Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Ibu


__ADS_3

...****************...


...*Aula Akhwat*...


Setelah Ukhty Wulan keluar dari dalam aula, ia melihat sekeliling untuk mencari seseorang yang dimaksud oleh Farhan.


Dan ibu Murni yang mengenali anaknya itu pun langsung mendekat ke arah Ukhty Wulan yang tak lain adalah anak perempuan nya. Ibu Murni berjalan perlahan, berjalan mendekat ke arah Ukhty Wulan yang ada di teras aula.


Hingga akhirnya Ukhty Wulan melihat ada seorang ibu paruh baya mengenakan hijab warna hitam yang berjalan mendekat sambil melihat ke arahnya. Padahal jarak antara ibu Murni dan Ukhty Wulan cukup jauh, tapi Ukhty Wulan melihat air mata yang keluar dari mata ibu itu...


Dan tanpa sadar Ukhty Wulan juga mulai meneteskan air mata dan hati nya mulai berdebar, Ukhty Wulan mengenali sosok ibu berhijab hitam tersebut...


"Ibuu!!!,,,, "


Wulan pun memanggil ibu tersebut sambil menangis, ia segera memakai selop nya dan bergegas berlari menghampiri ibu Murni yang tak lain adalah sang ibu yang selama ini ia rindukan.


"Wulan,,,, "


Ibu Murni juga tidak bisa menahan tangisannya, ia mulai menghentikan langkahnya dan mulai melihat ke arah Ukhty Wulan yang berlari ke arah nya,,,,


Dan langsung saja Ukhty Wulan pun memeluk sang ibu dengan sangat erat, begitu pun ibu Murni juga memeluk anak nya sambil mengelus kepala nya.


"Ibuu,,,, ini beneran ibu kan?", tanya Ukhty Wulan tidak percaya jika saat ini ia sedang berpelukan dengan sang ibu.


" Iya Wulan,,, ini ibu,,, ", jawab ibu Murni.


" Wulan kangen sama ibu,,, ", ucap Ukhty Wulan setelah memastikan bahwa sosok yang saat ini ia peluk adalah sang ibu.

__ADS_1


" Ibu juga kangen banget sama kamu,,, ", ibu Murni juga mengungkapkan bahwa ia sangat merindukan Wulan.


...----------------...


Tak lama kemudian Farhan dan yang lainnya keluar dari aula untuk memeriksa keadaan di luar,,,


" Farhan,,, itu ibu nya Wulan?", Ustadzah Rini yang melihat Ukhty Wulan sedang berpelukan dengan seorang ibu pun mengira bahwa ibu tersebut adalah ibu nya Ukhty Wulan.


"Iya bi,,, itu adalah ibu kandung nya Wulan", jawab Farhan.


" Ya Allah,,, Ukhty Wulan sama ibu nya mirip banget,,, ", ucap Ukhty Alimah.


" Iya mirip banget,,, mata nya yang bulat,, ada lesung pipi nya", ucap Ukhty Azizah.


......................


"Ukhty Wulan sangat senang bisa bertemu dengan ibu nya. Alhamdulillah,,, ", batin Ustadz Rohman.


" Hufff,,, Ya Allah, jadi kangen sama Almarhumah ibu,,, ", batin Ustadz Syafi'i.


Perlahan Ustadz Rohman melihat ke arah Ustadz Syafi'i yang ada di samping nya, Rohman melihat bahwa sahabat nya itu ikut meneteskan air matanya.


Rohman tahu bahwa ibu dari Ustadz Syafi'i telah tiada saat Syafi'i masih kecil dulu, Rohman yang mengetahui kesedihan sahabat nya itu pun langsung memeluk nya.


" Udah Syafi'i,,, jangan sedih. Nasib kita sama kok,,, mas Farhan kan juga yatim piatu sama seperti kita,,, ", ucap Rohman.


...----------------...

__ADS_1


"Kebahagiaan Wulan dan ibunya tidak akan menghilang lagi,,, aku akan menjaga kebahagiaan mereka berdua,,, "


Tiba tiba raut wajah Farhan yang tadinya tersenyum bahagia dibalik sorban nya, tiba tiba berubah drastis menjadi wajah yang dingin dan kejam, dan juga ia mulai mengeluarkan sedikit aura nya.


Karena Farhan melihat bayangan dari Ustadz Rendy, sosok yang telah menghilangkan senyum dari Ibu Murni dan menghilangkan kebahagiaan Ukhty Wulan. Kali ini Ustadz Rendy benar benar sudah tidak bisa pergi kemana mana lagi, ia telah ditargetkan oleh Farhan.


"Bibi,,, apakah pertandingan silat sudah dimulai?", tanya Farhan kepada Ustadzah Rini.


" Hmm,, seperti nya sebentar lagi deh,,, kamu mau nonton?", jawab Ustadzah Rini.


"Hufff,,, mau bantai orang", jawab Farhan langsung mengenakan selop nya dan berjalan mendekat ke arah Ustadz Syafi'i dan Ustadz Rohman.


" Apa yang dimaksud Farhan dengan 'bantai orang'? ", batin Ustadzah Rini sedikit takut dicampur bingung.


......................


" Mas Farhan mau kemana?", tanya Ustadz Rohman kepada Farhan yang sekarang telah berdiri di depan nya.


"Kalian berdua ada baju silat?", tanya Farhan.


" Punya mas,,, walaupun sedikit sempit tapi masih muatlah untuk dipakai", jawab Ustadz Syafi'i.


"Pakai baju silat kalian,,, kita ke lapangan sekarang", ucap Farhan langsun berjalan.


Sejenak Ustadz Rohman dan Ustadz Syafi'i saling pandang, lalu tersenyum. Mereka berdua memiliki pemikiran


yang sama tentang Farhan yang menyuruh mereka untuk memakai baju silat, kedua Ustadz itu pun langsung berjalan menyusul Farhan dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2