Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Mencari Sesuatu


__ADS_3

...****************...


Dan kini pertandingan kedua pun akan segera di mulai, pertandingan antara murid didik dari Ustadz Ahmad dan Ustadz Farid. Kedua Ustadz itu tidak begitu memperdulikan hasil akhir sangat murid, mereka tahu yang akan menang adalah anak murid dari Ustadz Rendy. Selama 3 tahun berturut-turut, Ustadz Rendy berhasil menjadi juara pertama setiap tahun nya dalam mengikuti lomba besar pondok.


Dan kini kedua murid yang akan bertanding telah siap di tengah lapangan,mereka telah siap untuk menunjukkan kemampuan nya masing masing.


MULAI!!!


Dan setelah aba aba dari wasit, pertandingan kedua pun di mulai. Kedua santri itu sangat bersemangat dalam bertanding, semua kemampuan telah mereka kerahkan. Para murid itu sudah semaksimal mungkin untuk tampil dan berusaha menarik perhatian dari Pak Kyai dan Bu Nyai.


...****************...


...*Tempat Pak Kyai dan Bu Nyai*...


Entah ada apa dengan Wulan, sedari tadi dia menoleh ke kanan dan ke kiri seperti mencari seseorang. Bahkan beberapa kali Wulan berdiri dari tempat duduk nya dan mondar mandir di depan ibu nya.


"Kamu kenapa Wulan?", ibu Murni yang bingung dengan sikap anaknya pun langsung bertanya.


" Hmm,,, Wulan lagi nyari Ustadz Rohman bu", jawab Wulan kembali duduk di kursi nya.


"Oh,,, pemuda bersorban yang ikut sama nak Farhan itu ya?", tanya ibu Murni memastikan.

__ADS_1


" Iya ibu", jawab malu Wulan.


Dengan melihat sikap dari Wulan, ibu Murni sudah tahu bahwa anak perempuan nya itu suka dengan Ustadz Rohman. Seorang pemuda bersorban yang tampan dengan senyuman manis saat tersenyum.


Bahkan ibu Murni sendiri sudah sangat menyetujui jika Wulan menikah dengan Rohman, padahal ibu Murni baru bertemu dengan Rohman baru kali ini. Tapi disisi lain Ibu Murni juga yakin kalau orang orang yang dekat dengan Farhan pastilah sikap nya juga baik.


...****************...


...*Tempat Ustadzah Rinjani*...


Ustadzah Rinjani sendiri juga saat ini sedang melamun dan tersenyum sendiri, ia sedang memikirkan seseorang yang tak lain adalah Ustadz Syafi'i, seorang pemuda bersorban yang dingin kepada para akhwat kini telah membuat hatinya yang dingin pula menjadi cair dengan perlahan.


"Ya Allah,,, dimana ya Ustadz tampan itu sekarang... Baru ketemu sekali aja wajahnya udah selalu kebayang terus", batin Ustadz Syafi'i.


...****************...


...*Tempat Persembunyian Farhan*...


"Syafi'i,,, kamu kenapa sih,,, dari tadi gerak terus,,, celingak celinguk gitu,,, cari apa sih?", tanya Rohman


Beberapa saat lalu, tiba tiba Syafi'i seperti merasakan sesuatu. Dia melihat sekeliling nya seperti mencari sesuatu dengan wajah sedikit panik.

__ADS_1


" Syafi'i,,, kamu kenapa?", kini Farhan yang ganti bertanya.


"Hmm,,, punggung ku tiba tiba dingin mas,,, aku curiga ada yang lagi ngomongin aku,,, tapi nggak tau siapa", jawab Syafi'i.


Jawaban dari Syafi'i membuat Farhan terdiam sejenak sambil memandang wajah Syafi'i yang juga melihat ke arah nya.


" Terserah kamu", jawab Farhan kembali melihat jalannya pertandingan.


"Dasar kamu Syafi'i,,, kirain ada apa? ", ucap Rohman.


" Mas Farhan,, Rohman... Aku beneran,,, seperti ada yang lagi ngomongin aku", Syafi'i pun kembali menjelaskan.


"Husst,,, udah udah,,, kamu banyak begadang itu,,, istirahat sebentar... ", ucap Rohman.


...----------------...


" Assalamu'alaikum kakak bersorban!! "


Saat Farhan, Rohman, dan Syafi'i kembali mengawasi pertandingan dari tempat bersembunyi nya, tiba tiba ada yang mengucapkan salam kepada mereka.


Sejenak ketiga pemuda bersorban itu melihat ke arah bawah setelah sejenak saling pandang...

__ADS_1


Dan,,, terlihat lah ada seorang gadis kecil berniqab yang sedang melihat ke arah mereka bertiga sambil tersenyum manis.


__ADS_2