjadi mendapatkan ilmu yang berguna untuk diri mereka sendiri dan orang lain. Suasana di perjalanan pun sedikit lebih ramai karena mereka sedang berbicara dan membahas yang mereka pertanyaan kepada Farhan.
...----------------...
Dan setelah berjam jam memberikan penjelasan dan menjawab berbagai pertanyaan dari para penumpang, akhirnya Farhan bisa beristirahat. Ia berselenden dan mulai bersantai.
Walau bagaimana pun Farhan belum pernah mengalami situasi yang seperti itu, tapi Farhan juga senang dapat memberikan sedikit ilmu nya kepada orang lain, ia berharap ilmu yang ia bagikan itu dapat bermanfaat.
Merasa sedih lelah Farhan juga mulai menutup mata,,,
Perjalanan yang bisa dibilang tidak membosankan itu sangat lancar, perjalanan Farhan menuju Pondok selanjutnya juga tidak terhalang oleh apapun lagi.
Kini jam telah menunjukkan pukul 11:45 WIB. Pak supir segera mencari Masjid untuk beristirahat dan melaksanakan Shalat terlebih dahulu.
Tak lupa setelah Shalat pak supir dan para penumpang menuju rumah makan terdekat untuk makan siang, Farhan juga menikmati makan siang nya itu, tentunya ia makan didalam ruangan yang hanya ada ia sendiri didalam nya, karena Farhan tidak mau menampakkan wajahnya tersebut.
Setelah makan siang usai, mereka langsung melanjutkan perjalanan kembali. Perjalanan yang lancar itu membuat Farhan bisa lebih tenang, ia membaca buku novelnya dengan tenang dan santai, bisa dibilang buku nya itu memiliki ratusan halaman yang membuat Farhan tidak bisa sekaligus membaca habis semuanya.
...----------------...
...----------------...
Pak supir selalu melakukan jadwal itu berulang kali,,, setiap memasuki waktu Shalat ia akan berhenti di Masjid terdekat untuk Shalat berjamaah dan berkembang sejenak.
Itu terjadi sampai malam tiba, karena waktu Maghrib dan Isya' juga sangat dekat, maka setelah Maghrib pak supir tidak melanjutkan perjalanan, ia akan kembali melanjutkan perjalanan setelah Shalat Isya' dan makan malam.
......................
......................
Di teras Masjid Farhan melihat si bapak sedang bersedih, si bapak melihat kertas kecil berukuran 3 kali 4,seperti sebuah foto.
Si bapak memandang foto itu seperti ingin menangis, Farhan berfikir mungkin si bapak sedang rindu dengan keluarganya dan sesekali melihat foto itu.
Farhan hanya tersenyum lalu berjalan mendekati si bapak, lalu duduk disamping nya...
Si bapak tidak menyadari jika Farhan sudah berada disamping nya, karena ia terlalu fokus melihat foto tersebut.
"Anaknya cantik pak,,, pakai cadar pula"
Ucapan Farhan itu pun membuat si bapak tersadar dan sedikit terkejut karena tiba tiba ada suara di dekatnya. Si bapak pun menoleh ke sampingnya dan melihat Farhan tersenyum kepadanya.
"Huff",,, terima kasih Ustadz", ucap si bapak menghela nafas.
Melihat reaksi si bapak, Farhan tahu telah terjadi sesuatu kepada anak bapak itu... Karena si bapak tidak bercerita maka Farhan juga tidak akan banyak bertanya.
" Bapak nggak usah sedih,,, nanti setelah bapak dapat cuti,,, bapak pasti akan bertemu lagi dengan anak bapak,,, dan juga isti bapak", ucap Farhan.
"Aamiin Ustadz,,, terima kasih banyak", ucap si bapak tapi raut wajah nya masih terlihat sedih.
Farhan pun hanya tersenyum, ia melihat ke arah dalam Masjid lalu menoleh lagi ke arah si bapak...
" Sudah mau masuk Shalat Isya',,, mari pak,,, ambil air wudhu, Shalat,, makan malam,,, berangkat lagi ", ucap Farhan.
Sekilas si bapak melihat Farhan yang selalu tersenyum kepadanya, si bapak juga mulai mengangkat sudut mulut nya dan tersenyum ke arah Farhan.
" Iya Ustadz ", jawab si bapak.
Sejenak si bapak dan Farhan saling pandang, lalu keduanya tertawa bersama. Setelah itu mereka pun segera wudhu dan melaksanakan Shalat Isya' berjamaah.
__ADS_1
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Setelah Shalat Isya' berjamaah tak lupa mereka juga makan malam karena perut sudah mulai lapar meminta makanan.
