Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Kemarahan Farhan 2


__ADS_3

*Area Pondok Ikhwan*


Aura yang dikeluarkan Farhan tidak se menyeramkan seperti tadi, kini Farhan berusaha untuk mengendalikan emosi nya. Farhan kini telah berada di area pondok ikhwan, ia pun sedang mencari Ustadz Rendy.


"Kalau di pikir pikir, kasus ini adalah masalah iri. Rendy itu pasti iri kepada Rohman karena Rohman sangat populer di antara santri ikhwan dan akhwat. Akhirnya ia mengambil jalan belakang yang menyebabkan Rohman diabaikan oleh para santri", batin Farhan berjalan jalan mencari Ustadz Rendy.


Karena tidak dapat menemukan Ustadz Rendy, Farhan pun menghampiri beberapa santri ikhwan yang sedang berkumpul di dekat pohon.


" Assalamu'alaikum ".


" Wa'alaikumussalam "


"Dimana Ustadz Rendy?"


Tanpa basa basi Farhan pun langsung bertanya kepada sekumpulan ikhwan itu, dimanakah Ustadz Rendy berada?.


Farhan menatap tajam para ikhwan itu, tentu nya para ikhwan pun merasa sedikit takut dan sungkan.


"Pagi ini Ustadz Rendy sedang melatih silat di lapangan sana", jawab salah satu ikhwan sambil menunjuk ke suatu arah dengan tangan kanan nya.


" Terima kasih, Assalamu'alaikum ", ucap Farhan langsung pergi tanpa melihat ke arah para ikhwan.


" Wa'alaikumussalam", jawab para ikhwan.


"Siapa ikhwan bersorban tadi?"


"Mana ku tahu, mungkin ikhwan baru".


" Tatapan tajem banget, sombong pula".

__ADS_1


"Husst,,, jangan ghibah".


*Aula Utama Akhwat*


Para akhwat yang sedang berada di aula sedang berlatih khadroh, ada yang meminta di ajarkan oleh Azizah, ada yang meminta di ajarkan oleh Alimah.


Bu Nyai dan Ustadzah Aida sedang berbincang dengan santai, Bu Nyai dan Ustadzah Aida hanya melihat latihan para akhwat. Karena Ustadzah Aida khusus di bagian ceramah saat ada kajian Islami.


Tapi, suara riuh khadroh yang sedang di mainkan tiba tiba berhenti setelah Ustadzah Rini datang dengan panik...


"Assalamu'alaikum".


Ustadzah Rini datang sambil terengah engah karena lelah berlari, para akhwat pun menghentikan aktivitas nya dan pandangan mereka tertuju kepada Ustadzah Rini.


Bu Nyai yang melihat Ustadzah Rini pun langsung menghampiri nya, begitu juga dengan Ustadzah Aida...


" Rini,, kamu kenapa kok ngos ngosan gitu?. Kenapa lari larian?", tanya Bu Nyai.


"Mana Akhy bersorban Farhan Ustadzah?", tanya Ustadzah Aida mencari Farhan.


" Dasar kamu Aida", ketus Ustadzah Rini.


"Hehe", Ustadzah Aida pun canggung.


" Mbak,,, Farhan, Farhan ... Kemarahan Farhan kembali lagi mbak,,, tolong hentikan Farhan, aku takut kejadian 10 tahun lalu terulang kembali ", ucap Ustadzah Rini.


" Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah,,, kamu beneran Rini?", tanya Bu Nyai panik.


"Iya mbak,,, sekarang ini Farhan lagi ada di area pondok ikhwan", ucap Ustadzah Rini.

__ADS_1


" Ya Allah Farhan. Ya udah, kamu pergi coba hentikan Farhan, mbak mau panggil Pak Kyai dulu", ucap Bu Nyai bergegas menuju rumah.


"A ada apa Ustadzah dengan Akhy Farhan?", tanya Ustadzah Aida.


" Daripada kamu banyak tanya, mending kamu ikut ke area pondok ikhwan", ucap Ustadzah Rini langsung memegang tangan Ustadzah Aida dan menyeret nya.


Azizah dan Alimah yang mendengar tentang Farhan langsung ikut menuju pondok ikhwan, mereka penasaran apa yang sedang terjadi...


*---------------------------*


*Lapangan Silat Ikhwan*


Pagi ini sebagian besar ikhwan sedang berlatih silat, dan yang melatih adalah Ustadz muda berambut panjang. Ustadz Rendy, salah satu dari 4 Ustadz terpopuler dan di sukai oleh para santri.


"Kalian semua harus fokus dan tenang dalam menghadapi musuh, jangan bertindak gegabah dan harus bisa menahan emosi, paham?", ucap Ustadz Rendy memberi sedikit penjelasan.


" Na'am Ustadz ", jawab para ikhwan.


Di saat Ustadz Rendy ingin mempraktekkan sebuah jurus silat, tiba tiba ia terdiam karena merasakan adanya sebuah tekanan yang kuat menyerang diri nya.


" Te tekanan dari mana ini?, besar sekali tekanan nya", batin Ustadz Rendy.


"Ustadz kenapa, katanya mau praktek?", tanya salah satu ikhwan.


" Huff,, nggak apa apa kok. Kalian boleh istirahat sebentar, nanti kita latihan lagi", ucap Ustadz Rendy.


"Na'am Ustadz", jawab para ikhwan.


" Kuat juga kamu,,, bisa menahan 10 persen tekanan dari saya"

__ADS_1


Tiba tiba ada sebuah suara yang membuat Ustadz Rendy terdiam membeku,,,,


__ADS_2