
...****************...
Kali ini Farhan akan pergi ke tempat tujuan nya yang kedua, yaitu Pondok Pesantren Darul Musthafa milik paman dan bibi kedua nya.
Di Ponpes Miftahul Huda, Farhan tidak menemukan petunjuk apapun tentang keberadaan sang ayah, ia berharap ia bisa menemukan sedikit petunjuk di Ponpes Darul Musthafa.
......................
Farhan saat ini sedang berada di dalam sebuah bis yang akan terus berjalan menuju pemberhentian yang ia tuju,,,
"Paman Zaki, bibi Anjani... bagaimana kabar kalian?"
Sambil menikmati pemandangan di luar jendela, Farhan tersenyum sambil membayangkan paman dan bibi nya yang merupakan pemilik Ponpes Darul Musthafa.
Sangat berbeda dengan paman Hasyim, Farhan sangat terbuka kepada paman nya yang lain dan murah senyum. Jika dengan paman Hasyim Farhan jarang sekali berkomunikasi bahkan bisa dibilang Farhan sangat cuek, tapi jika dengan paman nya yang lain, Farhan mudah berkomunikasi dan bahkan sangat dekat dengan mereka.
Tapi, dibalik sikap dinginnya kepada paman Hasyim pasti ada tujuan tersembunyi yang ia tutupi dari siapapun, bahkan dari para bibi nya.
Karena perjalanan menuju Ponpes Darul Musthafa lumayan panjang, jadi Farhan pun menggunakan waktu luang itu untuk beristirahat sejenak setelah masalah yang ada di Ponpes Miftahul Huda, Farhan merasa sedikit santai dan tenang melihat pemandangan luar jendela sore hari.
__ADS_1
...****************...
...*Sebuah rumah mewah di kota*...
Ada keluarga yang terdiri dari seorang perempuan bercadar yang memiliki anak perempuan yang bercadar pula, karena suatu kejadian suaminya meninggal dunia setahun yang lalu. Karena merasa kasihan, ayah dari perempuan tersebut pun dengan senang hati menemani nya di kota bersama dengan istri nya, jadi si anak perempuan itu tidak lagi kesepian karena ada kakek dan nenek yang menemani.
Malam ini mereka sedang bersantai di ruang tamu, dan sang nenek sedang menemani cucu nya bermain.
"Dinda,,, kamu mau kemana besok?", ucap sang ayah mengawali pembicaraan.
"Hmm,,, besok Dinda nggak ada rencana untuk keluar ayah,,, kenapa?", jawab si perempuan bercadar itu bernama Dinda.
" Jalan jalan kemana ayah?", tanya Dinda.
"Besok kamu tahu sendiri", ucap sang ayah.
...****************...
...*Esoknya*...
__ADS_1
Pagi yang cerah hari ini, bis yang di naiki oleh Farhan telah sampai di terminal tujuannya. Semua penumpang sedang memeriksa barang bawaan nya masing masing untuk memastikan tidak ada yang tertinggal, karena Farhan hanya membawa sebuah tas ransel jadi ia pun tidak terlalu repot memeriksa barang barang nya yang lain.
Para penumpang pun mulai turun satu per satu melalui pintu depan dan belakang bis, begitu juga Farhan yang mengantri untuk turun.
"Huff,,, pagi yang cerah,,, sebaiknya aku mandi dulu biar seger", ucap Farhan.
Pagi ini cuacanya memang cerah dan tidak mendung, Farhan pun santai saja untuk melakukan perjalanannya menuju Ponpes Darul Musthafa, ia pagi ini ingin mandi terlebih dahulu untuk menyegarkan badan nya.
...----------------...
...----------------...
...*Beberapa menit kemudian*...
"Alhamdulillah,,, segar ini badan,,, "
Setelah mandi dan kembali segar, Farhan pun bersantai di Masjid dekat terminal. Farhan duduk santai di teras Masjid sambil melihat orang orang yang lewat, para penumpang yang datang ke terminal dan keluar dari terminal.
"Tadi mimpi yang konyol,,, aku harap itu mimpi tidak beneran terjadi di Ponpes Darul Musthafa,,, ", gumam Farhan.
__ADS_1
Tadi Farhan bermimpi tentang tempat tujuan nya yang kedua, yaitu Pondok Pesantren Darul Musthafa milik paman keduanya yaitu paman Zaki. Farhan punya firasat tidak enak tentang Pondok itu, Farhan merasa kasus nya sedikit lebih serius dari kasus di Ponpes Miftahul Huda.