Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Kasus Yang Lebih Menjijikkan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...*Aula Pondok*...


Didalam ruang komputer yang ada di aula Pondok, raut wajah Farhan berubah menjadi sangat dingin bahkan AC tidak menyala tapi aura dingin dari Farhan membut suhu ruangan menjadi sangat dingin. Utsman yang melihat hal itu hanya bisa menelan ludahnya dan sedikit melihat ke arah lain supaya tidak melihat ke arah Farhan yang terlihat seperti marah.


"Hmm,,, hehe seperti nya saya buat teh untuk kita bertiga dulu deh,, hehe,,, permisi". Ustadz Alif yang berada disana juga langsung merasakan ada aura tidak enak, ia pun langsung keluar untuk membuat 3 cangkir teh hangat.


...----------------...


" Biadab... Aku kira hanya anak buah nya saja yang busuk,,, ternyata bosnya lebih busuk,,, ", ucap Farhan memasang wajah bengis seperti ingin membunuh orang.


" M m m mas,,, mas Farhan,,, a apa yang kamu temukan didalam flashdisk itu? ", tanya Utsman gemetar karena aura milik Farhan.


Walau Utsman memiliki aura dan kekuatan yang mendominasi, tapi dihadapan Farhan itu tidak ada apa apanya, dibandingkan dengan Farhan Utsman masih kalah jauh.


" Selain kasus kasus yang mereka buat didalam Pondok,,,, mereka ada melakukan kejahatan di luar Pondok,,, dan bahkan sangat menjijikkan ", ucap Farhan semakin marah.


" Aku akan mencari bukti bukti lain,,, kamu lanjutkan investigasi mu", ucap Farhan berdiri dari meja komputer dan langsung meninggalkan aula Pondok.

__ADS_1


Bahkan Utsman tidak berani melihat wajah Farhan saat marah seperti sekarang ini, saat Farhan berjalan melewati nya tadi Utsman hanya bisa memalingkan wajahnya dan tubuhnya gemetar.


Setelah mengatur nafas karena aura milik Farhan tadi, Utsman tanpa basa basi langsung melanjutkan penyelidikan nya dan mencari bukti bukti lain tentang kejahatan Ustadz Ronald, Ustadz Roland, dan para anak buah nya.


"Ustadz Farhan,,, Ustadz Utsman,,, ini saya udah bikin teh untuk kalian". Saat Ustadz Alif kembali dengan 3 cangkir teh hangat, ia tidak menemukan Farhan ada di ruang komputer, bahkan Utsman juga sudah tidak ada di ruang itu juga.


" Kemana mereka pergi?,,, udah dibuatin teh malah ngilang,,, yaudah lah,,, aku aja yang minum. Mau marahin mereka tapi takut kena gampar,,, aura nya aja udah buat orang ketakutan,,, ", ujar Ustadz Alif merinding saat memikirkan aura yang sangat kuat itu menyerang dirinya tadi.


...****************...


*Wusssh*


Farhan mulai mengawasi sekitar dan tidak ada seorang pun di dalam tempat itu, ia langsung melangkah menuju ruangan ruangan yang ada didalam situ.


Tapi hampir semua nya sudah diperiksa oleh Utsman karena memang hanya ada 5 ruangan, semua berkas berkas yang Utsman dapatkan juga sudah diberikan kepada Farhan.


Tapi Farhan merasa bahwa masih ada beberapa bukti yang belum ditemukan oleh Utsman,,,


Tatapan Farhan menjadi sangat tajam saat melihat sudut yang ada didalam salah satu ruangan tersebut, ia pun langsung menghampiri sudut itu dan mengetuk dinding nya.

__ADS_1


*Boomm! *


Dan Farhan langsung menghancurkan dinding itu dengan tinjunya, karena Farhan tahu itu hanya sebuah papan yang digambar dengan gambar dinding. Farhan langsung masuk ke dalam sana.


...****************...


...****************...


Di waktu yang sama, Ustadz Ronald dan Ustadz Roland sedang melakukan pertapaan tertutup. Mereka akan meningkatkan kekuatan mereka sebelum acara Pondok dimulai, mereka akan melakukan pertapaan dan latihan tertutup.


Bahkan anak buah nya juga mulai latihan keras untuk meningkatkan kekuatan mereka, mereka akan membuktikan kepada para orang orang yang ada di Ponpes Darul Musthafa bahwa merekalah yang akan menjadi pemimpin mereka.


Dan karena ketua mereka sedang melakukan latihan tertutup, maka pergerakan mereka pun menjadi senyam. Farhan sedikit khawatir dengan kondisi tersebut karena mengira mereka akan melakukan hal yang tidak terduga.


Tapi Farhan langsung membuang kekhawatiran nya itu karena ia tidak akan takut dan tidak akan peduli dengan para sampah sampah itu,,, karena Farhan sudah sepenuhnya memberikan tugas itu kepada Utsman, dan ia hanya membantu menyelidiki beberapa hal yang Utsman tidak ketahui.


...----------------...


"Kalian akan merasakan apa itu penderitaan,,, dasar bajing*n!!! ", ucap Farhan sangat marah.

__ADS_1


Farhan benar benar sangat marah saat menemukan beberapa barang barang lain yang berada di dalam tempat tersembunyi itu, Farhan merasa ingin sekali membunuh kedua Ustadz tersebut sekarang.


__ADS_2