Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Kemarahan Farhan


__ADS_3

*Aula Utama, Ruang Komputer*


"Be begitu cerita nya", ucap grogi Wulan tanpa berani melihat ke arah pemuda bersorban.


" Apa kamu yakin, kalau Rohman pelakunya?", tanya Farhan.


"Sa saya adalah korban nya,,, jadi saya tahu wajah orang yang melec*hkan saya, apa Akhy ragu dengan cerita saya?", jawab Wulan sedikit memberanikan diri untuk menatap mata pemuda bersorban.


" Iya, saya seratus persen tidak yakin dan tidak percaya dengan cerita mu. Jangan pernah sedikit pun kamu berbohong kepada saya dan bibi Rini", ancam Farhan mulai serius.


"A apa,,, Ustadzah Rini adalah bibi nya Akhy?", ucap Wulan.


" Saya tanya kenapa kamu malah balik bertanya?", ucap Farhan.


"Ma maaf Akhy", jawab grogi Wulan.


" Murid satu mu ini tidak jujur bi,,, jadi apakah saya harus sedikit keras lagi?", ucap Farhan berdiri dari kursi nya, dan berdiri tepat di belakang Wulan.


"Farhan,,, bibi mau keluar dulu", ucap Ustadzah Rini bergegas keluar dari ruang komputer.


" Ya Allah,,, apa yang harus aku lakukan. Orang itu mengancamku, kalau aku aku memberi tahu ke orang orang kalau dia pelaku nya, maka dia akan terus mengganggu ku, bahkan dia akan lebih berani untuk bertindak lebih".

__ADS_1


"Tapi, Akhy bersorban ini seperti nya tahu kalau aku berbohong. Apakah aku harus meminta tolong kepada orang itu?".


Saat ini Wulan sangat bimbang karena tidak tahu harus berbuat apa, memang benar akhwat bercadar itu sedang menutupi kasus 4 tahun lalu. Wulan terus menerus mendapat tekanan dari Farhan, pemuda bersorban itu tidak akan melepaskan gadis itu begitu saja.


" Sa saya punya saksi ", ucap Wulan ragu.


" Siapa yang bisa bersaksi untuk mu?", tanya Farhan.


"U Ustadz Rendy", jawab Wulan.


" Jangan bercanda, orang itu adalah orang pertama yang saya curigai sebelum diri mu", jawab Farhan kembali duduk.


Ekspresi Wulan yang ketakutan terlihat jelas oleh Farhan walau wajah Wulan tertutup oleh cadar hitamnya...


" Dari ekspresi mu yang ketakutan,,, seperti nya saya mencurigai orang yang tepat ", ucap Farhan tersenyum sinis ke Wulan.


" Ng nggak Akhy,, Ustadz Rendy bukan pelaku nya, tapi dia adalah orang yang menolong saya", jawab Wulan semakin panik.


"Baik kalau begitu", ucap Farhan berdiri dan menuju pintu keluar, dan saat pintu sudah terbuka...


" Kalau kamu keluar selangkah saja dari ruang ini, kamu adalah pelaku utama dari kasus ini setelah orang itu, jujur saja saya malas menyebut nama orang itu", ancam Farhan keluar dan menutup pintu.

__ADS_1


*Di luar Aula*


Saat ini Ustadzah Rini sangat panik karena melihat Farhan yang keluar dari ruang komputer dengan aura menyeramkan dan raut wajah yang seperti ingin membunuh orang.


"Fa Farhan, kamu ma mau kemana, terus Wulan kenapa kamu tinggal di dalam?", tanya Ustadzah Rini.


" Farhan mau mencari orang bodo* itu bi. Farhan akan melakukan apapun supaya harga diri Rohman kembali lagi, saya tidak terima kalau Rohman di fitnah", jawab Farhan.


"Farhan, kamu harus sabar, kendalikan emosi kamu. Istighfar Farhan,,, kamu harus tenang, jangan pakai kekerasan", ucap Ustadzah Rini menenangkan Farhan.


" Bibi tenang aja, saya akan bicara baik baik dengan dia", ucap Farhan perlahan berjalan.


"Alhamdulillah,,, kamu harus tenang Farhan, nanti kita selesai kan masalah ini dengan cara baik baik", ucap Ustadzah Rini.


" Iya bi,, kita akan bicara baik baik setelah tinju saya bicara duluan ", ucap Farhan langsung pergi.


" A apa?. Farhan,, tunggu!!!"


"Ya Allah,,, apakah kejadian 10 tahun lalu akan terulang kembali?. Ini nggak bisa dibiarin, aku harus bilang ke mbak Aini", ucap Ustadzah Rini.


Dengan panik dan tergesa gesa, Ustadzah Rini langsung berlari menuju Aula Utama Akhwat.

__ADS_1


__ADS_2