Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Kesaksian Ustadzah Siti


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perlahan pandangan Utsman pun tertuju ke arah Ustadzah Siti yang hendak berjalan ke arah yang dihadang oleh nya. Tatapan Utsman kepada Ustadzah Siti sangat dingin, bahkan raut wajah Utsman tidak ada ramah sedikit pun kepada perempuan.


Mendapat tatapan dingin itu, Ustadzah Siti langsung kaget lalu menundukkan pandangan nya. Dan Utsman perlahan berjalan mendekati Ustadzah Siti, perasaan Ustadzah itu langsung menjadi berbebar kencang tidak tahu apa yang harus dilakukan.


Saat jarak keduanya tinggal 3 langkah lagi, Utsman berhenti dan menatap Ustadzah yang ada di depannya dengan tatapan yang menekan, Ustadzah Siti juga merasakan aura menekan tersebut, ia tidak bisa bergerak dsn hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Siapa pelaku yang telah melecehkan kakakmu?"


Utsman tanpa berbasa basi langsung mengajukan pertanyaan dengan nada datar dan tidak menghilangkan aura menekannya sedikit pun. Ia terus menatap Ustadzah Siti seperti seekor binatang buas yang menatap mangsanya dan siap menyerbu kapan saja.


Mendengar pertanyaan dari Utsman, tubuh Ustadzah Siti menjadi bergetar dan merinding hingga membuat bulu kuduk nya berdiri. Ustadzah Siti merasakan bahwa aura yang menekan dirinya bertambah besar lagi.


"A ana,,, ana,,, "


"Jangan coba coba berbohong,,, jika kamu berbohong satu kata saja. Nasibmu akan lebih menderita dibawah ancaman ku daripada ancaman Ustadz bodoh itu".


Belum selesai berbicara Utsman langsung menyela dan memberikan ancaman serta aura nya semakin besar, dan itu membuat Ustadzah Siti semakin tertekan dan hendak jatuh ke tanah.


"A ana nggak tau, a apa yang antum maksud?", ucap Ustadzah Siti berusaha tenang dan menyangkal pernyataan dari Utsman.

__ADS_1


" Hei... "


Saat Utsman memanggil Ustadzah Siti, tanpa sadar pandangan Ustadzah itu langsung terangkan dan menatap mata tajam milik Utsman, dan Ustadzah Siti langsung ketakutan, ia tidak pernah merasa setakut ini sebelumnya.


...****************...


...*Swuuhhss*...


Tiba tiba keduanya pun seperti berpindah tempat, tempat yang sekarang penuh dengan cahaya berwarna merah padam, dan aura ditempak itu jauh lebih kuat dari yang sebelumnya hingga membuat Ustadzah Siti langsung berlutut dihadapan Utsman.


Tak salah lagi, Utsman membawa Ustadzah Siti masuk kedalam dimensi miliknya waktu mata Ustadzah Siti menatap matanya, tanpa Utsman yang mengendalikan tatapan Ustadzah Siti, Ustadzah itu akan menunduk terus dan tidak akan menatapnya.


Dengan sifat Utsman yang tidak mau membuang waktu, ia langsung mengendalikan tubuh Ustadzah Siti untuk melihat ke arah nya dan langsung membawanya masuk kedalam dimensi nya.


" Pelaku nya adalah Ustadz Ronald,,, waktu ia selesai melakukan aksinya kepada mbak Indah,,, saya nggak sengaja melihat nya,,, dan saya pun langsung diancam,,, kalau saya menyebarkan hal tersebut ia akan melecehkan saya juga dan tak segan untuk membunuh saya".


Benar saja, Ustadzah Siti yang awalnya tidak mau mengaku dan mengelak untuk menjawab pertanyaan Utsman tadi, sekarang sudah masuk kedalam dimensi milik Utsman, Ustadzah Siti langsung mengakui semua nya.


Tiba tiba Ustadzah Siti sudah bisa mengendalikan tubuh nya lagi, tapi ia masih berlutut dibawah. Tiba tiba ia mulai menangis, ia tidak tahu harus berbuat apa lagi...


"Ke kenapa aku tidak bisa mengendalikan tubuhku,, aku juga tidak bisa mengendalikan mulutku", ucap Ustadzah Siti.

__ADS_1


...****************...


...*Swuuhhss*...


Utsman pun langsung membawa Ustadzah Siti keluar dari dalam dimensi nya, dan kembali ke tempat tadi dengan Ustadzah Siti masih dalam keadaan berlutut.


"Huh huh huh,,, Alhamdulillah Ya Allah", ucap Ustadzah Siti bernafas lega karena telah kembali ke dunia semula, ia melihat keadaan sekitar dan mengucapkan syukur.


" Jika waktunya tiba,,, kamu harus memberikan kesaksian dengan jujur", ucap Utsman datar.


"Ta tapi,,, a ana takut sama Ustadz Ronald,,, bagaimana kalau,,, "


"Hentikan omong kosong mu itu".


Belum selesai berbicara Utsman langsung menyela ucapan Ustadzah Siti, semakin lama Utsman merasa geram dengan sikap Ustadzah tersebut.


Utsman berjalan perlahan ke arah Ustadzah Siti, dan berhenti disamping nya...


" Orang bodoh itu hanya akan melecehkan dan membunuh mu untuk ancaman,,, itu hanya sekilas saja. Jika kamu berada dalam ancaman ku,,, aku akan membuat mu mati tak mau hidup pun segan ".


" Jika kamu takut dengan ancaman manusia,,, copot jabatan mu sebagai Ustadzah. Kamu sudah tidak yakin dengan perlindungan Allah,,, jika kamu yakin Allah bersamamu dan pasti akan melindungi mu,,, kamu tidak akan takut dengan ancaman kecil itu "

__ADS_1


Setelah berucap Utsman langsung melangkah pergi meninggalkan Ustadzah Siti yang masih berlutut itu. Mendengar ucapan Utsman barusan, Ustadzah Siti langsung bergetar dan mulai menangis kembali.


__ADS_2