
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana siang hari yang melelahkan pun telah lewat, kini jam menunjukkan pukul 15.00 WIB. Adzan sudah berkumandang menandakan telah masuk waktu Shalat Ashar, tapi Farhan sendiri belum bangun ia masih menutup matanya dan masih tertidur karena kelelahan, baru kali inilah Farhan melewatkan Shalat Ashar berjamaah.
Tapi seseorang yang tidur disamping Farhan telah bangun, tak lain adalah Syifa yang kini sedang memeluk Farhan yang masih tidur.
"Ya Allah,, kasian ayah capek,,, ayah belum bangun", ucap Syifa memandangi wajah Farhan yang memang tidak menggunakan penutup wajah.
Perlahan Syifa pun bangkit dan duduk menghadap Farhan, lalu mulai memijit pelan lengan nya Farhan.
" Hihi ayah,,, Syifa pijitin yaa", ujar Syifa tertawa kecil sembari memijit lengan Farhan.
...****************...
...*Di suatu tempat perkumpulan yang besar*...
"Selamat atas kepulangan ketua Ronald dan ketua Roland, kami bersulang untuk kalian berdua", ucap Rizal berbicara kepada kedua ketua nya yang bernama Ronald dan Roland.
Identitas kedua orang ituitu selain menjadi ketua atau bos dalam organisasi itu atau perkumpulan preman itu, mereka berdua juga telah mengobrak-abrik Ponpes Darul Musthafa dengan menjadi Ustadz gadungan.
Selain dilingkungan sekitar, kedua orang itu juga sangat berpengaruh di Ponpes bahkan Pak Kyai Zaki sendiri tidak bisa melawan kejahatan mereka berdua karena dibawah ancaman. Karena merasa sudah bisa mengendalikan Pondok Pesantren kedua orang itu tidak segan segan untuk menyebarkan kejahatan mereka di dalam sana.
Sudah banyak korban yang menderita akibat ulah mereka berdua, termasuk Ustadzah Indah yang telah dihamili oleh salah satu diantara mereka berdua hingga melahirkan seorang anak.
Bahkan saat anak itu lahir, kedua orang itu tidak ada di Pondok dan mereka berdua tidak mengetahui kelahiran dari anak tersebut.
"Ada kabar apa?", tiba tiba Ustadz Ronald membuat keramaian ditempat itu menjadi hening dengan pertanyaannya.
__ADS_1
" Hmm,,, kelima teman kita di tangkap polisi", jawab Rizal sedikit ragu untuk menjawab.
Tiba tiba suasana didalam ruangan menjadi turun beberapa derajat, seluruh preman yang ada di dalam sana menjadi merinding dan langsung menunduk.
"Apa yang terjadi?", tanya Ustadz Roland.
" Hmm,,, aku juga kurang tahu,,, tapi yang jelas beberapa hari lalu ada mobil polisi yang datang ke Pondok dan aku dengar ada 5 orang Ustadz yang ditangkap ", jelas Rizal yang sudah terbiasa dengan suasana mencekam itu.
" Orang brengs*k mana yang berani melakukannya?", ucap Ustadz Ronald.
Semua preman itu tidak ada yang berani berkomentar apapun, mereka hanya bisa menunduk ketakutan.
"Cih,,, mungkin salah seorang Ustadz si*lan Pondok yang melakukan nya. Tapi tenang saja,,, kakak pasti akan membereskan nya", ucap Ustadz Roland.
"Pastinya,,, berani berani nya ada serangga yang macam macam di daerah kekuasaan ku", saut Ustadz Ronald.
...****************...
...****************...
Kini didalam kamar, Farhan mulai sadar dan bangun dari tidur lelapnya. Walau belum membuka mata tapi Farhan sudah bisa merasakan dan mendengar hal disekitar nya, termasuk ia bisa merasakan bahwa ada lengan kecil yang sedang memijit lengan nya dengan lembut.
"Ayaah??! ", melihat Farhan seperti bergerak dan bangun, Syifa pun berinisiatif memanggil dan membangunkan Farhan.
Jelas Farhan mendengar suara tersebut, tapi Farhan masih belum membuka matanya...
" Ayah,,, ayo banguun,,, udah soree", melihat Farhan belum membuka mata Syifa kembali memanggil Farhan dan sedikit menggoyangkan badannya.
__ADS_1
Sangat jelas itu suara seorang gadis kecil bercadar yang selama ini memanggilnya ayah, suara Syifa terdengar jelas dikuping Farhan. Ia pun langsung membuka matanya...
Syifa juga melihat Farhan yang telah bangun, sejenak mereka pun saling tatap...
"Ayaaah!! ", Syifa pun langsung memeluk Farhan begitu ia bangun.
" Eh Ya Allah,,, Syi,, Syifa?! ", Farhan pun terkejut karena Syifa tiba tiba ada dikamar nya dan langsung memeluk nya.
" Ayah udah bangun", ucap Syifa melihat Farhan yang sedikit kebingungan.
"I iya,, ayah udah bangun,,, Syifa kapan dateng nya,, ha?", tanya Farhan langsung duduk dan memangku Syifa.
" Hihi,,, Syifa sama mama dateng tadi siang,,, terus Syifa cari ayah kesini,,, tapi ayah tidur,,, ya udah tadi Syifa ikut tidur di samping ayah", jawab Syifa bersikap imut dipangkuan Farhan.
"Dasar Syifa,,, ", ujar Farhan mengelus kepala Syifa.
" Aaa ayaah,,, Syifa kange sama ayaah", Syifa tidak bisa menahan tidak memeluk Farhan, saat bertemu Farhan ia selalu menempel.
"Kangen?,,, masa kangen sih? ", ucap Farhan bergurau.
" Iya ayaah,,, udah hampir 2 Minggu nggak ketemu. Syifa kangen sama ayah, kangen cium ayah, kangen meluk ayah, kangen main sama ayah", Syifa pun tidak berhenti berbicara dan meluapkan kerinduan nya kepada Farhan.
"Apa sih,,, semuanya disebutin ha,, dasar kamu ya,,, imut banget sih", Farhan pun langsung membaringkan Syifa dan menggelitiki nya.
Suara tawa mereka berdua tentunya terdengar sampai keluar, bibi Anjani dan Dinda yang ada di teras pun bisa mendengar suara mereka berdua...
"Tuh,,, ayah sama anak udah bangun,,, udah lama nggak ketemu langsung gitu", ujar bibi Anjani tertawa kecil, begitu pun dengan Dinda juga tertawa mendengar suara Syifa dan Farhan yang sedang bersenda gurau didalam kamar.
__ADS_1