Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
4 Ustadz Pondok


__ADS_3

"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam,, eh Ustadz Rendy"


"Siapa ikhwan bersorban tadi?"


"Hmm,, ana kurang tahu Ustadz,, sepertinya sih ikhwan baru"


*Rumah Pak Kyai*


"Kenapa ekspresi mu menyeramkan begitu Farhan?", tanya Pak Kyai.


" Minta ke empat data Ustadz yang mengajar di Ponpes Miftahul Huda", jawab Farhan dengan tatapan tajam.


"Anak ini sepertinya beneran marah,,, tapi kalau nggak dituriti kemauannya pasti hal dulu akan terulang kembali", ucap Pak Kyai dalam hati.


" Tunggu sebentar ", ucap Pak Kyai masuk ke dalam kamar nya.


Tak sampai 5 menit Pak Kyai keluar dengan membawa sebuah berkas dan flashdisk, lalu memberikan nya kepada Farhan.


" Terima kasih paman,,, komputer di aula di pake?", tanya Farhan.


"Nggak di pake,,, kamu pake aja nggak apa apa", jawab Pak Kyai.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum ", ucap salam Farhan langsung kekar dari rumah Pak Kyai.


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh ", jawab salam Pak Kyai.


" Ya Allah,,, ada apa lagi dengan keponakan ku itu. Walaupun marah nya nggak sampai 30 persen, tapi kemarahannya itu bisa menimbulkan masalah yang tidak di inginkan. Semoga saja kejadian dulu tidak terulang kembali ", ucap Pak Kyai dalam hati sambil melihat Farhan dari jendela.


*Aula Utama*


Di dalam sebuah ruangan dengan komputer yang menyala, Farhan sangat teliti dalam memperhatikan dan melihat semua file dan data tentang ke 4 Ustadz terpopuler di Ponpes Miftahul Huda.


" Rohman dan aku sudah dari kecil di Pondok ini, seharusnya Rohman juga termasuk dari Ustadz atau Senior terpopuler di Pondok. Tapi kenapa Rohman sama sekali tidak di anggap?,,, pasti ada masalah ketika aku tidak ada di Pondok Pesantren Miftahul Huda", ujar Farhan.


Beberapa menit kemudian...


"Setelah memperhatikan semua data ke 4 Ustadz ini, semuanya nampak rapi. Tapi hanya kamu yang menarik perhatian ku,, hahaha", ucap Farhan dalam hati dengan niat membunuh.


Saat Farhan sedang memeriksa sebuah data, di dalamnya ada satu kasus yang menarik perhatian Farhan. Di dalam kasus itu Rohman adalah pelaku utama dari kasus tersebut.


"Orang bodo* mana yang membuat berita ini, aku yakin Rohman tidak akan melakukan hal yang tidak senonoh ini,,,. Aku akan membantu sahabat ku ini untuk menyelesaikan masalah yang menimpa nya", ucap Farhan.


Perlahan Farhan berdiri dari tempat duduk nya, meninggalkan ruangan tersebut dengan komputer masih menyala.


*Di teras aula*

__ADS_1


"Bibi Rini!! "


"Iya Farhan"


Di luar, Farhan memanggil salah satu Ustadzah yang ia kenal. Ustadzah itu merupakan salah satu bibi nya di Ponpes Miftahul Huda, Ustadzah Rini.


"Iya Farhan, ada apa?", tanya Ustadzah Rini.


" Farhan mau ngomong sesuatu ", ucap Farhan.


" Kalau mau ngomong, ngomong aja Farhan, kayak sama siapa aja kamu", ucap Ustadzah Rini.


"Nggak di sini juga bi", ucap Farhan.


Ustadzah Rini pun melihat sekeliling nya, banyak para akhwat bercadar yang sedang memperhatikan Farhan dan Ustadzah Rini.


" Kalau kita bicara disini, pasti murid murid bibi dengar semua, ayo kita ke dalam", ucap Farhan langsung masuk ke dalam.


"Iya Farhan", jawab Ustadzah Rini langsung mengikuti dari belakang.


"Pemuda bersorban itu keponakan nya Ustadzah Rini?".


" Mana ku tahu?".

__ADS_1


"Kalau dari gaya mereka bicara sih, memang ia pemuda bersorban itu adalah keponakan nya Ustadzah Rini".


Lagi lagi Farhan menjadi bahan pembicaraan bagi para akhwat Pondok.


__ADS_2