
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah lama berjalan menyusuri jalan jalan kota Farhan kini sudah sampai di terminal, ia segera menuju loket dan membeli karcis untuk pemberangkatan untuk hari ini, dan kebetulan malam ini sekitar jam 9 malam akan ada bis yang berangkat ke tempat yang akan dituju oleh Farhan.
Karena sekarang baru jam 5 sore Farhan masih ada waktu untuk bersantai sejenak, di terminal memang banyak sekali pedagang keliling yang menjajankan dagangannya. Banyak berbagai orang yang masuk dan keluar terminal bus itu, termasuk copet.
Dari kejauhan Farhan hanya tersenyum karena melihat 1 orang copet yang akan masuk kedalam bus dan akan akan beraksi di dalamnya.
Sejenak Farhan menghela nafas, lalu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan perlahan menghampiri si pencopet tersebut.
Si pencopet itu sedang mengantri untuk naik kedalam bus, dan saat giliran nya untuk naik bahunya ada yang memegang dan menghentikan langkah nya, terpaksa ia pun tidak jadi naik dan bus pun mulai melaju pergi.
Si pencopet melihat ke arah orang yang menghentikan ia untuk naik kedalam bus, dan ia melihat seorang pemuda bersorban sedang menatapnya dengan tatapan dingin yang membuat dirinya sedikit merinding.
"A ada apa ya mas?", tanya si pencopet gugup.
" Kamu jangan nyopet ", ucap Farhan tanpa ekspresi.
Ucapan Farhan itu pun membuat si pencopet tertegun tubuh nya mulai bergetar karena Farhan tahu bahwa dirinya adalah pencopet.
" A apa maksud mas ya,,, saya,,, saya cuma mau naik bus untuk pulang kok,,, siapa yang pencopet?", si pencopet pun menyangkal pernyataan Farhan itu.
"Iya saya tahu kamu mau pulang,, tapi sekalian nyopet untuk terakhir kalinya di sore ini,,, kamu udah 9 kali ngambil dompet orang dan jika kamu naik bus tadi kamu akan mendapatkan yang kesepuluh", ujar Farhan telah mengetahui semuanya, karena ilmu yang dimiliki nya Farhan bisa dengan mudah menerawang si pencopet itu.
Awalnya mengira jika Farhan hanya asal menuduh saja, tapi tak disangka ia mengetahui semua nya bahkan jumlah dompet yang ia ambil.
"Dan juga aku juga tahu dimana kamu membuang kesembilan dompet itu,,, ", lanjut Farhan mambuat si pencopet semakin merasa takut.
" A apa maumu?", tanya si pencopet mulai panik.
"Berhenti nyopet atau lanjut ke polisi", tanya Farhan.
" J j j jangan,,, jangan jangan,,, saya mohon,,, ba baiklah,,, aku,,, aku nggak nyopet lagi" , ucap si pencopet sangat ketakutan jika benar Farhan akan melaporkan nya kepada polisi.
"Huff,,, panggil bos mu,,, dan temui aku di belakang terminal", ucap Farhan langsung berjalan pergi tanpa menoleh ke arah si pencopet itu.
Sejenak si pencopet terdiam, ia tidak menyangka bahwa Farhan mengetahui semuanya tentang copet yang ada di terminal itu. Dengan penampilan Farhan yang mendominasi, dingin, acuh tak acuh, dan mengenakan sorban menambah aura misterius nya bagi yang merasakan itu membuat si pencopet merasa tidak heran jika Farhan memiliki ilmu untuk menerawang. Si pencopet tidak buang waktu lagi dan segera pergi untuk melaporkan kepada bos nya.
__ADS_1
Si pencopet merasakan seperti akan ada sesuatu hal yang akan terjadi, tapi ia tidak tahu apa itu...
......................
......................
15 menit telah berlalu, nampak ada puluhan orang berbadan kekar dengan wajah garang sedang bergerombol menuju suatu tempat, mereka sedang menuju ke belakang terminal.
Orang orang yang melihat hal itu pun ikut takut karena merasakan aura yang tidak enak, mereka bahkan tidak berani melihat kearah sekelompok orang orang itu yang garang.
...----------------...
Dibelakang terminal Farhan telah menunggu mereka, Farhan berdiri sambil menyilangkan tangannya dan menatap sekelompok orang orang itu yang mulai mendekat dengan tatapan dingin, bahkan Farhan mengeluarkan aura nya tidak sampai 1%.
Dan sekarang jarak antara Farhan dan segerombolan orang itu hanya berjarak 10 langkah.
"Apa maumu?", tanya pemimpin orang orang itu. Pemimpin itu berperawakan tinggi kekar, dengan bekas luka pisau di pipinya, entah berapa kali ia melakukan pertarungan.
