Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Para Pengagum


__ADS_3

Sejak Wulan mendapatkan gelang tasbih itu dari Farhan, ia selalu memandangi gelang tersebut dengan perasaan senang. Dan itu hal itu membuat teman teman nya mulai menggurauinya.


"Cie Wulan dapat gelang dari Akhy bersorban"


"Iya nih,,, seperti nya Wulan punya calon"


"Seperti nya Akhy bersorban itu suka sama kamu deh Wulan"


Ejek teman temen Wulan.


Mau bagaimana pun perasaan Wulan tidak bisa di tutupi, ia seperti salting dan menolak ejekan dari teman teman nya, wajahnya juga mulai merah karena malu.


"Iih,, apaan sih kalian. Akhy bersorban ngasih gelang tasbih inu karena di kasih amanah sama orang lain,,, bukan niat pribadi nya", jawab Wulan.


Teman teman Wulan pun hanya menanggapi ucapan Wulan dengan anggukan, dan senyuman seperti tidak percaya...


*--------------*


Begitu pun dengan Rohman, Ustadz Ahmad dan Ustadzah Fitri, mereka bertiga juga berangkat bersama menuju Masjid.


"Assalamu'alaikum... "


"Wa'alaikumussalam"


Perjalanan mereka pun terhenti karena ada yang mengucapkan salam dan menyapa mereka. Seorang Ikhwan tampan berpeci berdiri di hadapan mereka bertiga...

__ADS_1


"Ada Ustadz Rohman, Ustadz Ahmad, dan Ustadzah Fitri. Mau ke Masjid ya,,, boleh ikut bareng nggak?", ucap orang tersebut merupakan Ustadz Farid, salah satu Ustadz terpopuler di Pondok.


" Ma Sya Allah,, ternyata Ustadz Farid,,,boleh saja kalau mau bareng berangkat ke Masjid", jawab Ustadz Ahmad.


Entah karena malu, sungkan atau takut, saat ini Ustadzah Fitri berdiri di belakang kakak nya, entah mengapa Ustadzah Fitri seperti menjaga jarak dengan Ustadz Farid.


"Fitri,, ngapain kamu sembunyi di belakang kakak?", tanya Ustadz Ahmad.


" Ihh kakak,,, husstt", jawab Ustadzah Fitri.


"Hmm,,, kenapa Ustadzah Fitri seperti sedang menjaga jarak denganku?. Padahal biasanya kalau ketemu pasti minimal nunduk untuk menjaga pandangan, tapi sekarang Ustadzah Fitri seperti memang sedang menjaga jarak dengan ku", batin Ustadz Farid.


" Aku nggak bisa berbuat apa apa,,, perasaan adik ku tidak aku yang mengatur,, ia berhak memilih siapa yang ia sukai", batin Ustadz Ahmad.


*Masjid*


Dan diantara para Akhwat bercadar itu ada seorang Ustadzah yang begitu mencolok, bisa saja Ustadzah itu menjadi pusat perhatian para Ikhwan yang datang ke Masjid.


Ia merupakan Ustadzah yang terpopuler di Pondok, selain mengajarkan kitab kepada para murid murid Akhwat nya, Ustadzah ini adalah Ustadzah yang paling hebat dalam ilmu silat, Ustadzah itu tak lain adalah Rinjani, yang dulu pernah tumbang dengan satu pukulan dari Farhan.


Banyak para Ustadz Ustadz muda Pondok yang mengagumi Ustadzah Rinjani, salah satu nya adalah Ustadz Andi, salah satu Ustadz terpopuler di Pondok.


Semua 4 Ustadz terpopuler di Pondok sangat hebat di dalam ilmu silat, tapi Ustadzah Rinjani adalah salah satu Ustadzah yang paling suka dengan ilmu silat, karena kebanyakan Ustadzah Pondok paling suka dengan latihan memanah dan berkuda.


Pernah sekali Ustadzah Rinjani berduel dengan Ustadz Rendy, tapi Ustadzah Rinjani kalah telak, ia tidak berdaya dihadapkan Ustadz Rendy.

__ADS_1


Dan Farhan adalah orang kedua setelah Ustadz Rendy yang berhasil mengalahkan Ustadzah Rinjani, tapi Ustadzah Rinjani menaruh perhatian lebih kepada pemuda bersorban yang berhasil mengalahkan nya dengan satu pukulan.


"Hmm,,, ngomong ngomong pemuda bersorban itu dimana ya,,, aku mau minta maaf sama dia soal aku yang salah paham sama dia", batin Ustadzah Rinjani.


Tak berapa lama...


" Assalamu'alaikum ", seseorang mengucapkan salam kepada para Akhwat bercadar dan Ustadzah Rinjani.


"Wa'alaikumussalam", jawab salam para Akhwat.


" Ya Allah,,, "


"Ma Sya Allah,,, ada Ustadzah Rinjani disini. Apa kabar Ustadzah,, udah lama nggak ketemu", ucap Ustadz Rendy.


" Alhamdulillah baik Ustadz Rendy,,, bagaimana kabar Ustadz sendiri?", ucap Ustadzah Rinjani.


"Alhamdulillah kabar saya juga baik", jawab Ustadz Rendy.


Entah ada apa dengan tatapan mata Ustadz Rendy kepada Ustadzah Rinjani, tatapan nya seperti hewan buas yang hendak memakan mangsa nya.


" Mungkin setelah Wulan,,, Rinjani adalah mangsa berikut nya", batin Ustadz Rendy.


'WOSSSHH'


Tiba tiba ada angin sejuk yang membuat para Akhwat bercadar dan Ustadzah Rinjani merasa nyaman, tapi bagi Ustadz Rendy tidak. Dia malah mendapatkan tekanan besar yang menekan dirinya bahkan sampai membuat nya bertekuk lutut.

__ADS_1


"Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah,,, tekanan ini seperti milik pemuda bersorban itu,,, ", batin Ustadz Rendy.


......


__ADS_2