Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Ruangan Rahasia


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah memastikan Bu Nyai, Dinda, dan Syifa pulang ke rumah dari depan Masjid, malam itu ba'da Shalat Maghrib berjamaah Farhan sendiri tidak langsung pulang melainkan ia berjalan menuju suatu tempat.


Dan malam itu para santri sedang berkumpul di aula dan akan segera melaksanakan makan malam bersama. Para santri juga disampingi oleh para Ustadz dan Ustadzah Pondok, sedangkan pak Kyai pulang ke rumah dan makan malam bersama keluarga dari sang kakak yaitu Pak Danang.


......................


Farhan berjalan santai di tengah gelapnya malam dan sedang berjalan di jalan kecil menuju area belakang Pondok tanpa adanya lampu penerang. Beberapa kali Farhan melirik ke arah belakang sambil mengawasi jika ada yang mengikutinya dari belakang.


Dan setelah lama berjalan, Farhan pun berhenti di dekat tanah yang lapangan sambil mengawasi sekitarnya. Pandangan Farhan pun tertuju oleh tumpukan seng seng usang di sebelah kirinya.


Farhan tanpa ragu pun langsung mendekat ke arah tumpukan seng tersebut...


Lalu Farhan pun menyingkirkannya dan terlihatlah ada jalan kecil yang ada di balik seng tersebut, mungkin karena malam dan tidak ada penerangan pandangan orang yang melihat tumpukan seng itu pun hanya berpikir seng biasa, tapi Farhan yang tidak menggunakan ilmunya pun merasa curiga dengan tumpukan seng itu.


Farhan pun langsung masuk ke dalam nya setelah menutup pintu tersebut dengan tumpukan seng itu kembali...


...---------------------------...


"Jadi ini tempat persembunyian mereka?,,, hehehe,,, haduh dasar bajingan", ucap Farhan setelah masuk ke dalam sebuah ruangan rahasia yang didalam nya terdapat banyak benda benda bertumpuk.


" Tempat ini buruk sekali untuk dijadikan sebuah markas", ejek Farhan melihat dan memegang tumpukan barang yang ada di sekitar nya.

__ADS_1


Saat Farhan ingin masuk lebih dalam lagi, langkah kakinya pun terhenti dihadapan lukisan besar yang ada di sampingnya.


Dan lukisan itu sepertinya sedang memperhatikan Farhan dan sedang memberikan tekanan yang besar kepadanya...


"Makhluk menyebalkan", ucap Farhan tanpa melirik sedikit pun ke arah lukisan itu. Setelah Farhan masuk ke dalam salah satu ruangan tiba tiba lukisan tersebut terbakar oleh api yang entah dari mana asalnya. Karena memang lukisan itu sudah sangat tua, api yang melahapnya itu pun membuat lukisan itu tejatuh ke lantai.


......................


Setelah berjalan beberapa menit mengelilingi ruangan rahasia tersebut, Farhan pun menemukan tumpukan miras yang masih belum dibuka. Farhan pun hanya tersenyum melihat miras miras itu, lalu ia pun berkeliling lagi.


Dan seperti waktu menemukan pintu rahasia menuju ruangan tersebut, Farhan merasa curiga lagi dengan satu pintu yang ada di pojokan ruangan itu.


Farhan langsung menghampiri pintu tersebut dan membukanya...


"Pintu ini langsung menuju keluar dari Pondok,,, dan mungkin akan tembus di sebuah lahan kosong di dekat pemukiman,,, mereka bisa bebas keluar masuk Pondok", ucap Farhan setelah membuka pintu tersebut.


...---------------------------...


Saat Farhan tepat berada di belakang pintu masuk, tiba tiba pintu itu akan dibuka. Tanpa rasa panik sedikit pun, Farhan tersenyum dan menutup matanya.


*Krieeet*


Terlihat ada 5 Ustadz Pondok yang sedang bergiliran masuk ke dalam ruangan rahasia itu.

__ADS_1


Mereka pun sangat terkejut melihat lukisan besar yang ada di dalam ruangan itu sudah hangus terbakar,,,


"Siapa yang melakukan ini?!"


"Seperti nya ada coro yang masuk ke dalam sini"


"Cepat periksa ke dalam"


Salah seorang Ustadz pun bergegas masuk ke dalam untuk memastikan sesuatu...


Tak lama kemudian Ustadz tersebut keluar lagi..


"Semuanya aman,,, minuman kita juga masih utuh,,, tidak ada yang perlu dikhawatirkan", ucap nya.


" Tempat ini harus kita kasih perangkap untuk menangkap coro mana yang asal masuk kesini dan menggeledah tempat persembunyian kita ini"


"Tapi aii sedikit heran,,, padahal lukisan ini ada yang menjaga,,, orang yang diawasi oleh makhluk yang menjaga lukisan ini,,, pasti akan langsung pingsan tidak sadarkan diri,,, tapi kenapa malah lukisan ini yang terbakar? "


"Apa ada orang berilmu yang masuk ke dalam sini?"


"Entahlah,,, sebaiknya kita bereskan ini,,, "


"Baik"

__ADS_1


"Sepertinya tempat ini tidak sesederhana yang aku lihat,,, didalam ruangan ini,,, pasti ada ruangan lainnya,,, aku akan menyelidikinya besok", batin Farhan yang saat ini sedang santai berbaring di atas papan kayu yang ada di langit langit ruangan itu...


Setelah memastikan para Ustadz Pondok itu masuk ke dalam,,, dengan santai Farhan pun turun tanpa menimbulkan suara, dan dengan sekali langkah kaki tiba tiba Farhan sudah berada di luar, ia pun langsung berjalan menuju Masjid Pondok.


__ADS_2