" Bubarkan komunitas pencopet kalian,,, daripada kalian menjadi pencopet dan itu tidak bermanfaat,,, lebih baik kalian bantu para sopir bus itu untuk menarik penumpang, kalian bisa mendapatkan uang halal dari itu", ucap Farhan tenang.
"Hahaha!! ".
Mereka sudah menjadi pencopet handak diterminal itu selama bertahun tahun dan tidak ada yang berani menangkap mereka, walaupun kepergok mencopet tidak ada yang berani melaporkan mereka ke polisi, karena pernah ada kejadian ada kasus pembunuhan setelah memergoki seorang pencopet mengambil dompet penumpang didalam bus.
"Aku akan beri kalian waktu 5 menit untuk berfikir", ucap Farhan seolah tidak peduli dengan tawaan para pencopet itu. Farhan tahu jelas mereka bukan sekedar copet tapi mereka juga ada yang merupakan preman preman terminal.
" Hei nak,,, jangan ngatur kami,,, kami sudah menjadi profesional disini,,, bahkan polisi juga tidak berani dengan kami ", ucap pemimpin copet itu.
" Polisi tidak bisa dan tidak berani menghentikan kalian,,, bukan berarti aku tidak bisa", ucap Farhan.
"Waktu kalian telah habis,, kalian tidak bisa menjawab pertanyaan ku dengan benar jangan salahkan aku mematahkan tangan kalian yang kalian gunakan untuk mencopet itu", lanjut Farhan mengeluarkan sepertiga aura nya yang membuat para preman dan pencopet itu merasakan aura menekan yang kuat sedang menyerang mereka.
"Sial,,, berani beraninya berlagak didepan ku,,, hajar dia", ucap pemimpin preman. Ia merasakan bahwa Farhan bukan orang sembarangan, ia merasakan bahwa aura yang menyerang mereka adalah milik Farhan.
Tanpa ragu dan dengan satu perintah dari sang pemimpin, segerombolan orang itu menerjang ke arah Farhan dengan garang nya, mereka bahkan ada yang membawa tongkat besi untuk memukul hancur kepala Farhan.
Tapi Farhan tidak merubah posisi nya daritadi, ia masih berdiri tegak dengan tangan yang disilangkan, tatapan matanya dingin dan wajahnya tanpa ekspresi.
__ADS_1
*Wusssh! *
Seperti angin kencang yang menerjang bangunan bangunan hingga runtuh, Farhan tiba tiba sudah berada tepat di depan si pemimpin preman itu.
Para preman yang dilewatinya barusan tiba tiba tidak bergerak dan tiba tiba...
"Aaahhh"
Satu persatu mulai tergeletak ditanah dan berteriak keras, tulang tangan mereka telah patah hanya karena Farhan melewati mereka bagaikan angin topan, mereka tidak melihat bagaimana Farhan menyerang tapi yang pasti mereka merasakan sakit yang sangat teramat.
"A apa yang terjadi??!! ", pemimpin preman itu pun mulai bergetar dan perlahan berjalan mundur. Ia tahu bahwa Farhan memiliki ilmu, tapi ia tidak menyangka bahwa Farhan sebegitu menakutkan nya.
" Bubarkan komunitas pencopet ", ucap Farhan tanpa ekspresi.
" Baik baik,,, saya akan bubar komunitas pencopet ini,,, dan saya janji tidak akan melakukan hal yang salah lagi", jawab si pemimpin itu sambil bertekuk lutut didepan Farhan, ia sepert ingin menangis, ia mengira bahwa Farhan adalah jelmaan iblis yang menyamar sebagai manusia.
"Telpon ambulans", ucap Farhan sedikit menoleh kebelakang dan langsung pergi dari situ.
...****************...
...****************...
...****************...
Hari pun mulai gelap, Farhan pun melaksanakan Shalat Maghrib dan Isya' di Masjid yang ada di terminal itu. Karena pakaian nya itu, Farhan diminta menjadi imam Shalat, tak hanya Shalat Maghrib Farhan juga diminta menjadi imam Shalat Isya'.
Orang orang mengira bahwa Farhan adalah Ustadz muda dari sebuah Pondok Pesantren yang sudah lulus dan sedang berkeliling untuk berdakwah.
Farhan hanya sedikit tersebut karena penilaian dari orang orang tersebut,,,
Karena merasa lapar jadi Farhan menuju warung nasi yang tak jauh dari Masjid, masih ada setengah jam lagi hingga bus yang akan ia tumpangi datang.
......................
......................
Baru kali ini Farhan merasa ngantuk setelah makan malam, untungnya bus yang ia tunggu sudah sampai, ia segera naik kedalam bus itu, menaruh tas di atas, lalu duduk dan mulai menutup mata.
__ADS_1
Mungkin Farhan tidak akan begadang, ia cukup lelah hari ini dan akan beristirahat lebih awal... ia tidak takut jika dirinya dicopet oleh orang.