Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Berikan Ini Kepada Syifa


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah 3 hari berlalu sejak hari itu, sang paman sudah tidak istirahat selama 2 hari, dan sekarang hari ketiga, hari yang dijanjikan oleh Farhan harus sudah selesai, ini kesempatan terakhir nya untuk bisa tetap pantas menjadi seorang pimpinan Pondok Pesantren Darul Musthafa.


Sang paman sudah mulai kelelahan karena tugas itu, tapi ia bersyukur karena masalah nya sudah mencapai akhir, para jajaran pengurus Pondok Pesantren dan tim keamanan Pondok mulai membicarakan hasil akhir dari rapat besar itu, mereka setuju untuk melaporkan Ustadz Ronald, Ustadz Roland dan para anak buah nya kepada pihak berwajib, kejahatan yang mereka lakukan sudah melewati batas.


Tapi Farhan tidak peduli bagaimana cara sang paman untuk menyelesaikan tugasnya itu, yang Farhan mau adalah akhir dari permasalahan ini, ia hanya ingin melihat seberapa kuat nya sang paman dalam menyelesaikan masalah.


Sudah lebih dari 10 tahun sang paman menjadi pimpinan Pondok Pesantren Darul Musthafa, tapi ia malah kalah dengan junior nya sendiri dan bahkan dapat ancaman, dan sang paman malah tidak bisa berkutik dan tidak bisa memecahkan berbagai masalah, akhirnya ia menimbun masalah itu dan membiarkan seperti tidak terjadi apa apa, bahkan penduduk sekitar pun juga mengira bahwa Pondok Pesantren itu sangat aman dan bisa memondokkan anak anak mereka disana.


Tapi pemikiran mereka sedikit berubah saat pihak kepolisian datang ke Pondok Pesantren Darul Musthafa untuk menangkap 5 pelaku kriminal yang merupakan Ustadz di Pondok tersebut, mereka jadi ragu untuk memondokkan anak anak mereka.


...****************...


"Gimana mas,,, udah selesai belum tugas yang dikasih Farhan?", tanya bibi Anjani sedang memijit sang suami.


" Huff,,, walau capek,,, pusing,, tapi aku tidak akan berhenti sebelum kasus ini selesai,,, dan Alhamdulillah aku dan para Ustadz Pondok yang lain setuju untuk melaporkan Ustadz Ronald dan Ustadz Roland ke pihak berwajib,,, dan menjalani pengadilan,,, karena kejahatan mereka sudah sangat besar", jelas paman Zaki.


"Kamu istirahatlah,,, kamu udah berusaha selama 3 hari ini,,, pasti capek kan", ucap bibi Anjani.


" Belum bisa sayangku,,, aku akan beristirahat setelah pihak kepolisian datang dan membawa mereka berdua serta para anak buahnya", jawab paman Zaki.


...****************...


Dan benar saja, saat sore tiba tepatnya setelah ba'da Ashar beberapa mobil polisi masuk ke dalam Pondok Pesantren, mereka menerima laporan bahwa ada pelaku kriminal dan pelecehan di Pondok itu.


Pak Kyai serta Ustadz Pondok lainnya pun membawa kedua Ustadz kakak beradik tersebut beserta anak buahnya, para polisi pun langsung memborgol dan mengikat mereka semua.


Setelah mengucapkan beberapa patah kata pemimpin polisi itu pun pamit undur diri, mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut kepada para tersangka dan akan diberikan hukuman yang setimpal.


Hampir para santri berkumpul di lapangan untuk melihat adegan tersebut, sebagian besar santri bahkan ada yang mengagumi kedua Ustadz tersebut, tapi mereka tidak menyangka bahwa mereka berdua benar benar jahat dan kejam.


Setelah pihak kepolisian membawa para pelaku pergi, Pak Kyai pun memerintahkan para Ustadz untuk menyelesaikan sisa sisa nya, dan memeberikan sedikit himbauan kepada para santri. Setelah itu pun semuanya kembali ke tempat masing masing, para santri kembali ke asrama dan para Ustadz yang dipilih pun segera melakukan tugas yang diberikan kepada mereka.


Pak Kyai pun segera pulang ke rumah, sudah kelelahan selama 3 hari, ia butuh istirahat.

__ADS_1


...****************...


Malam pun menjelang, setelah Shalat Isya' berjamaah Pak Kyai langsung pulang dan beristirahat.


Saat ini keempat keluarga itu sedang berkumpul di ruang tengah, Pak Kyai kini sedang menikmati pijatan dari istri tercinta nya. Sang bibi yang sedang memijat sang paman juga sambil mengobrol dengan Utsman yang ada di samping nya, sedangkan Farhan diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun sambil membaca buku novel nya.


