
...****************...
*Bruggh*
"Pertandingan selesai! "
Pertandingan pertama pun telah selesai, dan seperti dugaan pemenangnya adalah murid didik dari Ustadz Rendy. Menjelang pertandingan besar itu, Ustadz Rendy benar benar sudah melatih murid murid nya dengan keras, ia tidak suka dengan kekalahan.
Beda hal nya dengan Ustadz Andi yang biasa saja saat muridnya kalah, karena tahu bahwa menang dan kalah dalam sebuah pertandingan adalah hal yang biasa.
Setelah istirahat beberapa menit, kini giliran pertandingan antara murid dari Ustadz Farid melawan murid dari Ustadz Ahmad akan segera dimulai. Kedua Ustadz tersebut adalah dua Ustadz terpopuler yang sangat ramah dan baik, mereka berdua sangat disukai oleh para akhwat akhwat di pondok, mereka berdua bahkan disukai oleh para Ustadzah.
Karena murid dari sang kakak akan bertanding, Ustadzah Fitri pun menghampiri tenda tempat sang kakak bersama murid murid nya berkumpul. Kedekatan Ustadzah Fitri dan Ustadz Ahmad sebagai adik kakak sangat membuat Ustadzah yang melihatnya menjadi baper, padahal para Ustadzah tahu bahwa Ustadzah Fitri adalah adik dari Ustadz Ahmad, tapi entah mengapa mereka seperti tidak rela bila Ustadz yang mereka kagumi dipeluk oleh perempuan lain.
__ADS_1
......................
"Sepertinya Rendy akan mendapatkan juara pertama laki tahun ini"
"Iya,,, kalau Rendy menang lagi tahun ini, berarti dia menang selama 4 tahun berturut turut,,, hebat banget ya dia... Menjadi Ustadz yang paling diminati oleh para santri, ilmu agama dan ilmu silatnya sama sama tinggi"
Pak Kyai dan Bu Nyai tentunya melihat potensi yang dimiliki oleh Ustadz Rendy mengenai ilmu silatnya. Pak Kyai bahkan punya rencana untuk menjadikan Ustadz Rendy sebagai perwakilan untuk Ponpes Miftahul Huda bertanding silat antarpondok yang akan diadakan beberapa bulan lagi.
Disisi lain, Ukhty Wulan merasa takut dengan Ustadz Rendy setelah apa yang terjadi 4 tahun lalu yang mengharuskan ia memfitnah Ustadz Rohman, Ustadz yang ia kagumi.
...****************...
...*Tempat sembunyi Farhan*...
__ADS_1
"Mas,,, apakah aku boleh memukul orang ini,,, aku benar benar melihat wujud wajannya itu", ucap Ustadz Syafi'i greget dengan kondisi saat ini.
"Sabar,,, memang dia besar kepala saat ini karena muridnya menang dan melaju ke babak final,, kita akan keluar saat pertandingan antarguru nanti", jawab Farhan.
" Baik mas", ucap Ustadz Syafi'i.
Ustadz Rohman hanya tersenyum kecil melihat kelakuan sahabat nya itu yang tidak sabar ingin memukul Ustadz Rendy, Rohman tahu betul sifa sahabat nya itu.
...****************...
Ustadzah Rinjani, salah seorang Ustadzah yang sangat menyukai ilmu silat. Ia selalu belajar ilmu silat baru dari buku silat yang ia pelajari.
Ustadzah Rinjani juga adalah Ustadzah yang paling cuek kepada para ikhwan, termasuk kepada para Ustadz. Ustadzah Rinjani tidak menggubris para ikhwan dan Ustadz yang memanggilnya jika tidak ada keperluan.
__ADS_1
Tapi beberapa hari sebelum pertandingan besar pondok, hati dingin itu perlahan meleleh setelah pertemuan pertama dengan Ustadz Syafi'i.
Ustadzah Rinjani pun jatuh cinta pandangan pertama saat pertama kali bertemu dengan Ustadz Syafi'i beberapa hari setelah kembali nya Syafi'i ke Ponpes Miftahul Huda.