
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini nampak Syifa yang sedang berlari kecil menuju rumah Pak Kyai untuk bertemu sang ayah, sesekali Syifa berhenti berlari dan melihat ada sekumpulan akhwat bercadar yang sedang duduk berkumpul di bangku bangku dekat jalan Pondok yang Syifa lewati. Tak jarang Syifa dipanggil oleh para akhwat itu karena melihat Syifa yang seorang gadis kecil menggunakan niqob berlari larian di dalam area Pondok.
Syifa sendiri dibuat tersipu karena digoda dan sesekali didudukkan dipangkuan para akhwat itu untuk diajak mengobrol, tapi Syifa juga menolak dengan halus karena ingin segera berjumpa dengan ayah nya.
Setelah beberapa kali mengobrol sebentar dengan para santri akhwat yang Syifa temui, Syifa pun kini hanya berjalan santai sambil melantunkan Shalawat dengan suara kecil.
Kembalinya Syifa ke Ponpes langsung menjadi pusat perhatian para santri, bahkan para Ustadz 'abal - abal' itu juga mengawasi Syifa yang sedang berjalan sendirian.
Mereka seperti sudah menandai Syifa namun tidak mengambil tindakan, mereka sedang menunggu ketua mereka kembali lalu akan 'menghadiahkan' Syifa untuk ketua mereka.
Namun disisi lain para Ustadz itu dibuat tidak nyaman dengan keberadaan Syifa karena merasakan ada yang sedang mengawasi dan memberikan tekanan kepada mereka. Jelas itu adalah aura dan sosok makhluk yang ada di dalam gelang tasbih milik Syifa, gelang tasbih berwarna hitam yang diberikan oleh Farhan setelah gelang tasbih warna putih hancur.
Tentunya Syifa sendiri tidak merasakan dirinya sedang diawasi oleh seseorang, namun Syifa beberapa telah merasakan ada aura hangat yang melekat pada dirinya, tapi ia sendiri tidak tahu bahwa itu berasal dari gelang tasbih nya.
Dinda sendiri baru menyadari bahwa Syifa sedang menggunakan gelang tasbih itu waktu pulang ke kota, dan waktu Syifa bilang jika itu pemberian dari Farhan maka Dinda pun tidak khawatir sedikit pun, ia menganggap bahwa gelang tasbih itu hadiah dari Farhan untuk Syifa.
...****************...
Setelah beberapa kali berhenti dan berjalan lagi, Syifa pun telah sampai di depan rumah Pak Kyai. Syifa dengan perlahan menaiki anak tangga yang berjumlah 5 itu untuk naik ke rumah.
Syifa pun melepas sepatu yang ia kenakan dan meletakkan nya di rak sepatu yang ada di dekat pintu masuk.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum,,, ayaah!!! "
Tanpa ragu Syifa pun membuka pintu, masuk ke dalam rumah sambil mengucapkan salam dan langsung memanggil sang ayah.
Karena tidak ada jawaban maka Syifa pun langsung menuju kamar belakang yang itu memang kamarnya Farhan untuk beristirahat...
"Ayaaah??!! "
Setelah berada di depan kamarnya Farhan Syifa pun langsung membuka pintu dan memanggilnya lagi...
Syifa pun perlahan masuk lalu menutup pintu kembali...
......................
......................
"Ayah lagi istirahat,,, capek habis bersih bersih,, hihi", ucap pelan Syifa berjalan perlahan ke dekat kasur.
Sejenak Syifa memandangi Farhan yang sedang tidur dari pinggir kasur,,,
" Ayah,,, Syifa udah balik", ujar Syifa melihat Farhan sambil tersenyum.
Tanpa ragu Syifa perlahan naik ke atas kasur yang lumayan tinggi itu, walau sedikit kesulitan namun Syifa berhasil naik ke atas kasur itu. Setelah meletakkan tas yang ia bawa sedaritadi di bawah dekat kasur, Syifa langsung membaringkan tubuh nya disamping Farhan, dan memiringkan badannya menghadap ke Farhan.
__ADS_1
"Ayah lagi bubuk", ucap Syifa mengelus pelan wajah Farhan. Syifa pun perlahan menutup matanya dan ikut tidur di kasur yang empuk itu. Karena perjalanan menuju Pondok tadi memang agak jauh, Syifa pun juga lelah dan ikut beristirahat disamping Farhan.
...****************...
"Assalamu'alaikum"
Beberapa menit kemudian Bu Nyai dan Dinda juga telah pulang dan mengucapkan salam, tapi tidak ada jawaban dari dalam rumah dan pintu juga dalam keadaan terbuka.
Dinda pun langsung menuju kamar nya untuk menyimpan tas milik nya itu,,,
"Bibi,,, Syifa dimana ya kok didalam kamar nggak ada?", karena Syifa tidak ada didalam kamar, Dinda pun langsung bertanya kepada bibi Anjani.
" Nggak ada?,,, coba lihat dikamar nya Farhan?", ucap bibi Anjani.
Dinda pun langsung menuju kamar belakang..
...----------------...
Dan setelah berada di depan kamar Farhan, beberapa saat Dinda ragu untuk membuka pintu, akhirnya ia memberanikan diri untuk perlahan membuka pintu kamar.
Lalu Dinda pun tersenyum melihat Syifa sedang tertidur disamping Farhan sambil memeluknya...
"Ma Syaa Allah,,, hampir 2 Minggu nggak ketemu langsung nyari ayahnya,,, biarlah mereka istirahat,,, ", ujar Dinda kembali menutup pintu lalu pergi.
__ADS_1