
*-----------------------------*
"Ngomong ngomong Rohman dimana ya?, tadi Shalat Ashar berjamaah dia juga nggak keliatan ", ucap Farhan celingak celinguk mencari Rohman.
" Hmm,,, kata ikhwan tadi Rohman lagi ada di gudang, nggak heran kalau Rohman nggak denger suara adzan ku tadi, jarak gudang sama Pondok kan jauh banget, gudang nya juga dekat sama daerah hutan. Sebaiknya aku pergi ke gudang", lanjutnya.
Gudang yang dimaksud oleh Farhan adalah gudang untuk menyimpan barang barang bekas dari Pondok, entah alasan apa paman nya Farhan membuat gudang yang jaraknya begitu jauh dari daerah Pondok.
Walaupun jaraknya jauh dari Pondok, tapi Farhan tidak kesulitan untuk pergi ke sana, karena jalan menuju gudang juga tidak terlalu jelek karena sudah daerah perhutanan.
*Memasuki daerah perhutanan*
"Hmm,,, udah lama aku nggak main ke hutan ini, pohon nya makin banyak. Dulu hutan ini agak gundul karena ditebangi", ucap Farhan menikmati suasana di hutan.
__ADS_1
..........
Dan setelah beberapa menit berjalan menapaki jalan hutan, akhirnya dari kejauhan nampak lah sebuah bangunan yang agak luas, itulah gudang milik Pondok.
Dan dari kejauhan, Farhan melihat dari luar jendela gudang ada seorang ikhwan berpeci yang sedang sibuk mondar mandir di dalam gudang. Farhan pun tersenyum, karena ia tahu bahwa itu adalah sahabat lama nya. Farhan pun berjalan mendekat ke arah gudang.
*Gudang*
Farhan hanya berdiri di mulut pintu dan sedang memperhatikan Rohman yang sedang sibuk membereskan barang barang bekas yang ada di gudang itu.
" Huff,,, ya begitu lah kang. Mau bagaimana lagi, kalau gudang ini nggak ada yang beresin, nanti gudang ini pasti runtuh karena nggak ada yang rawat", jawab Rohman tidak melihat ke arah orang yang berbicara kepada nya.
"Cuma kamu sendiri, nggak ada yang bantuin?", tanya Farhan.
__ADS_1
" Jujur aja aku nggak mau ngerepotin anak anak santri yang lain. Sebagai senior yang paling tua di Pondok, saya harus memberikan sikap yang baik kepada santri santri junior saya. Misalnya seperti sekarang ini, saya sedang membereskan gudang. Pasti ada santri yang tahu saya ada di sini, mungkin nanti para santri dengan senang hati datang ke sini untuk membantu membersihkan gudang", jelas Rohman.
"Sikap mu nggak pernah berubah Rohman, kamu selalu merasa nggak enak hati dengan semua orang. Iya kalau hati santri santri junior tergerak ingin membantu mu, bagaimana kalau mereka tidak peduli sedikit pun?", tanya Farhan.
" Bahkan waktu kita kecil, waktu kamu ada masalah, kamu nggak pernah cerita sama aku, kamu mengerjakan semua nya sendiri. Tapi pada akhirnya, aku tahu semua masalah mu dan aku lah yang membantu mu untuk membereskan hal itu kamu ingat?", lanjut Farhan.
Rohman pun langsung menghentikan aktivitas nya setelah mendengar ucapan orang tersebut yang tidak ia pandang sama sekali,,,
Rohman pun bergetar karena mendengar ucapan orang tersebut. Setelah mendengar ucapan orang itu, sepertinya Rohman mulai mengetahui siapa orang yang berbicara dengan nya.
Seperti ingin menangis, perlahan Rohman membalikkan badannya untuk memastikan apakah orang tersebut benar adalah orang yang ia rindukan kedatangan nya kembali?.
"Abdurrahman Mubarok,,, bagaimana kabar kamu sekarang, apakah masih sibuk seperti waktu kecil dulu?", tanya Farhan.
__ADS_1
Benar saja, Rohman mengenali orang tersebut setelah membalikkan badan nya dan melihat. Pemuda bersorban tinggi putih, dan mata dingin nya, Farhan Adnan. Rohman pun langsung berlari menghampiri Farhan dan langsung memeluk nya.