Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Aura Menekan Milik Farhan


__ADS_3

2 hari setelah kepergian Farhan, para Ustadzah dan para Ukhty yang pernah bertemu dengan Farhan di Pondok merasa sepi tanpa adanya Farhan, karena mereka tidak tahu kepergian Farhan. Bahkan Pak Kyai dan Bu Nyai juga merahasiakan kepergian nya Farhan.


*---------------------*


Wulan saat ini sedang berkumpul dengan teman teman nya di taman area Pondok Akhwat, taman tersebut dekat dengan perbatasan Pondok Ikhwan, taman tersebut juga lumayan jauh dari daerah Pondok Akhwat.


Wulan dan teman teman nya sedang menghafalkan sebuah kitab, karena nanti malam ba'da Isya' semua Akhwat akan menyetor hafalan nya kepada para Ustadzah yang menguji mereka, Wulan dan para Akhwat bercadar itu sangat bersemangat dalam menghafal kitab, karena mereka mendengar informasi bahwa setelah menyetor hafalan akan ada ujian untuk menjadi Ustadzah baru di Ponpes Miftahul Huda.


Tentunya hal itu sangat membuat para Akhwat senang, mereka bisa mengikuti ujian itu untuk menguji seberapa pantaskah mereka untuk menjadi seorang Ustadzah di masa depan, dan itu juga berlalu untuk para Akhwat yang sudah lama mondok di Ponpes Miftahul Huda, termasuk Wulan dan teman teman nya.


"Wulan,,, sudah lama kita tidak ngobrol,,, apakah kita akan melakukan hal itu lagi?".


Dari kejauhan ada seorang Ustadz yang sedang mengawasi Wulan dan teman teman nya, Ustadz Rendy.


Orang yang 4 tahun lalu memfitnah Rohman meniduri seorang akhwat, padahal orang itu adalah Ustadz Rendy sendiri. Ustadz Rendy yang berani merebut kehormatan milik Wulan, dia juga sudah mengancam Wulan untuk diam, jika Wulan jujur maka ibu nya akan dalam bahaya.


Tapi Farhan yang mengetahui hal itu semua, mulai mencari semua bukti dan saksi. Ia akan melakukan segala cara untuk mengembalikan kehormatan Rohman sebagai Ustadz pertama di Ponpes Miftahul Huda.

__ADS_1


*--------------------*


Setelah sekian lama belajar dan menghafal kitab bersama, teman teman Wulan pun pamit terlebih dahulu kembali ke Pondok, dan tinggal Wulan sendiri yang masih ada di taman tersebut.


"Ustadz Rohman,,, pria yang aku kagumi waktu pertama kali bertemu", ucap Wulan memandangi gelang tasbih yang ada di lengan tangan kanan nya.


" Kini tinggal kamu sendiri sayang,,, waktu nya untuk kita bersenang senang", ucap Ustadz Rendy.


Kini terlihat jelas niat buruk dari Ustadz Rendy, tapi...


Baru saja Ustadz Rendy keluar dari tempat sembunyi nya, ia sudah mendapat tekanan yang begitu besar yang entah dari mana asal nya.


" Seperti nya tekanan ini milik ikhwan bersorban itu,,, tapi dimana dia?", batin Ustadz Rendy melihat sekeliling nya.


"Sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengan ikhwan bersorban itu,,, tapi kenapa tiba tiba ada aura menekan miliknya? ", batin Ustadz Rendy bertekuk lutut di dekat pohon.


" Hmm,,, sebaiknya aku juga segera balik ke Pondok deh,,,disini juga nggak ada teman", ucap Wulan segera meninggalkan taman tersebut.

__ADS_1


Saat Wulan pergi,,, aura menekan yang menekan Ustadz Rendy pun juga hilang....


"Hah hah Alhamdulillah Ya Allah", ucap Ustadz Rendy mengelap keringat nya.


" Kemana perginya Wulan? ", ucap Ustadz Rendy melihat sekeliling nya.


" Kalau bukan aura menekan milik ikhwan bersorban itu, Wulan pasti sudah aku dapatkan", ucap Ustadz Rendy langsung pergi dari tempat itu.


*-----------------------*


*Rumah Pak Kyai*


Pagi ini Bu Nyai sedang duduk santai di teras rumah sambil meminum segelas teh hangat, ia seperti nya sedang gelisah.


"Udah 2 hari Farhan pergi dari Pondok,,,, gimana keadaan nya ya? ", ucap Bu Nyai.


Ternyata Bu Nyai sedang mengkhawatirkan keponakan nya itu,, yang sudah 2 hari keluar dari Pondok.

__ADS_1


__ADS_2