
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Walau kondisi tubuhnya belum pulih betul di dunia nyata, tapi Farhan tetap memaksa untuk bangun dan berdiri. Terlihat Farhan langsung memegangi kepala yang terasa pusing waktu pertama kali berdiri sambil memegang dinding kamar sebagai tumpuan.
Karena melihat Syifa yang sedang tertidur pulas, Farhan pun berusaha tidak menimbulkan suara yang dapat membangunkan Syifa waktu ia hendak keluar dari kamar.
"Astaghfirullah,,, di dunia dimensi dan di dunia nyata benar benar sangat jauh berbeda,, di dalam dimensi tubuhku sudah hampir pulih,,, tapi di dunia nyata malah masih sangat lemah", ucap Farhan berjalan pelan menuju pintu keluar kamar yang terbuka lebar.
Dan saat Farhan sudah berada di mulut pintu ia pun berhenti karena merasa kepalanya semakin pusing. Walau begitu tapi Farhan tetap memaksa untuk berjalan menuju ruang tamu.
Tapi karena memang tubuh nya masih sangat lemas dan tidak ada tenaga, tubuh Farhan pun mulai hilang keseimbangan dan seperti akan terjatuh ke lantai.
"Ya Allah,,, mas Farhan!!! "
Tiba tiba dari arah belakang ada suara yang memanggil Farhan dan melihat nya hampir terjatuh, lalu seseorang itu langsung bergegas menghampiri Farhan dan langsung menangkap tubuh Farhan yang hampir jatuh itu.
"Ya Allah mas Farhan,,, mas Farhan udah bangun?,,,kenapa langsung keluyuran siih,,, kenapa nggak di kamar aja istirahat? ".
Sosok itu pun langsung mengomeli Farhan yang seenaknya bangun dan jalan jalan padahal tubuhnya masih lemah. Sosok itu adalah Dinda, ia baru selesai Shalat berjamaah bersama bibi Anjani di ruang belakang.
" Hah hah,,, aku cuma mau,,, "
"Huusst,,, udah udah,,, jangan aneh aneh,,, ayo Dinda bawa mas Farhan masuk ke kamar lagi untuk istirahat"
......................
"Ya Allah,,, Farhan,,, kamu kenapa,,, mau kemana kamu?"
__ADS_1
Saat Dinda dan Farhan berbalik badan, langsung terlihat bibi Anjani yang keluar dari arah dapur dan melihat Dinda sedang memeluk tubuh Farhan yang lemah itu.
"Farhan tadi,,, "
"Mas Farhan nakal bii,,, baru bangun udah jalan jalan aja,,, keluyuran nggak jelas", belum sempat Farhan menjawab pertanyaan dari sang bibi, Dinda pun langsung menyela dan mengadu kalau Farhan 'nakal' dan tidak mau menurut.
" Farhan,,, kamu ini gimana sih,, kamu itu baru bangun,,, hampir sedari tadi pagi kamu pingsan,,, dan sekarang baru bangun udah mau kelayapan kamu?!", ucap sang bibi ikut mengomeli Farhan.
"Dikira aku anak kecil seumuran Syifa yang nakal karena nggak mau nurut?", batin Farhan.
" Iya bii,,, maaf,,, ", Farhan sendiri pun tidak bisa menjawab dan membantah lagi, karena kondisi nya juga sedang tidak baik.
......................
Di dalam kamar, Syifa yang sedang tertidur pun perlahan membuka matanya karena mendengar suara ramai diluar kamar.
Syifa pun langsung bangun dan duduk di kasur, ia pun mulai panik karena sang ayah tidak ada di dalam kamar...
"Ayaah,,,, ayah dimana?,,, "
Syifa pun memanggil sang ayah sambil melihat seisi ruang kamar itu untuk memastikan apakah sang ayah ada di bawah dan tidur di lantai.
"Ayaah! "
Syifa pun memanggil ayah nya lagi, dan kali ini suaranya seperti mulai merengek dan hampir menangis...
"Syifaaa"
__ADS_1
Saat Syifa ingin menangis ada suara yang ia kenali memanggil namanya,,,
"Ayaaah!! "
Syifa pun memang mengenali suara itu adalah suara Farhan, Syifa dengan segera perlahan turun dari kasur dan langsung berlari keluar.
...****************...
"Ayaaah!! "
Saat Syifa berjalan keluar dari dalam kamar, ia melihat mama nya sedang memeluk sang ayah yang sedang berdiri lemah.
"Ayaah,,, ayah kenapa,,, ayah habis dari mana?"
Syifa yang khawatir dengan kondisi sang ayah pun langsung memeluk kaki nya dan menanyakan kondisi ayah nya yang lemah itu.
"Syifaa,,, ayah"
"Syifaa,,, ayah nakal tauu,,, masa baru bangun udah mau keluar tadi mama liat,,, terus hampir jatuh,,, tapi Alhamdulillah mama langsung meluk ayah", lagi lagi Dinda menyela jawaban dari Farhan.
" Aaa ayah jangan nakaal,,, ayah kan lagi sakiit,,, nggak boleh keluar dulu,,, harus istirahat,,,, ayo ayah balik ke kamar istirahat ", ucap Syifa menasihati ayah nya.
" Iyaa,,, maaf ya,,, ya udah yuk,,, bantu ayah masuk ke kamar", ucap Farhan menurut kepada Syifa.
Bibi Anjani yang melihat kejadian itu pun tertawa kecil karena melihat Farhan yang dikenal sangat dingin kepada siapa pun itu tak disangka malah luluh dengan seorang gadis kecil bercadar, Farhan sendiri juga sangat menurut dengan gadis kecil itu.
Karena Dinda sedang memeluk dan merangkul tangan kanan Farhan, Syifa pun langsung menggandeng tangan kiri Farhan karena niat Syifa memang ingin membantu sang ayah untuk masuk ke kamar supaya bisa beristirahat.
__ADS_1
Dinda dan Syifa pun perlahan membantu Farhan berjalan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, dan di ikuti oleh bibi Anjani dari belakang...