"Hmm,,, Farhan... "


Melihat Farhan yang sedang serius membaca buku novelnya, sang paman memberanikan diri untuk mengajak Farhan mengobrol. Farhan yang dipanggil oleh sang paman pun berhenti membaca sejenak dan sedikit melirik ke arah sang paman, lalu tak lama kemudian kembali membaca lagi.


"Hmm,,, paman mau tanya,,, 2 anak kelinci itu mau kamu apain?", tanya sang paman sedikit ragu.


Mendengar pertanyaan dari pamannya, Farhan pun langsung berhenti membaca, membuat pembatas untuk halaman yang selesai ia baca lalu berdiri dan masuk ke dalam kamar.


Melihat Farhan yang masuk ke dalam kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun membuat ketiga orang itu terdiam sesaat.


"Kamu sih,,, untuk apa menanyakan hal yang nggak penting?", ucap sang bibi sedikit kesal.


" Ya,,, ya mana aku tahu,,, aku,,, aku kan cuma tanya aja karena penasaran kenapa Farhan buat kurungan untuk anak kelinci itu,,, "jawab paman sedikit merasa salah telah bertanya.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Sudah 30 menit Farhan tidak keluar dari kamar nya, apakah Farhan sudah tidur?.


Sang paman kini merasa gelisah, ia merasa bahwa ia salah bertanya dan membuat Farhan marah kepadanya, ia mulai tidak tenang sekarang.


"Sebaiknya kamu minta maaf sama Farhan,,, dari pada tambah runyam nanti nya", ucap sang bibi juga mulai khawatir.


" Hmm,, i iya deh", jawab paman Zaki sedikit ragu.


Saat ia baru saja berdiri dan hendak menuju kamar Farhan, tiba tiba pintu kamarnya Farhan terbuka dan Farhan keluar sambil membawa kelinci yang ada di dalam kurungan.

__ADS_1


"Mau kemana,, duduk", ucap Farhan kepada sang paman lalu duduk.


" I iya Farhan", tanpa sadar sang paman pun menurut dan langsung ikut duduk.


.....................


Dan suasana kembali hening, sang paman tidak berani berbicara lagi karena takut salah bicara lagi kepada Farhan, begitu pun dengan sang bibi, dan Utsman hanya diam saja tanpa berbicara.


Farhan sejenak melihat 2 kelinci kecil di dalam kurungan yang ada dihadapan nya saat ini... Lalu menggeser hingga ke depan sang bibi.


Paman dan bibi merasa bingung kenapa Farhan memberikan kedua kelinci kecil itu kepada mereka, mau bertanya tapi tidak berani sebelum Farhan duluan yang berbicara.


"Saya titip kelinci ini kepada kalian berdua,,, saat Syifa kembali ke Pondok lagi,,, berikan kelinci ini kepadanya", ucap Farhan.


" Kelinci untuk Syifa?. Kenapa nggak kamu aja yang kasih ke Syifa?", tanya sang bibi.


"Sepertinya Dinda dan Syifa tidak akan datang ke Pondok,,, dan saya sudah tidak ada waktu lagi untuk berasa di sini,,, saya besok sore sudah harus pergi", jelas Farhan.


Utsman, bibi Anjani, dan paman Zaki pun terdiam...


" Kamu kok udah mau pergi lagi Farhan,,, kenapa nggak tinggal dulu beberapa hari lagi", ucap sang bibi merasa sedih karena Farhan akan segera pergi lagi.


"Saya tidak ada waktu lagi,,, saya harus mencari ayah dan menemukan semua kebenaran dari semua misteri yang ada,,, ", jawab Farhan tanpa ekspresi.


" Huff,,,, baiklah Farhan,,, bibi juga tidak bisa menahan kamh lagi", ucap bibi Anjani sedih.


"Bagaimana denganmu? ", dan kini Farhan pun melihat ke arah Utsman dan bertanya kepada nya.


" Aku ikut mas Farhan pergi besok sore,,, besok aku akan kembali lagi ke kota,,,", jawab Utsman tersenyum kepada Farhan.


Farhan hanya menganggukkan kepalanya...


"Tolong berikan ini kepada Syifa", ucap Farhan kembali memandang ke arah sang paman dan bibi.


" Baiklah Farhan,,, ucap sang bibi memberikan senyuman hangat untuk Farhan.

__ADS_1


Farhan juga hanga mengangguk,,, ia pun berdiri dan kembali ke dalam kamar untuk beristirahat...


__ADS_2