Para penumpang makan dengan nikmat, dan seperti biasa Farhan makan didalam suatu ruangan yang hanya kusus untuk dirinya, ia sedikit pun tidak mau menampakkan wajah nya itu.
Dan setelah makan makan semua penumpang segera kembali kedalam bus, pak supir juga memberikan waktu lagi bagi penumpang yang ingin ke toilet terlebih dahulu sebelum berangkat.
Sambil menunggu beberapa penumpang yang pergi ke toilet, Farhan sudah masuk kedalam bus dan ia mulai membaca novel lagi.
Sekitar 10 menit kemudian, para penumpang telah masuk semuanya dan bus perlahan meninggalkan tempat tersebut dan melanjutkan perjalanan.
Dan seperti beberapa waktu lalu, saat menjelang Subuh pak supir telah berhenti di sebuah Masjid. Para penumpang sebagian masih tidur dengan nyenyak.
Beda dengan Farhan yang sudah bangun sekitar pukul setengah 4 tadi, Farhan turun dari bus dan menghampiri si bapak yang sedang meminum teh hangat di salah satu warung kecil.
"Bapak masih nggak mau menceritakannya?", tanya Farhan.
Si bapak yang sedari tadi hanya mengaduk teh nya pun tersadar dan menoleh melihat ke arah Farhan yang ada di belakang nya.
" Hmm nggak apa apa kok Ustadz ", ucap si bapak kembali memasang wajah sedih nya.
Farhan juga tidak bisa apa apa, ia hanya menghela nafas dan berjalan menuju Masjid untuk bersiap Shalat Subuh berjama'ah.
Setelah adzan berkumandang para penumpang lain satu persatu mulai bangun dan turun dari bus, mereka segera menuju Masjid untuk ikut Shalat Subuh berjama'ah.
......................
......................
......................
Seperti biasanya setelah Shalat Subuh para penumpang akan mandi satu persatu, lalu ada juga yang sarapan terlebih dahulu baru mandi, bahkan ada juga yang membeli oleh oleh dari toko yang tak jauh dari situ.
Farhan juga ikut mengantri untuk mandi pagi, ia merasa ngantuk setelah sarapan tadi, ia berfikir untuk mandi pagi supaya segar kembali.
Sekitar pukul 7 pagi bus kembali melanjutkan perjalanan, mereka akan segera ditempat tujuan sekitar pukul 3 nanti.
Dan seperti yang diharapkan, Farhan kembali segar setelah mandi pagi, ia kembali membuka buku novel nya dan lanjut membaca.
Supaya suasana tidak sepi beberapa penumpang ada yang maju ke dekat supir meminjam mic untuk karaoke, mereka mulai bernyanyi senang karena akan segera sampai tujuan.
Sekilas beberapa penumpang tersadar jika di dalam bus juga ada seorang Ustadz muda, mereka pun mengganti tema lagu menjadi Shalawat.
Mereka serempak mulai melantunkan Shalawat yang diputar, Farhan mengangkat kepala nya dan melihat para penumpang mulai bershalawat. Farhan tersenyum karena nya dan ikut bershalawat juga.
Setelah berhenti sekali karena Shalat Dzuhur dan makan siang, kini bus telah memasuki terminal. Pak supir menghentikan bus perlahan dan memarkirkan nya.
Para penumpang turun satu persatu lewat pintu depan dan belakang yang dibuka secara bersamaan, Farhan juga ikut turun setelah semuanya turun, karena Farhan tidak mau berdesak desakan dengan penumpang lain.
Saat Farhan menginjakkan kaki nya di tanah terminal itu, ia tersenyum dan menghela nafas.
"Sudah cukup lama sejak hari itu", ucap Farhan seperti bernostalgia.
" Ustadz! "
Saat Farhan hendak melangkahkan kaki nya,,, tiba tiba ada yang memanggil dirinya dengan sebutan 'Ustadz', mau tidak mau Farhan pun menoleh dan melihat bahwa si bapak supir lah yang memanggil dirinya.
"Ada apa pak?", tanya Farhan.
" Hm,,, saya mau ngomong sesuatu sama Ustadz ", jawab si bapak.
__ADS_1
Farhan pun mengangguk dan mengikuti si bapak yang membawanya menuju arah belakang terminal.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Suasana sepi di belakang terminal itu membuat nyaman untuk mengobrol, apalagi seperti nya si bapak akan membicarakan hal serius dengan Farhan.
"Gimana pak,,, apa yang ingin bapak bicarakan dengan saya?", tanya Farhan.
