
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semakin lama semakin siang yang panas, tapi itu tidak menurunkan semangat para peserta yang bertanding, tidak juga menghilangkan semangat dari para santri yang menonton. Mereka semakin bersemangat menonton pertandingan, apalagi pertandingan yang akan menampilkan Ustadz Ronald dan Ustadz Roland yang akan mengalahkan lawannya.
Tak hanya para santri saja, tapi juga para sesepuh juga menantikan pertunjukan seru tersebut, setelah acara selesai para sesepuh akan mulai mengadakan rapat untuk kedua Ustadz tersebut.
Setelah kehadiran Farhan yang hanya sekilas tadi, ia sudah mengamati semunya, tak ada yang luput dari pengawasan nya termasuk para sesepuh itu. Farhan mengerti mengapa pamannya tidak bisa berkutik dihapadan Ustadz Ronald dan Ustadz Roland, karena keduanya ada pertolongan dan perlindungan dari para sesepuh itu secara diam diam.
Tapi walau bagaimana pun Farhan sudah menyerahkan tugas 'pembersihan sampah' itu kepada Utsman dan Utsman sendiri sudah menyanggupi nya bahwa ia akan menyelesaikan tugas yang diberikan kepada nya. Farhan sudah tidak perlu khawatir tentang masalah itu, ia kini sedang berjalan keliling Pondok, mungkin Farhan masih mencari cari sisa bukti dari kasus Ustadz Ronald dan Ustadz Roland.
...****************...
Dan terlihat Farhan sekarang sedang berada di salah satu taman Pondok, tempat yang sepi dan dikelilingi oleh para kawanan kelinci berbulu putih bersih. Tempat itu biasanya ramai oleh para santri, tapi karena semuanya sedang berada di lapangan Pondok maka tempat itu sangat sepi.
Suasana yang hening itu membuat Farhan sedikit menghela nafas panjang, ia melihat sekeliling, tak ada seorang pun yang berada disana.
"Hufff,,,, sepertinya kepergian ku kali ini tidak bertemu dan berpamitan kepada Syifa dan Dinda,,, tidak mungkin aku menunggu mereka datang lagi ke Pondok, dan tidak mungkin juga akan pergi ke kota untuk menemui mereka sebentar,,,, aku tidak ada waktu lagi, setelah masalah di Pondok Pesantren Darul Musthafa ini selesai,,, aku akan segera pergi ke Pondok Al Muttaqin milik bibi Saidah", ujar Farhan sedang duduk di bangku taman tersebut.
Kali ini Farhan merasa sedikit sedih karena tidak bisa berpamitan kepada gadis kecil bercadar nya, sepertinya memang Farhan sudah tidak bisa melupakan Syifa dari benaknya. Tapi karena memang ada tugas yang harus segera ia selesai kan, maka Farhan sudah tidak ada waktu lagi untuk berpamitan kepada Syifa dan Dinda yang ada di kota.
...****************...
...****************...
__ADS_1
Dan sekarang lah momen yang ditunggu tunggu oleh seluruh warga Pondok Pesantren Darul Musthafa, yaitu pertandingan kedua Ustadz terpopuler Pondok melawan 3 peserta yang sudah masuk ke babak final.
Diantara kelima peserta terakhir akan berhadapan melawan juara bertahan beberapa tahun ini, bisa dipastikan bahwa juara pertama dan kedua sudah pasti tetap Ustadz Ronald dan Ustadz Roland.
"Baiklah,,, babak selanjutnya adalah pertandingan antara Ustadz Roland melawan Ustadz Zainal", ucap lantang seorang wasit, kini wasit nya telah bergantian dengan yang tadi.
Suara penonton pun semakin lantang dan bersemangat, apalagi itu untuk menyemangati Ustadz Roland, hal itu membuat lawan sedikit ragu untuk melawan Ustadz tersebut.
"Baiklah,,, peraturan nya tetap sama seperti tadi,,, jika ada yang sudah tidak bisa bertanding lagi diperbolehkan untuk menyerah,,, jangan sampai ada yang kelewat batas", ucap wasit memberikan arahan dan menjelaskan aturan nya.
" Baik,,, siap diposisi masing masing "
Ustadz Roland dan Ustadz Zainal pun langsung memasang kuda kuda siap tarung, tatapan mata Ustadz Zainal mulai serius karena melawan lawan yang serius pula, beda dengan Ustadz Roland yang tatapan nya santai dan penuh aura yang kuat.
Pertandingan pun dimulai.
Dan dari atas pohon, Utsman menonton pertandingan tersebut walau dirinya malas untuk melihat tapi ia mau tidak mau harus melihat kemampuan dari targetnya.
...****************...
Tak butuh waktu lama, pertandingan itu pun dimenangkan oleh Ustadz Roland si juara 2 yang bertahan. Para santri pun menjadi semakin bersemangat dan terus bersorak, dan Ustadz Roland pun siap melawan peserta selanjutnya
"Huff,,, aku pikir ada kemampuan apa,, cuma trik murahan,,, tapi aku yakin kemampuan nya tak hanya itu", gumam Utsman yang sedari tadi melihat pertandingan pertama itu.
__ADS_1
......................
......................
Dan setelah pertandingan selanjutnya, Ustadz Roland berhasil mengalahkan kelima peserta itu, dan hanya dipilih 1 untuk dijadikan juara 3 oleh juri, sudah terbukti kemampuan dari Ustadz Roland, bahkan Ustadz Ronald belum bertanding tapi sudah membuat yang lainnya menyerah untuk melawannya.
"Apakah tidak ada yang mau melawan lagi?! ", tanya Ustadz Roland dengan suara lantang dan sombongnya.
" Hahaha,,,, yaaah sudah waktunya untuk bermain dengan mereka", ucap Utsman dari atas pohon dan langsung jatuh kebawah dengan sikap silat.
...****************...
...****************...
"Aku yang akan melawan mu Ustadz! "
Mendengar ada yang menantang Ustadz Roland untuk bertanding semua mata tertuju kepada suara tersebut yang tak lain adalah Utsman yang berjalan dengan santai menuju ke tengah lapangan.
Walau sedikit gugup dengan kehadiran Utsman tapi Ustadz Roland tetap berusaha untuk tenang karena ia masih mempunyai cara rahasia yang belum ia gunakan dipertandingan ini.
Dan kini Utsman pun telah berdiri tegap menghadap ke arah lawannya, yaitu Ustadz Roland. Jelas sekali bahwa Utsman menatap Ustadz Roland dengan tatapan yang merendahkan dan menganggap nya enteng.
Walau merasa kesal tapi Ustadz Roland tetep harus bisa menahan nya,,,
__ADS_1