Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Tidak Akan Sungkan Lagi


__ADS_3

...****************...


Pertarungan kali ini sungguh berbeda setelah Ustadz Rendy dan Ustadz Syafi'i saling mengeluarkan aura milik nya masing masing, bahkan hal itu juga dirasakan oleh para santri yang menonton.


Setiap pukulan yang diluncurkan oleh Ustadz Rendy dan Ustadz Syafi'i, masing masing memiliki kekuatan yang sangat kuat, tapi keduanya juga ada cara masing masing untuk menangkis dan memblokir serangan tersebut.


"Orang ini sepertinya mau mengeluarkan seluruh kekuatan nya,,, kekuatan nya yang tadi dengan yang sekarang jauh berbeda,,, kali ini serangannya lebih kuat dari yang tadi,,, ", batin Ustadz Syafi'i sembari bertarung melawan Ustadz Rendy.


" Aku sudah tidak akan menahan kekuatan ku,,, aku akan mengalahkan ikhwan ini segera dan akan mendapatkan gelar juara 4 kali berturut-turut ", batin Ustadz Rendy.


Karena kali ini Ustadz Rendy lebih serius lagi dalam pertarungan, ia pun tidak akan sungkan lagi untuk melawan Ustadz Syafi'i dengan seluruh kekuatan nya.


Di pinggir lapangan, Ustadzah Rinjani khawatir dengan Ustadz Syafi'i. Ustadzah Rinjani tahu bahwa Ustadz Rendy sudah mulai serius dengan pertarungan nya itu, dan Ustadz Syafi'i seperti nya juga sudah mulai kelelahan.


" Ya Allah,,, semoga Ustadz Syafi'i tidak kenapa kenapa ", batin Ustadzah Rinjani cemas.


" Orang ini benar benar kuat kalau memang sudah serius,,, aku hampir tidak melihat celah sedikit pun untuk menyerang,,, setiap serangannya benar benar kuat dan tepat,,, ", batin Ustadz Syafi'i yang hanya mulai menangkis tanpa melawan.


" Kenapa ikhwan?,,, kenapa tidak menyerang lagi?,,, sudah capek kah,,, mau menyerah?", ucap Ustadz Rendy sambil terus menyerang.

__ADS_1


...****************...


"Ya Allah,,, apa bener Syafi'i akan kalah sama Ustadz Rendy?", batin Bu Nyai.


Tentunya Bu Nyai cemas dengan Ustadz Syafi'i, karena Bu Nyai tahu bahwa sejak dulu Syafi'i tidak pernah kalah dalam pertarungan silat, tapi entah mengapa hari ini Syafi'i sedikit berbeda. Di awal pertandingan Ustadz Syafi'i memang santai dan mendominasi, tapi semakin lama dan semakin Ustadz Syafi'i hanya menangkis dan tidak balik menyerang.


"Kenapa dengan Syafi'i,,, nggak kayak biasanya dia ngalah sampai sejauh ini,,,?", batin Ustadz Rohman.


...****************...


...*Di depan kediaman Pak Kyai*...


" Fa Farhan,,, ini ada apa,,, ke kenapa ada banyak polisi disini?", tanya Pak Kyai.


"Pak polisi mau jemput Rendy,,, ", jawab Farhan.


" Jemput Rendy,,, memangnya ada apa,,, apa yang telah Rendy lakukan?", tanya Pak Kyai.


"Anda tolol atau gimana sih,,, apakah anda benar benar tidak tahu apa yang orang bangsa* itu lakukan,,, atau anda pura pura tidak tahu,,, apa anda tidak sadar bahwa orang itu yang membuat Rohman menderita selama ini, ha?!", ucap Farhan sedikit marah kepada pamannya.

__ADS_1


" Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah,,, benar apa yang dikatakan Farhan,,, aku benar-benar lupa dengan apa yang telah terjadi selama ini,,, betapa bodo* nya aku", batin Pak Kyai menundukkan kepala.


Farhan pun menyuruh pamannya untuk menjamu pak polisi sebelum para polisi itu menangkap Ustadz Rendy ke kantor polisi.


...****************...


*BUUGH*


Setelah beberapa serangan dari Ustadz Rendy, akhirnya Ustadz Syafi'i berhasil memukul mundur setelah mendapat sedikit celah.


Tapi hal itu sepertinya tidak berpengaruh kepada Ustadz Rendy, kali ini Ustadz Rendy sudah lebih kuat dari sebelumnya.


"Hufff,,,, kalau dia tidak sungkan lagi,, aku juga akan lepaskan semuanya,,, ", batin Ustadz Syafi'i tersenyum dibalik sorban putihnya.


" Kenapa ikhwan ini sulit sekali di tebak,,, awal awal memang dia sangat kuat,,, aku sampai tumbang hanya dengan sekali pukulan darinya,,, dan barusan dia sepertinya sudah tidak bisa melawan lagi dan dan hanya bisa menangkis serangan dari ku,,, tapi kini seperti nya ia akan serius lagi,,,, ", batin Ustadz Rendy.


......................


" Wuuiih,,, itu senyum yang aku nanti nantikan,,,, sebentar lagi si Syafi'i akan mulai brutal,,, wkwk,,, ikut nenangin dia nggak ya nanti?", ucap Ustadz Rohman sedikit tertawa karena tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2