Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Para Ustadz Pondok Yang Asli


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah makhluk besar hitam itu menghilang dan kembali kepada Farhan, raut wajah Farhan langsung berubah drastis menjadi sangat dingin tanpa ekspresi. Walau hanya aura dingin tapi itu sudah bisa membuat orang yang bertemu dengan Farhan menjadi tertekan dan merasa ngeri.


"Dasar bajing*n*", ucap Farhan mulai sedikit marah membayangkan salah satu sosok yang akan pulang ke Pondok Darul Musthafa.


Lalu Farhan pun langsung terdiam tanpa berbicara apapun dan perlahan menutup mata, dan mulailah ada bayang bayang tentang kejadian kejadian, kasus kasus yang ada di Pondok Darul Musthafa itu.


" Sungguh licik,,,, aku jamin,,,, kau tidak akan menerima hukuman hanya sekedar babak belur,,, tapi aku akan buat kau merasa mati tak mau hidup pun segan,,,, ", ujar Farhan membuat senyum bengis di balik sorban putih nya.


" Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah ".


Farhan pun berusaha untuk memenangkan pikiran nya untuk bisa tetap tenang dan stabil, ia tidak mau terbawa emosi hanya karena perbuatan seseorang.


Perlahan ia menutup matanya untuk bisa lebih rileks, lalu berselenden dibangku dan membuka mata menatap langit cerah di pagi hari itu sambil menghembuskan nafas panjang.


Farhan pun berdiri dan melihat sekeliling nya, masih ada beberapa santri yang lalu lalang di dekatnya.


Farhan pun mulai melangkahkan kaki nya untuk berjalan di jalan kecil Pondok itu...


...****************...

__ADS_1


Pagi ini Ustadzah bercadar itu membawa anak nya, Afifah untuk berjalan jalan keliling Pondok. Karena suatu kejadian si Ustadzah itu tidak pernah membawa sang buah hati untuk keluar jalan jalan walau keluar dari wilayah asrama.


"Aku harap hari ini tidak terjadi apa apa", batin Ustadzah sembari melihat Afifah yang berlari kecil melihat suasana Pondok.


......................


" Mbak,,, mbak mau kemana sama Afifah?"


Dari arah belakang ada suara yang menyapa dan mengajak si Ustadzah tersebut berbicara. Ustadzah pun membalikkan badannya untuk melihat siapa yang mengajak nya berbicara.


Dan terlihatlah seorang Ustadzah bercadar pula yang mengenakan gamis warna hijau berjalan menuju Ustadzah yang di panggilnya 'mbak'.


"Eh Siti,,, ini mbak mau ajak Afifah jalan jalan sebentar,,, keliling Pondok", jawab Ustadzah bercadar kepada Ustadzah bercadar yang ada dihadapannya yang bernama Siti.


" Tapi mbak,,, gimana kalau nantiii,,, "


"Husst,,, semoga aja nggak ada masalah nantinya", ucap Ustadzah bercadar kepada Ustadzah Siti sembari melihat ke arah Afifah yang sedang melihat bunga bunga.


" Mbak Indah yakin? ", tanya Ustadzah Siti kepada Ustadzah yang ia panggil 'mbak' itu yang bernama Indah.


" In Syaa Allah,,, cuma jalan jalan sebentar kok habis itu langsung pulang lagi ", jawab Ustadzah Indah.

__ADS_1


"Ya udah deh,,, Siti ikut mbak sama Afifah jalan jalan', ucap Ustadzah Siti.


Dan akhirnya Ustadzah kakak beradik itu pun jalan jalan bersama Afifah keliling Pondok, mencari suasana yang tenang untuk Afifah bisa bermain sebentar si salah satu taman Pondok.


...****************...


...*Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darul Musthafa*...


Karena Farhan sendiri bosan selalu ada disekitar taman Pondok, ia pun memutuskan untuk berjalan jalan di dekat Madrasah Pondok.


Beberapa kali Farhan berpapasan dengan para Ustadz Pondok yang sedang berjalan menuju kelasnya untuk mengajar, karena mengetahui kehadiran Farhan maka Ustadz Pondok pun menyapa yang mengajak Farhan mengobrol santai di kursi yang ada di depan kelas itu.


Bukan cuma 1 atau 2 Ustadz yang mengajak Farhan berbicara saat bertemu melainkan hampir seluruh Ustadz Pondok yang sedang mengajar dan berpapasan dengan Farhan selalu menyapa Farhan dan mengajak nya mengobrol santai. Dan itu membuat Farhan lagi lagi menjadi pusat perhatian para santri, entah itu santri ikhwan maupun santri akhwat.


Walau terlihat malu dan sungkan, beberapa santri ikhwan ada yang mengajak Farhan berbicara. Bahkan ada yang bertanya dimana rumah Farhan, karena itu hanya obrolan biasa maka Farhan pun menjawab sekenanya, dan setelah mendengar jawaban Farhan soal rumahnya para santri dan Ustadz yang ada disitu pun terkejut karena daerah nya begitu jauh. Mereka tidak menyangka bahwa Farhan menuju Pondok Pesantren Darul Musthafa hanya seorang diri.


Dan karena mereka mengobrol santai dengan Farhan, Farhan pun juga mengobrol dengan tenang bersama para santri dan Ustadz Pondok itu, tapi Farhan sendiri juga tidak akan berbicara tentang jati dirinya kepada mereka. Farhan tahu dengan jelas bahwa para Ustadz Pondok yang sedang mengajar di Madrasah adalah Ustadz yang sudah terbukti ilmu nya, karena Farhan tidak melihat para Ustadz yang menurut nya abal abal itu tidak ada satupun yang ada di Madrasah.


Bahkan Farhan bersama para Ustadz Pondok itu pun saling berbagi ilmu, dan saling bertanya jawab soal ilmu ilmu agama. Para Ustadz Pondok itu pun kagum dengan ilmu pengetahuan Farhan soal agama, tidak heran jika pemuda bersorban putih itu adalah saudara dari Pak Kyai Zaki, pemilik Pondok Pesantren Darul Musthafa itu.


......................

__ADS_1


Karena waktu sudah hampir 1 jam lebih, Farhan pun segera berpamitan kepada para Ustadz itu untuk lanjut berkeliling lagi. Mereka pun mempersilahkan Farhan untuk melanjutkan aktivitas nya kembali...


__ADS_2