
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di waktu yang sama Syifa telah selesai mandi dan kembali segar lagi, ia mengenakan gamis berwarna hijau dan cadar hijau pula, ia sangat cantik setelah didandani oleh mamanya. Syifa pun berlari dari dalam kamar menuju luar diteras.
"Ayaaah!!! "
Syifa pun berlari sambil memanggil Farhan dengan sebutan 'ayah'...
Syifa yang awalnya sangat senang karena ia akan kembali bersama ayahnya, tapi raut wajahnya perlahan bingung dan melihat sekeliling nya karena ia tidak menemukan Farhan yang tadi sedang duduk santai di kursi teras.
Syifa pun langsung melihat sekitarnya dan tak ragu menuju samping rumah untuk mencari Farhan, tapi tetap saja tidak ada Farhan di sekitar rumah, hanya ada para santri yang lalu lalang disekitar sana.
...****************...
Seperti berkomunikasi dengan sesuatu yang ghaib, Syifa seperti mendengar suara yang memberitahukan keberadaan Farhan. Dengan wajah bahagia karena lokasi sang ayah sudah ditemukan maka Syifa pun langsung berlari menuju lokasi Farhan, bahkan Syifa sendiri tidak merasa takut karena ada suara ghaib yang berbicara kepadanya melainkan Syifa senang karena suara tersebut membantu nya untuk mencari keberadaan sang ayah.
...----------------...
Di tempat lain terlihat Ustadz Ronald dan Ustadz Roland sedang berdiri menatap sebuah banner yang besar, terlihat jelas wajah mereka berdua dan tertulis di atasnya 'Selamat Datang Kembali'. Kedua Ustadz itu tersenyum bangga karena merasa dihormati dan disegani.
Menyadari kehadiran dari kedua Ustadz tersebut, para santri ikhwan yang ada disana langsung berlari menghampiri dan bergiliran mencium tangan keduanya, bertambah sombong lah kedua Ustadz tersebut.
__ADS_1
Dan dari jarak yang lumayan jauh, Farhan sedang duduk diatas pohon dengan santai tak lupa juga mengawasi kedua Ustadz tersebut.
"Tak tahu malu,,, seandainya ada Rohman dan Syafi'i, seharusnya bisa menang melawan kedua orang bodoh itu,,, tak usah aku yang turun tangan langsung,,, buang tenaga", gumam Farhan melihat kedua Ustadz itu dengan ekspresi jijik.
Tak lama kemudian para Ustadz Pondok yang lain pun juga melihat kedatangan kedua Ustadz itu, termasuk Ustadz yang menjadi anak buah dari mereka berdua.
Para anak buah itu memang datang untuk menjemput pemimpin mereka kembali, setelah mencium tangan kedua Ustadz tersebut para anak buah nya langsung membawa mereka balik ke asrama.
"Cih,,, baru punya ilmu sedikit aja udah sombong", Farhan mencibir kedua Ustadz itu dan langsung menghilang dari atas pohon.
...****************...
Saat ingin menuju ke asrama untuk beristirahat sejenak, Ustadz Ronald dan Ustadz Roland langsung mengubah pikirannya. Mereka ingin langsung berkeliling Pondok dan melihat lihat sekitar, apakah masih seperti dulu atau ada perubahan pada Ponpes Darul Musthafa itu?.
...----------------...
Di sisi lain Farhan juga sedang mengecek sesuatu di area Pondok bagian depan, area yang hanya ada sebagai tanah kosong yang ada rerumputan.
Dan karena merasa aman maka Farhan langsung pergi dari situ,,,
"Hmm,,, waktu itu aku ingin berbicara dengan Ustadzah Indah ba'da Isya',,, tapi tidak jadi. Karena kedua orang itu sudah kembali maka aku harus mengatur rencana lain untuk bisa berbicara kepada Ustadzah Indah", gumam Farhan berjalan sambil menunduk.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum Ustadz "
Saat Farhan sedang berkonsentrasi untuk rencana selanjutnya, tiba tiba ada yang mengucapkan salam kepada nya.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh", Farhan pun menghentikan langkah nya lalu perlahan mengangkat kepala nya.
Terlihat ada 5 sosok akhwat bercadar yang berdiri didepan Farhan, mereka menyapa Farhan dan tersenyum ramah dibalik masing masing cadar.
" Ustadz ganteng mau kemana?", tanya salah seorang dari akhwat bercadar itu.
"Panggil Farhan aja,,, saya mau ke sana sebentar mau ngecek sesuatu", jawab Farhan.
" Ooh nama Ustadz Farhan ya,,, ", ujar salah seorang akhwat bercadar itu.
" Ustadz Farhan,,, anaknya Ustadz mana?", tanya mereka lagi.
Sejenak Farhan terdiam, anak?, sejak kapan ia menikah dan punya anak?. Lalu Farhan pun terpikirkan seorang gadis kecil bercadar yang selalu memanggilnya ayah, tak lain adalah Syifa.
Mungkin para akhwat itu pernah melihat nya bermain di taman Pondok waktu lalu, dan memang benar Syifa selalu memanggilnya ayah dan banyak juga para santri yang mendengar nya, tak heran jika kelima akhwat itu menanyakan tentang dimana anaknya?.
"Ayaaah!!! "
__ADS_1
Saat Farhan ingin membalas tiba tiba terdengar suara gadis kecil yang memanggilnya ayah dan berlari kearah nya, tak lain adalah Syifa yang berlari ke arah Farhan dengan wajah senangnya.