Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Dua Gadis Kecil Bercadar


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah sebentar mengamati para Ustadz yang sedang rapat tersebut, Farhan pun langsung turun dari atas pohon dan melangkah pergi, Farhan merasa sudah tidak ada yang perlu diwaspadai lagi dari kelompok orang tersebut. Farhan sendiri sudah yakin dengan kemampuan nya saat ini, walau para Ustadz itu ingin mencari masalah dengan dirinya ia tidak perlu khawatir karena tidak ada yang bisa mengusik dirinya, tapi jika kekuatan Farhan sendiri belum pulih dan tidak yakin, maka Farhan akan selalu mengawasi gerak gerik mereka.


......................


Disisi lain terlihat Syifa yang sedang bermain bersama kelima akhwat bercadar di sebuah kandang yang dipenuhi dengan kelinci putih, tak hanya kelinci dewasa tapi juga ada anak anak nya juga. Bahkan Syifa sering memegang dan menggendong anak kelinci tersebut karena menggemaskan.


Syifa nampak bahagia bisa bermain dengan para kawanan kelinci itu, apalagi ditemani oleh para akhwat bercadar. Tak hanya sekedar bermain, sesekali Syifa mendengar salah satu dari akhwat tersebut melantunkan irama Shalawat, tak sungkan lagi Syifa pun menyambung Shalawat tersebut. Dan mereka tak hanya bermain dengan kelinci juga saling menyambung Shalawat.


...****************...


Di asrama Ustadzah Indah, ia sedang berada didalam kamar nya. Ia ingin istirahat sejenak sedangkan Afifah sedang berada di asrama Ustadzah Siti. Sekilas Ustadzah Indah merasakan ada aura yang tak asing berada di dalam Ponpes Darul Musthafa.


"Kenapa aku merasakan ada dua aura milik Afifah? ", ucap Ustadzah Indah.


Sebagai seorang ibu yang memiliki sedikit ilmu khusus, Ustadzah Indah sangat mengenali aura milik anaknya, dan sekarang ia merasakan ada dua aura milik Afifah di dalam Pondok Pesantren.


Sejenak Ustadzah Indah menjadi bimbang dengan situasi itu,,,


"Nanti aja deh aku cari tahu,,, aku mau istirahat dulu", ucap Ustadzah Indah setelah berpikir sebentar.

__ADS_1


......................


Setelah rapat selesai, kedua Ustadz yang menjadi pemimpin para Ustadz palsu tersebut pun langsung berjalan memisahkan diri. Ustadz Ronald dan Ustadz Roland berjalan jalan sendiri, mereka pisah ingin menyendiri sejenak sambil melihat lihat situasi Pondok, apakah ada yang berubah saat mereka tidak ada di Pondok?.


......................


Karena hari sudah mulai siang maka Syifa pun pamit kepada para akhwat bercadar untuk pulang, karena Syifa sudah hafal jalan pulang maka ia menolak saat ada yang ingin mengantarkan nya. Tapi walau begitu para akhwat bercadar itu tetap menjalankan amanah yang diberikan oleh Farhan untuk menjaga Syifa, jadi salah satu diantara mereka pun tetap mengantarkan Syifa pulang ke rumah Pak Kyai.


Di satu sisi, Afifah yang ada di rumah Ustadzah Siti juga ingin pergi keluar melihat kelinci ditaman, awalnya Ustadzah Siti tidak memperbolehkan tapi karena Afifah mempunyai cara yang manja dan menggemaskan maka Ustadzah Siti pun menyetujui nya tapi hanya sebentar karena takut Ustadzah Indah datang untuk menjemput.


...****************...


Saat Ustadz Roland berjalan jalan menyusuri jalan kecil Pondok, ia melihat dari kejauhan ada seorang akhwat bercadar berjalan bersama dengan anak kecil bercadar pula.


"Sejak kapan Pondok menerima seorang gadis kecil masuk ke sini?", batin Ustadz Roland.


" Assalamu'alaikum ".


Saat jarak Ustadz Roland dan kedua akhwat bercadar itu semakin dekat, Ustadz Roland pun mengucapkan salam dan kedua nya langsung menghentikan langkah nya.


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh ", jawab salam akhwat bercadar itu dan Syifa.

__ADS_1


Seperti mendapatkan pendengaran lagi, lagi lagi Syifa mendapatkan bisikan bahwa orang yang ada dihadapannya saat ini adalah orang jahat.


" Om jahat" ucap Syifa.


Mendengar ucapan Syifa barusan, membuat Ustadz Roland tertegun dan terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Sedangkan akhwat yang bersama dengan Syifa pun kaget dan langsung meminta maaf kepada Ustadz Roland untuk Syifa.


Awalnya Ustadz Roland mengira bahwa Syifa hanya asal bicara karena mereka baru pertama kali bertemu sekarang, pasti Syifa merasa asing dan mengira bahwa orang yang ada di depan nya saat ini adalah orang jahat.


"Gadis keciil,,, Ustadz bukan orang jahat,, nama Ustadz,, Roland", ucap Ustadz Roland berjongkok di hadapan Syifa dan memperkenalkan diri, tapi Syifa langsung bersembunyi dibelakang akhwat tersebut.


Karena merasa Syifa benar benar takut dengan kehadiran Ustadz Roland maka akhwat bercadar itu langsung pamit dan segera mengantarkan Syifa pulang.


Dan Ustadz Roland hanya melihat akhwat bercadar itu pergi bersama Syifa,,,


"Siapa anak itu?,,, ", batin Ustadz Roland.


...****************...


Di dekat taman kelinci, Ustadz Ronald sedang duduk bersantai di kursi taman sambil merokok. Dia sedikit rindu suasana tenang di taman Pondok itu.

__ADS_1


Tak lama kemudian datang seorang gadis kecil bercadar yang menarik perhatian Ustadz Ronald, dan gadis itu langsung menghampiri kawanan kelinci yang ada di dekat taman bunga tersebut.


"Siapa anak itu,,, sejak kapan Pondok mulai menerima anak kecil mondok disini?", batin Ustadz Ronald memperhatikan gadis kecil bercadar itu.


__ADS_2