" Huff,,, ", sejenak si bapak menghela nafas, ia bingung mau memulai berbicara dari mana.
" Hmm,,, saya tahu Ustadz adalah salah satu dari Pondok Pesantren yang ternama,,, Ustadz sekarang lagi berkeliling ke berbagai masyarakat untuk berdakwah,,, bahkan mungkin Ustadz juga mengunjungi beberapa Pondok Pesantren yang memiliki hubungan dengan Ustadz ", si bapak pun mulai berbicara.
" Jika dipikir lagi,,, di daerah sini ada satu Pondok Pesantren yang terkenal, mungkin Ustadz tujuan Ustadz kesini adalah untuk datang ke Pondok Pesantren Al Muttaqin", ucap si bapak.
Farhan hanya diam dan mendengarkan apa yang ingin si bapak bicarakan, dan Farhan tidak menyangkal dugaan si bapak kalau dirinya hendak ke Pondok Pesantren Al Muttaqin.
"Ustadz pasti udah tahu foto anak saya kan,,, anak saya mondok di Pondok Pesantren Al Muttaqin Ustadz", pernyataan si bapak membuat Farhan terdiam, ternyata anak bapak itu adalah adik seperguruan nya Farhan yang ada di Pondok Pesantren Al Muttaqin. Jika anak si bapak adalah santri di Pondok Pesantren Al Muttaqin, maka keluarga.
"Jika anak bapak mondok di Pondok Pesantren Al Muttaqin,, berarti kita adalah kelurga pak", ucap Farhan.
" Terima kasih Ustadz,,, tapii,,, ", si bapak seperti ragu ingin melanjutkan ucapan nya.
" Anak saya,,, diculik Ustadz ", ucap si bapak.
Farhan yang mendengar nya pun langsung terkejut, ia seperti tersambar petir di siang bolong, diculik, siapa yang berani menculik santri di Pondok Pesantren Al Muttaqin, ia sedang mencari masalah dengan Farhan, berani berani nya menculik adik seperguruan nya.
"Pihak Pondok yang kasih tau ke saya bahwa anak saya diculik,,, saya udah nunggu hampir 5 bulan tapi pihak Pondok sama sekali tidak memberikan kabar lagi tentang anak saya", ucap si bapak mulai meneteskan air mata.
" Saya mohon saya Ustadz,,, tolong cari anak saya kalau Ustadz memang mau ke Pondok Pesantren Al Muttaqin ", ucap si bapak memohon kepada Farhan dengan tangisan.
" Bapak,,, bapak tenang saja. Saya berjanji akan mencari anak bapak sampai ketemu,,, saya akan kasih pelajaran kepada orang yang telah menculik anak bapak ", ucap Farhan sungguh sungguh.
" Hah hah,,, terima kasih Ustadz,,, terima kasih banyak,,, saya menjadi lebih tenang karena Ustadz sudah berbicara demikian ", ucap si bapak tersenyum kepada Farhan dan Farhan juga membalas senyuman itu.
اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
Suara adzan Ashar pun berkumandang, Farhan mengajak si bapak untuk Shalat berjamaah terlebih dahulu supaya lebih tenang.
Si bapak butuh Shalat supaya hati nya tenang dan supaya sedihnya berkurang, disisi lain pula Farhan juga butuh Shalat supaya hati nya lebih tenang, bukan karena sedih tapi karena marah.
Berani berani ada yang berani menculik adik Pondok nya, perempuan bercadar pula, ini tidak bisa dimaafkan.
Selesai Shalat Ashar berjamaah di Masjid yang ada di terminal tersebut, Farhan dan si bapak sedang berdiri di depan Masjid.
"Siapa nama bapak?", tanya Farhan tanpa menoleh ke si bapak.
" Nama saya Saiful Ustadz,,, ", jawab si bapak supir itu yang bernama Saiful.
" Siapa nama anak bapak?", tanya Farhan lagi.
"Nama anak saya Siti Munawaroh", jawab si bapak tersenyum.
"Hufff,,, saya janji akan bawa balik Siti,,, saya akan jaga dia selama di Pondok nanti", ucap Farhan bersungguh sungguh.
" Terima kasih banyak Ustadz ", pak Saiful sangat berterima kasih kepada Farhan karena ia berniat untuk mencari dan menjaga anaknya di Pondok nanti, pak Saiful percaya bahwa Farhan akan menepati omongannya.
" Assalamu'alaikum ", Farhan pun mulai melangkah pergi setelah mengucapkan salam.
" Wa'alaikumussalam Ustadz,,, hati hati dijalan" , jawab pak Saiful.
__ADS_1