Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Perasaan Campur Aduk


__ADS_3

Karena harus bermain bersama Masyitah terlebih dahulu, waktu Farhan pun terkuras banyak. Tapi Farhan tidak memperdulikan waktu yang ia butuhkan, karena ia memperkirakan hal yang memungkinkan untuk ia bisa mempersempit waktu.


Sudah 30 menit Farhan menemani Masyitah bermain, demi Masyitah tidak bersedih lagi Farhan rela mengundurkan kepergian nya, bahkan ia bisa berangkat besok. Fatimah sebagai kakak kandung Masyitah juga ikut menemani nya bermain, tapi entah mengapa ada rasa canggung di hati Fatimah selama dekat dengan Farhan.


"Ya Allah,,, bagaimana bisa Masyitah bisa nyaman bersama ku sedangkan aku baru 2 hari ada di Pondok,, bahkan aku dan Masyitah juga jarang sekali bertemu", batin Farhan.


Farhan pun duduk di bangku taman sambil melihat Masyitah berlarian kesana kemari mengejar capung dan kupu kupu yang ada di taman bunga.


Diri nya yang sedang duduk santai pun di hampiri oleh Fatimah,,,


" Akhy lagi mikirin sesuatu ya? ", tanya Fatimah.


" Cuma berfikir kenapa Masyitah bisa nyaman banget sama ana,,, padahal ana sama Masyitah jarang sekali bertemu dan ana juga baru 2 hari di Pondok", ucap Farhan.


"Yaah,,, terkadang Masyitah juga begitu sama orang asing,,, orang asing yang menurut Masyitah baik, pasti Masyitah udah merasa nyaman,,, bahkan orang terdekat yang merupakan saudara nya sendiri malah merasa asing", ucap Fatimah.


" Tapi Akhy bersorban kusus lo,,, biarpun orang asing yang baru bertemu dengan Masyitah bisa membuat Masyitah nyaman,, tapi butuh beberapa hari,,, paling lama mungkin seminggu,,, tapi Akhy beda,,, Masyitah udah nyaman sama Akhy saat pertama kali bertemu. Bahkan waktu nggak ada Akhy,,, Masyitah selalu nyariin.. ", ucap Fatimah.


*Pondok Akhwat*


Saat ini Wulan sedang bersantai di bangku taman daerah Akhwat, ia tampak bahagia sambil memandangi gelang tasbih yang diberikan oleh Farhan yang di amanahi oleh Rohman, pria yang ia kagumi.


" Hmm,,, apa Ustadz Rohman juga suka sama aku,,, padahal aku nggak pernah kelihatan mencolok kalau suka sama dia", batin Wulan.


"Tapi,,, aku jadi keinget sama ibu,,, bagaimana kalau ibu tau kasus tentang aku disini?", batin Wulan menjadi sedih.

__ADS_1


Saat ini suasana hati Wulan mulai campur aduk,,, bahagia karena gelang tasbih dan teringat dengan sang ibu...


*-----------------------*


" Ini untuk kakak bersorban!! ", ucap Masyitah memberikan seekor hewan kepada Farhan.


Farhan dan Fatimah pun terkejut dengan hewan yang didapat oleh Masyitah, seekor bunglon yang ukuran nya masih kecil.


" Masyitah dapat dari mana bunglon ini?", tanya Farhan menerima bunglon tersebut.


"Dari situ,,, ", jawab Masyitah menunjuk ke salah satu sisi taman.


" Terima kasih Masyitah ", ucap Farhan.


" Sama sama kakak", jawab Masyitah memeluk Farhan.


"Assalamu'alaikum semua! "


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


Ustadzah bercadar itu adalah Ustadzah Fitri, adik dari Ustadz Ahmad...


"Eh Ustadzah Fitri,, "


Fatimah dan Masyitah pun langsung mencium tangan Ustadzah Fitri yang merupakan guru mereka,,,

__ADS_1


"Kalian lagi ngapain disini?", tanya ramah Ustadzah Fitri.


" Lagi nyari bunglon", jawab Farhan sambil memperlihatkan seekor bunglon yang ada di bahu nya.


"Ya Allah,,, itu bunglon dari mana mas Farhan?", tanya Ustadzah Fitri.


" Masyitah yang cari tadi,,, terus di kasih ke saya", jawab Farhan.


"Iya Ustadzah Fitri,, itu bunglon dari Masyitah untuk kakak bersorban", ucap Masyitah memeluk Farhan.


" Ya Allah,,, baik banget Masyitah,, deket banget sama kakak bersorban ", ucap Ustadzah Fitri mengelus kepala Masyitah.


" Oh iya Masyitah,,, katanya Masyitah mau setor hafalan ke Ustadzah Fitri?", ucap Ustadzah Fitri.


"Oh iya Masyitah lupa", ucap Masyitah.


" Kakak bersorban,,, kita main nya udah dulu ya,,, Masyitah mau setor hafalan dulu ke Ustadzah Fitri,, nanti kita main lagi", ucap Masyitah.


"Iya Masyitah,,,Masyitah kan mau jadi Ustadzah suatu saat nanti,,, harus ada bekal untuk menjadi seorang Ustadzah", ucap Farhan.


" Aamiin,,, kalau Masyitah jadi Ustadzah,,, kakak bersorban yang jadi Ustadz nya", ucap Masyitah.


"Iya Aamiin".


Masyitah pun pamit kepada Farhan untuk menyetor hafalan nya kepada Ustadzah Fitri, Ustadzah Fitri juga langsung membawa Masyitah ke aula utama di daerah Pondok Akhwat, Fatimah juga ikut menemani adik nya itu, karena ia juga ingin menyetor hafalan juga...

__ADS_1


Inilah kesempatan Farhan untuk segera pergi dari Pondok selama tidak ada Masyitah yang menghalangi nya pergi,,,


__ADS_2